Materi: Pengertian, Sifat, hingga Perubahan

Nikita Rosa Damayati Waluyo - detikEdu
Kamis, 20 Jan 2022 12:00 WIB
Ilustrasi Anak Belajar
Ilustrasi belajar/Pengertian materi. Foto: Shutterstock
Jakarta -

Kursi, meja, tempat pensil, merupakan benda yang kita gunakan sehari-hari. Dalam kimia, benda-benda tersebut dapat dimasukkan ke dalam konsep materi. Tulisan ini akan membahas tentang pengertian, sifat, dan perubahan dari materi.

A. Pengertian materi

Menurut Buku Materi Kulikuler Kimia SMP dan SMA oleh Afnidar, materi adalah segala sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang. Istilah materi meliputi segala sesuatu yang dapat dilihat dan disentuh serta yang tidak dapat dilihat dan disentuh. Materi disebut juga dengan zat. Materi dapat berwujud:

1. Gas (seperti: udara)
2. Cair (seperti: air, bensin, minyak)
3. Padat (seperti: besi, timah, emas)

Wujud materi dapat mengalami perubahan saat menerima atau melepaskan energi (kalor).

B. Sifat materi

Setiap materi memiliki sifat tertentu yang khas. Sifat ini memudahkannya untuk dikenali dan dibedakan dengan zat lainnya. Mengutip dari buku yang sama, sifat materi dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu sifat fisika dan sifat kimia. Berikut penjelasannya

1. Sifat fisika

Sifat fisika adalah sifat materi yang tidak berhubungan dengan pembentukan zat baru. Sifat fisika meliputi:

2. Sifat intensif

Sifat intensif materi adalah sifat materi yang tidak bergantung pada jumlah zat. Sifat intensif materi meliputi kerapatan, temperatur, warna, bau, dan rasa.
Contoh dari sifat insentif adalah berapapun jumlah warna dari gula pasir ia akan tetap berwarna putih.

3. Sifat ekstensif

Sifat ekstensif adalah sifat materi yang bergantung pada jumlah zat tersebut, semakin banyak jumlahnya berarti semakin berat. Sifat ekstensif materi, meliputi berat, panjang, volume, molaritas, dan normalitas.

Contoh dari sifat ekstensif adalah gula pasir yang beratnya 1000 gram jumlahnya lebih banyak dibandingkan gula pasir yang beratnya 500 gram.

C. Sifat kimia

Sifat kimia adalah sifat materi yang berhubungan dengan pembentukan zat baru. Contoh sifat kimia yaitu tingkat kereaktifan materi. Untuk membedakan antara sifat fisika dan sifat kimia, dapat diambil contoh dari besi. Besi memiliki titik leleh sebesar 1000oC. Titik leleh tersebut disebut sebagai sifat fisika, sedangkan kemampuan besi untuk berubah menjadi karat besi disebut dengan sifat kimia.

D. Perubahan materi

Materi dapat berubah jika melepaskan energi (kalor). Perubahan materi dibedakan menjadi perubahan fisika dan perubahan kimia.

1. Perubahan fisika

Perubahan fisika adalah perubahan materi yang tidak menghasilkan zat baru. Pada perubahan fisika, susunan komponen zat tidak berubah.

Contoh perubahan fisika adalah:

a. Kapur barus menyublim menjadi gas
b. Gandum yang digiling menjadi tepung terigu
c. Benang diubah menjadi kain

2. Perubahan kimia

Perubahan kimia adalah perubahan materi yang menghasilkan jenis dan sifat materi yang berbeda dengan zat asalnya. Perubahan materi secara kimia akan menyebabkan terbentuknya zat baru. Gejala yang menyertai terjadinya perubahan kimia adalah terjadinya perubahan warna, terjadinya endapan, terbentuk gas, dan perubahan suhu.

Contoh perubahan kimia adalah:

a. Proses fotosintesis pada tumbuh-tumbuhan yang merubah karbohidrat
b. Air dengan bantuan sinar matahari menjadi makanan
c. Membuat masakan yang mencampurkan bahan-bahan masakan sesuai resep menjadi masakan yang dapat dimakan.

Perubahan fisika hanyalah sementara sedangkan perubahan kimia tidak dapat dikembalikan menjadi bentuk semula.
Pada perubahan fisika dan perubahan kimia, berlaku hukum kekekalan massa yaitu massa zat sebelum berubah dan setelah mengalami perubahan adalah tetap.

Materi memiliki sifat dan perubahan yang beragam. Mempelajari materi dapat membuat siswa memahami materi di sekitarnya dan mengamati sifat serta perubahan yang mereka miliki.



Simak Video "Fakta-fakta dari Ledakan Pabrik Kimia di Cilegon"
[Gambas:Video 20detik]
(row/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia