3 Contoh Teks Biografi beserta Fungsinya

Rika Pangesti - detikEdu
Jumat, 21 Jan 2022 20:30 WIB
Buya Hamka
Ilustrasi Buya Hamka yang kisah hidupnya menjadi biografi. Foto: Edi Wahyono.
Jakarta -

Biografi adalah riwayat hidup seseorang yang ditulis oleh orang lain, biasanya tokoh yang terkenal atau orang yang memiliki prestasi istimewa. Sedangkan riwayat hidup yang ditulis sendiri oleh tokohnya disebut autobiografi.

Melansir Modul Bahasa Indonesia Kelas X Kemendikbud yang disusun oleh Muhamad Yusup, M. Pd, teks biografi berfungsi sebagai panutan bagi pembaca, memuat informasi berdasarkan fakta pada tokoh, memuat sebuah fakta pengalaman hidup seorang tokoh dalam memecahkan masalah, mengetahui dan memahami karakter orang lain.

Selain itu, biografi termasuk dalam cerita ulang. Berdasarkan tujuannya, teks cerita ulang bertujuan untuk mengisahkan suatu peristiwa dengan senyata-nyatanya sehingga pembaca seolah-olah menyaksikan langsung peristiwa itu. Seperti apa contoh teks biografi?

3 Contoh biografi tokoh terkenal di Indonesia

Contoh 1. Biografi Buya Hamka, Seorang Ulama yang juga Sastrawan

Hamka adalah seorang sastrawan Indonesia dan ulama. Selain sebagai sastrawan, ia juga dikenal sebagai ulama, ahli filsafat, dan aktivis politik. Hamka adalah singkatan dari nama lengkapnya, yaitu Haji Abdul Malik Karim Amrullah. Dalam dunia kepengarangan, Hamka juga kadang-kadang menggunakan nama samaran, yaitu A.S. Hamid, Indra Maha, dan Abu Zaki.

Hamka lahir pada tanggal 16 Februari 1908, di Sungai Batang, Maninjau, Sumatera Barat. Ayahnya adalah Dr. Haji Abdul Karim Amrullah, seorang ulama Islam yang sangat terkenal di Sumatra dan pendiri Sumatera Thawalib di Padang Panjang, sedangkan ibunya adalah Siti Shahyah Tanjung. Perceraian orang tuanya menyebabkan Hamka sudah harus berpisah dengan ibunya pada saat usianya baru menginjak enam tahun.

Untuk meningkatkan pengetahuannya, pada tahun 1924, Hamka merantau ke Pulau Jawa. Mula-mula ia ke Yogyakarta, Surabaya, lalu Pekalongan. Ia mempelajari pergerakan Islam yang pada waktu itu sedang bergelora. Selama di Pulau Jawa, Hamka mendapat pengetahuan tentang pergerakan Islam dari H.O.S. Cokroaminoto, H. Fachruddin, R.M. Suryopranoto, dan St. Mansyur. Hamka hanya setahun tinggal di Pulau Jawa. Pada tahun 1925, ia kembali ke Padang Panjang dan mulai mencoba menjadi seorang pengarang. Hasilnya lahir setahun kemudian; sebuah novel berbahasa Minangkabau yang berjudul Si Sabariah (1926).

Belakangan, ia mendapat sebutan Buya (berasal dari bahasa Arab, abi atau abuya, yang berarti ayahku), sebuah panggilan yang ditujukan untuk seseorang yang dihormati. la juga dinyatakan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia setelah dikeluarkannya Keppres No. 113/TK/Tahun 2011, pada tanggal 9 November 2011.

Contoh 2. Biografi Sapardi Djoko Damono, Sang Penyair Legendaris

Salah satu penyair ternama di negeri ini, beliau adalah Sapardi Djoko Damono atau SDD panggilan akrabnya, beliau lahir pada 20 Maret 1940 di Surakarta. SDD ialah anak tertua dari pasangan bapak Sadyoko dan ibunda Sapariah. Ayah Sapardi Djoko Damono adalah seorang Abdi Dalem Kasultanan Surakarta.

Semenjak kecil, ia sudah menyukai dunia tulis menulis terutama menulis puisi. Puisi yang pertama kali ia tulis ketika duduk di bangku SMA atau pada saat usianya 17 tahun. Keahlian atau kemampuan menulis puisinya semakin terasa ketika dia berkuliah di jurusan sastra Inggris di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.

Pada tahun 1969 telah berumur 29 tahun, telah resmi diterbitkan buku kumpulan puisi-puisinya yang berjudul Duka-Mu Abadi. Buku-buku puisinya yang lain pun mulai diterbitkan sejak buku pertama terbit. Sihir Hujan, Mata Pisau, Akuarium Perahu Kertas, Ayat-Ayat Api, Hujan Bulan Juni, Arloji, dan lain-lain, merupakan beberapa buku puisinya.

Tak hanya membuat buku-buku puisi, Sapardi juga melahirkan beberapa buku novel serta buku nonfiksi. Buku-buku fiksi dan nonfiksi yang sudah diterbitkan antara lain Bilang Begini Maksudnya Begitu dan Pingkan Melipat Jarak. Karena ia menggunakan metafora-metafora yang indah, dan kata-kata yang dipakai cenderung sederhana serta familiar di lingkungan masyarakat sehingga puisi-puisi Sapardi begitu dikenal masyarakat luas.

Beberapa puisi sapardi yang familiar ini seperti Berjalan ke Barat di Waktu Pagi, Dalam Doaku, Aku Ingin, Hujan Bulan Juni, Kuhentikan Hujan, Sihir Hujan, dan Di Restoran. Sapardi Djoko Damono juga pernah aktif di dunia akademisi dan media. Sapardi pernah dipercaya memangku jabatan sebagai redaktur majalah di Basis, Horison, dan Kalam pada bidang media. Untuk bidang akademik, di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia beliau mengajar dan bahkan menjadi dekan di sana.

Konsistensi yang dimiliki Sapardi Djoko Damono dalam dunia literasi yang ia tekuni membuat dirinya meraih berbagai penghargaan, misalnya saja Cultural Award dari Pemerintah Australia tahun 1978, S.E.A. Write Award dari Thailand tahun 1986, dan Hadiah Putra Puisi dari Malaysia tahun 1984.

Contoh 3. Biografi Tere Liye, Penulis Muda Terkenal

Tere Liye merupakan nama pena seorang penulis tanah air yang produktif dan berbakat. Nama pena Tere Liye sendiri diambil dari bahasa India dan memiliki arti untukmu. Sebelum nama pena Tere Liye terkenal, ia menggunakan nama pena Darwis Darwis. Dan sampai sekarang, masyarakat umum bisa berkomunikasi dengan Tere Liye melalui facebook dengan nama Darwis Tere Liye.

Banyak penulis biografi singkatnya yang menyimpulkan nama aslinya adalah Darwis. Meskipun Tere Liye bisa di anggap salah satu penulis yang telah banyak menelurkan karya-karya best seller. Tapi biodata atau biografi Tere Liye yang bisa ditemukan sangat sedikit bahkan hampir tidak ada informasi mengenai kehidupan serta keluarganya. Bahkan di halaman belakang novel-novelnya pun tidak ada biografi singkat penulisnya. Berbeda dari penulis-penulis yang lain, Tere Liye memang sepertinya tidak ingin dipublikasikan ke umum terkait kehidupan pribadinya. Mungkin itu cara yang ia pilih, hanya berusaha memberikan karya terbaik dengan tulus dan sederhana.

Tere Liye lahir dan tumbuh dewasa di pedalaman Sumatera Selatan. Ia lahir pada tanggal 21 Mei 1979. Tere Liye menikah dengan Riski Amelia dan dikarunia seorang putra bernama Abdullah Pasai dan seorang putri bernama Faizah Azkia. Ia berasal dari keluarga sederhana yang orang tuanya berprofesi sebagai petani biasa. Anak keenam dari tujuh bersaudara ini sampai saat ini telah menghasilkan 30 karya. Bahkan beberapa di antaranya telah di angkat ke layar lebar. Tere Liye menyelesaikan masa pendidikan dasar di SDN 2 dan SMPN 2 Kikim Timur, Sumatera Selatan. Kemudian melanjutkan ke SMAN 9 Bandar Lampung.

Setelah selesai di Bandar lampung, ia meneruskan ke Universitas Indonesia dengan mengambil fakultas Ekonomi. Beliau bekerja sebagai akuntan di salah satu perusahaan (penulis yang dua profesi). Berikut adalah karya Tere yang sudah diterbitkan: Hafalan Shalat Delisa (Penerbit Republika, 2005), The Gogons Series: James & Incredible Incidents (Gramedia Pustaka Umum, 2006) dan Cintaku Antara Jakarta dan Kuala Lumpur (Penerbit AddPrint, 2006) . Dan masih banyak lagi sederet karyanya best seller .Novel terbaru yang diterbitkan tahun 2020 berjudul Selena diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama.

Nah, itulah contoh-contoh teks biografi yang memberikan manfaat untuk pembaca, agar dapat meneladani karakter unggul tokoh dalam biografi untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Apakah kamu terinspirasi dengan tokoh-tokoh diatas?



Simak Video "Novelis Abdulrazak Gurnah Raih Nobel Sastra 2021"
[Gambas:Video 20detik]
(row/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia