Apakah Transplantasi Rambut Efektif Atasi Kebotakan? Ini Penjelasannya

Fahri Zulfikar - detikEdu
Jumat, 07 Jan 2022 20:00 WIB
cangkok rambut atau transplantasi rambut
Foto: istockphoto/byakkaya
Jakarta -

Kebotakan adalah bagian dari proses penuaan alami yang menyebabkan rambut menipis di bagian tertentu. Bagi sebagian orang kebotakan dianggap sebagai hal lumrah, namun bagi sebagian lagi menjadi hal yang harus diatasi.

Salah satu yang dilakukan untuk mengatasi kebotakan adalah transplantasi rambut. Proses ini belum lama dilakukan oleh musisi Anang Hermansyah di Turki.


Apa Itu Transplantasi Rambut?

Melansir Medical News Today, transplantasi rambut merupakan prosedur yang melibatkan pengambilan folikel dari bagian belakang kepala yang tahan DHT (hormon yang memicu perkembangan karakteristik pria) dan mentransplantasikannya ke daerah yang botak.

Transplantasi rambut sendiri pertama kali diyakini terjadi pada 1939 di Jepang. Kala itu, area rambut yang dicangkok tak sebanyak seperti saat ini.

Namun, seiring perkembangan teknologi kedokteran dan kecantikan, pencangkokan bisa mencapai ribuan helai rambut. Bahkan tak hanya di kulit kepala, tapi juga bagian lain di kulit wajah, semisal dahi dan wajah bagian bawah (jenggot atau brewok).


Efektivitas Transplantasi Rambut

Dikutip dari Healthline, sekitar 10 hingga 80 persen rambut yang ditransplantasikan akan tumbuh kembali sepenuhnya dalam perkiraan tiga hingga empat bulan. Namun perlu diketahui juga bahwa rambut yang ditransplantasikan akan seperti rambut biasa yakni bisa menipis seiring waktu.

Transplantasi rambut ini tidak bekerja maksimal untuk semua orang. Biasanya prosedur ini digunakan untuk memulihkan rambut yang botak atau menipis secara alami atau kehilangan rambut karena cedera.

Prosedur transplantasi rambut kurang efektif bagi orang dengan:

- penipisan dan kebotakan yang meluas

- kerontokan rambut karena kemoterapi atau obat lain

- bekas luka kulit kepala yang tebal akibat cedera


Efek Samping Transplantasi Rambut

Meski terbilang cukup efektif mengatasi kebotakan, namun tetap perlu diketahui efek samping yang mungkin ditimbulkan, di antaranya:

- Infeksi

- Kerak atau drainase nanah di sekitar lokasi pembedahan

- Nyeri kulit kepala, gatal, dan pembengkakan

- Peradangan folikel rambut (folliculitis)

- Pendarahan

- Kehilangan sensor di sekitar lokasi pembedahan

- Area rambut yang terlihat tidak cocok dengan rambut di sekitarnya atau tidak terasa lebih tipis

- Terus kehilangan rambut jika masih botak


Biaya transplantasi rambut sendiri berbeda-beda bergantung pada jumlah rambut yang akan dicangkok. Di Amerika Serikat misalnya, harga berkisar sekitar Rp 57 juta hingga Rp 216 juta di setiap sesinya.



Simak Video "Alasan Fauzi Baadilla Lakukan Transplantasi Rambut"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia