Mengenal Seisme dan Ragam Istilah Gempa Bumi yang Perlu Diketahui

Anatasia Anjani - detikEdu
Senin, 17 Jan 2022 18:00 WIB
Gempa 17 Januari 2022 pagi tadi mengguncang Banten, Jawa Barat. Gempa tersebut dikonfirmasi oleh BMKG bermagnitudo 5.4.
Foto: Getty Images/iStockphoto/Petrovich9
Jakarta -

Pengertian seisme adalah gerakan pada kulit bumi yang disebabkan oleh tenaga dari dalam bumi. Seisme biasa disebut sebagai gempa bumi. Ilmu yang mempelajari gempa bumi disebut dengan seismologi.

Berdasarkan proses terjadinya seisme dibagi menjadi tiga, yaitu:

1. Gempa tektonik adalah gempa yang terjadi karena pergeseran lempeng-lempeng pada lapisan litosfer oleh tenaga tektonik.

2. Gempa vulkanik, yaitu gempa yang terjadi karena letusan gunung berapi.

3. Gempa runtuhan, yaitu gempa yang terjadi akibat daerah kosong di bawah lahan yang mengalami runtuh.

Dalam mengukur gempa satuan yang biasa digunakan adalah skala richter. Selain itu juga terdapat satuan lain yaitu skala Mercalli.

Pengertian seisme adalah hentakan dari bumi yang disebabkan oleh tenaga endogen sehingga menimbulkan gerak atau getaran pada kulit bumi.

Tenaga Endogen

Melansir dari buku IPS Terpadu: Jilid 1A karya Sri Pujiastuti, tenaga endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi, tepatnya di bawah lapisan kerak bumi. Tenaga endogen bersifat membangun. Maksudnya, tenaga endogen dapat menggerakkan dan mengangkat kulit bumi sehingga menyebabkan lipatan-lipatan atau patahan pada muka bumi.

Lipatan dan patahan tersebut kemudian menghasilkan relief muka bumi yang beragam, seperti pegunungan, palung, gunung berapi, kawah, punggungan tengah laut, dan lembah.

Tenaga endogen dapat menggerakkan kulit bumi karena permukaan bumi sebetulnya terdiri atas lempeng-lempeng besar yang selalu bergerak. Lempeng-lempeng yang selalu bergerak itu akan bertemu dan bertabrakan satu sama lain pada batas-batas lempeng.

Ada tiga macam batas lempeng, yaitu batas lempeng divergen, konvergen, dan sesar mendatar. Berikut penjelasannya:

1. Batas lempeng divergen adalah batas lempeng yang ditandai dengan bergesernya lempeng ke arah berlawanan secara terus-menerus dan saling menjauh.

2. Batas lempeng konvergen adalah batas lempeng yang ditandai dengan bergeraknya lempeng-lempeng yang saling bertumbukan. Pada saat terjadi tumbukan, salah satu lempeng akan menghujam ke bawah lempeng lainnya dan didesakkan ke dalam mantel (selubung bumi).

3. Batas lempeng sesar mendatar adalah batas lempeng yang saling bergesekan secara mendatar. Lempeng-lempeng ini dapat membentuk sudut sebesar 90 derajat terhadap batas lempeng divergen.

Daftar Istilah Gempa Bumi

1. Seismologi: Ilmu seputar gempa bumi.

2. Seismograf: Alat yang mencatat kekuatan gempa bumi.

3. Seismogram: Hasil catatan kekuatan bumi yang biasanya berupa grafik.

4. Hiposentrum: Pusat gempa yang terdapat di kedalaman bumi.

5. Episentrum: Pusat gempa yang terjadi di permukaan bumi biasanya berlokasi tepat di atas hiposentrum

6. Homoseista: Garis khayal pada wilayah yang mencatat gelombang primer saat gempa bumi

7. Pleistoseista: Garis khayal yang membatasi wilayah dengan kerusakan paling besar akibat gempa bumi

8. Isoseista: Garis peta penghubung wilayah dengan tingkat kerusakan sama akibat gempa

9. Mikroseisma: Gempa dengan kekuatan sangat kecil dengan kekuatan yang hanya bisa direkam dengan pencatat gempa

10. Makroseisme: Gempa berkekuatan sangat besar yang bisa dirasakan tanpa alat perekam.

11. Gempa tektonik: Guncangan yang terjadi akibat pergeseran batuan dalam lapisan bumi. Lokasinya berada di sepanjang sesar atau patahan kerak bumi.

12. Gempa vulkanik: Guncangan yang terjadi akibat aktivitas gunung berapi.

13. Gempa runtuhan: Fenomena ini biasa disebut gempa guguran atau gempa turban, yang terjadi akibat runtuhnya bentang alam misal gua.

14. Gempa tumbukan: Guncangan yang terjadi akibat jatuhnya benda langit dan menimbulkan getaran di permukaan bumi.

15. Modified Mercalli Intensity (MMI): Biasa disebut Skala Mercalli adalah satuan untuk mengukur kekuatan gempa bumi.

16. Magnitudo (M): Ukuran kekuatan guncangan dari seismograf yang menggambarkan besarnya energi seismik dari sumber gempa.

17. Skala Richter (SR): Salah satu besaran dalam skala kekuatan gempa bumi yang ditemukan Charles Richter. Ukuran ini digunakan untuk gempa lokal berkekuatan kecil.

18. Thrust fault: Jenis patahan naik yang berpotensi menimbulkan getaran jika bergeser dengan kekuatan tertentu.

19. Sesar: Satu bentuk rekahan pada lapisan batuan bumi yg menyebabkan satu blok batuan bergerak relatif terhadap blok yang lain.

20. Subduksi: Sebutan untuk beberapa lempeng tektonik yang saling berinteraksi.

Nah detikers jadi pengertian seisme seperti yang dijelaskan di atas ya detikers. Apa sudah memahaminya?



Simak Video "Gempa M 5,7 Guncang Keerom Papua, Pusat di Darat"
[Gambas:Video 20detik]
(atj/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia