12 Tren Pendidikan 2022, Guru & Sekolah Perlu Semakin Canggih?

Novia Aisyah - detikEdu
Senin, 17 Jan 2022 13:15 WIB
Kid wearing VR glasses and playing videogame illuminated with neon lights on black backdrop
Foto: Getty Images/iStockphoto/max-kegfire
Jakarta -

Dunia pendidikan kini semakin bergantung pada dunia digital, apalagi setelah pandemi COVID-19 melanda pada kurun 2020 sampai kini. Oleh sebab itu, guru pun semakin perlu menyesuaikan diri dengan teknologi agar pembelajaran yang dilakukan juga adaptif.

Dikutip dari salah satu perusahaan edutech asal Silicon Valley, Moonshot Jr, PEW Research menyebutkan bahwa New Normal pada 2025 akan lebih berbasis teknologi. Pihak PEW Research melakukan survei terhadap 915 inovator, pengembang, peneliti, pimpinan perusahaan dan kebijakan, serta aktivis untuk mengumpulkan pendapat mereka terkait kehidupan pasca pandemi.

Mereka menyimpulkan, hubungan antara manusia dan teknologi akan berkembang lebih jauh dan dan siswa yang mahir teknologi menjadi poin utama. Oleh sebab itu, ada beberapa tren yang muncul di dunia pendidikan serta tren yang harus mulai diadaptasi oleh para guru.

12 Tren Dunia Pendidikan 2022:

1. Teknologi Pendidikan dalam Belajar-Mengajar

Pengajaran menggunakan teknologi memang menimbulkan tantangan tersendiri bagi guru, akan tetapi hal ini juga membuat para pendidik dapat lebih fleksibel menawarkan jam pengajarannya. Maksudnya, siswa bisa menyimak gurunya melalui video secara langsung atau melihat versi rekaman mereka. Tren ini juga akhirnya membuat para guru belajar menciptakan berbagai gaya mengajar yang berbeda.

2. Pelatihan Soft Skill

Berdasarkan laporan dari Future of Jobs, seperti dikutip dari Moonshot JR, beberapa soft skill yang krusial dalam dunia kerja adalah berpikir kritis, pemecahan masalah, manajemen sumber daya manusia, dan kreatifitas. Maka dari itu, sekolah dan guru perlu mengembangkan sistem yang mendukung hal ini.

3. Menurunnya Rentang Perhatian Siswa

Dalam laman ini disebutkan, menurut studi dari Microsoft pada tahun 2000-2015, rentang perhatian manusia berkurang sebanyak empat detik, dari 12 ke 8. Utamanya, tercatat bahwa perhatian para milenial tidak mudah didapatkan.

Generasi tersebut menyukai konten dengan dialog dan visual yang apik serta jalan cerita yang memancing rasa penasaran. Selain itu, siswa yang lahir pada generasi di bawahnya lebih fokus pada aspek narasi dan visual dalam konten.

4. Mengajar Versus Memfasilitasi Pembelajaran

Kini, para guru lebih tampak seperti fasilitator, sebab dengan informasi yang mudah didapatkan, siswa jadi merasakan ada kemerdekaan dalam belajar. Di samping itu, guru juga perlu belajar menciptakan lingkungan yang mendukung kerja sama tim dan dialog bernuansa akrab.

Tren berikutnya, siswa bisa pakai chatbot..>>>

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia