5 Fakta Burung Ivory Woody Woodpecker yang Resmi Punah, Sedih Deh

Rahma Indina Harbani - detikEdu
Sabtu, 22 Jan 2022 19:00 WIB
Burung Ivory-billed
Burung Ivory-billed, burung identitas asli dari serial kartun Woody Woodpecker. (Foto: Arthur A. Allen dari Macaulay Library, Amerika Serikat)
Jakarta -

Burung Ivory-billed atau burung yang menjadi inspirasi kartun anak populer Woody Woodpecker resmi dinyatakan punah. Hal ini disampaikan oleh badan urusan perikanan dan kehidupan liar Amerika Serikat, US Fish and Wildlife Service (FWS).

Burung ikonik ini resmi punah pada 29 September 2021 lalu dan resmi dihapus oleh FWS dalam daftar spesies yang terancam punah.

"Sampai hari ini (29 September 2021), FWS telah mengumumkan posisinya. Badan tersebut telah mengusulkan secara resmi menghapus burung Ivory-billed dari daftar spesies yang terancam punah dan menyatakan burung pelatuk ikonik tersebut punah," tulis laman resmi komunitas konservasi burung di Amerika Serikat National Audubon Society dan dikutip detikEdu, Sabtu (22/1/2022).

Sebelumnya, burung pelatuk berparuh gading ini sudah dikategorikan sebagai spesies terancam punah sejak tahun 1967. Bahkan, jumlahnya mulai mengalami penurunan drastis sejak tahun 1800-an.

Mulai dari sasaran pemburu sebagai kolektor pribadi dan bahan membuat topi, hingga penebangan habitat asli dari burung spesies ini menjadi penyebab kepunahan yang disebut oleh Direktur Ornitologi dari Cornell Lab, John W. Fitzpatrick.

Burung Ivory-billed merupakan inspirasi dari kelahiran kartun populer keluaran Universal Studios, Woody Woodpecker. Terbukti dalam serial kartunnya, Woody Woodpecker mengidentifikasi dirinya sebagai Campephilus principalis yang notabene nama latin dari burung pelatuk ini.

Untuk mengenang burung Ivory-billed, detikEdu merangkum sejumlah fakta-fakta kehidupannya dari laman Cornell Lab.

5 Fakta Burung Ivory-billed, Burung Inspirasi Woody Woodpecker

1. Habitat di pepohonan

Burung Ivory-billed umumnya menempati pepohonan yang besar dan mencari makan di pohon-pohon mati akibat banjir, kebakaran, dan bencana alam lainnya. Ahli Biologi Jim Tanner pernah melakukan pengamatan pada burung ini pada 1930.

Menurutnya, spesies Ivory-billed lebih banyak tinggal di daerah yang tidak terjamah manusia dan mencakup dataran tinggi hingga rawa-rawa. Mereka juga disebut suka bermukim di bawah sinar matahari.

"Burung paruh gading adalah penghuni puncak pohon dan sinar matahari; ia hidup di bawah sinar matahari, bukan di bawah naungan (pohon)," kata Tanner.

2. Membuat sarang berbeda tiap tahunnya

Tempat membuat sarang yang paling disukai Ivory-billed adalah bagian pohon yang mati atau membusuk. Atau di bawah rerantingan yang rusak sekadar untuk melindungi diri dari hujan. Umumnya, sarang-sarang tersebut terletak di antara 15 dan 70 kaki (4,5-21,4 meter) di atas tanah.

Mereka membuat sarang dengan menggali lubang pohon hingga sedalam 2 meter. Biasanya, burung pelatuk ini juga membuat lubang sarang yang berbeda setiap tahunnya.

3. Kebiasaan ekstrem

Spesies burung ini memiliki kebiasaan ekstrem, seperti yang diungkap oleh Tanner. Mereka kerap terlihat terbang meluncur kencang di udara kemudian menukik dengan tajam di atas pepohonan.

Kawanan burung Ivory-billed juga dikenal suka berpetualang karena sering terlihat terbang dari satu puncak pohon ke puncak yang lain dengan jarak yang jauh.

4. Makhluk sosial

Burung Ivory-billed disebut sebagai burung yang suka bersosialisasi bersama kawanannya. Sebab, menurut pengamatan Tanner, setidaknya selalu ada 4 burung yang beberapa kali terlihat mencari makan di pohon yang sama.

Mereka juga bisa mempertahankan pasangannya sepanjang tahun. Tidak jarang bila pasangan Ivory-billed kerap terlihat 'berpacaran' dengan saling menyentuh paruh masing-masing di atas pohon.

5. Kepunahan

Sudah sejak lama burung ini masuk dalam daftar merah terbitan International Union for Conservation of Nature (IUCN). Penghancuran habitat mereka pada tahun 1880, membuat spesies ini mulai alami kelangkaan.

Belum lagi adanya Perang Dunia I dan II, peristiwa tersebut membuat sebagian besar habitat asli burung Ivory-billed hancur dengan cepat. Pencarian ekstensif yang dilakukan tahun 2006-2010 pun tidak dapat memberikan bukti tanda-tanda kehidupan dari burung ini.

Wah, sedih banget ya, detikers. Yuk, kita sama-sama jaga habitat hewan terancam punah di sekitar kita, jangan sampai menjadi burung Ivory-billed selanjutnya.



Simak Video "China Deteksi Kasus Pertama Flu Burung H3N8 pada Manusia"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia