Sejarah Nasionalisasi De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia

Rika Pangesti - detikEdu
Kamis, 06 Jan 2022 14:15 WIB
Ilustrasi Bank Indonesia, lgo bank indonesia, bi, gedung bank indonesia di Jakarta
Bank Indonesia (BI) yang awalnya adalah De Javasche Bank (DJB). Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

De Javasche Bank (DJB) merupakan bank swasta masa Hindia Belanda yang memiliki fungsi sangat penting dalam perekonomian negara. DJB yang kini menjadi Bank Indonesia, ditetapkan menjadi bank sirkulasi yang artinya bank ini menerbitkan mata uang untuk Hindia Belanda.

De Javasche Bank berdiri pada 24 Januari 1828 atas perintah Raja Williem I. Tujuan De Javasche Bank didirikan adalah untuk membantu permasalahan keuangan dan perekonomian kolonial Hindia Belanda yang memburuk setelah bangkrutnya VOC.

Berikut yang perlu diketahui tentang DeJavasche Bank hingga menjadi Bank Indonesia (BI)

A. Sejarah De Javasche Bank

Mata uang Hindia Belanda yang diterbitkan DJB masih digunakan untuk transaksi masyarakat pasca kemerdekaan bangsa Indonesia pada tahun 1945. Sebagai sebuah negara yang merdeka, Indonesia menginginkan pemerintahan yang dikelola sendiri oleh negara dan meninggalkan jejak-jejak kolonialisme. Maka dari itu, pemerintah menugaskan bank Negara Indonesia (BNI) dan Bank Republik Indonesia (BRI) untuk menjadi bank sirkulasi yang menerbitkan dan mengedarkan mata uang Indonesia yaitu Oeang Republik Indonesia (ORI).

Dengan demikian, ORI menggantikan peran mata uang Hindia Belanda sebagai alat pembayaran resmi di Indonesia. Namun, sesuai Pasal 23 UUD 1945 Indonesia perlu mendirikan bank sentral untuk mengeluarkan dan mengatur uang kertas. Sementara itu juga, timbulnya desakan-desakan dari massa, yaitu kalangan pengusaha dan elit di Batavia untuk menasionalisasikan DJB. Hal ini ditujukan untuk kepentingan bisnis mereka.

Berdasarkan buku Pengantar Kebanksentralan: Teori dan Kebijakan oleh Solikin M. Juhro, nasionalisasi adalah proses pemindahan hak kepemilikan asing untuk dijadikan milik negara. Nasionalisasi lahir dari ide Indonesiasi yang berkembang karena adanya keinginan membentuk suatu negara yang bebas penjajahan dan merdeka tanpa campur tangan orang luar Indonesia.

Tujuan dari nasionalisasi De Javasche Bank adalah untuk memajukan pengusaha pribumi, agar bekerja sama untuk memajukan ekonomi nasional, mengubah sistem ekonomi kolonial menjadi sistem ekonomi nasional dan adanya bentuk kerja sama antara pengusaha pribumi dengan pengusaha asing. Tokoh yang pertama kali menyampaikan gagasan nasionalisasi DJB adalah Mr. Jusuf Wibisono, menteri Keuangan Kabinet Sukiman. Pernyataan ini dibuat tanpa konsultasi terlebih dahulu dengan pihak DJB, hal ini menyebabkan Presiden DJB, Dr A. Houwink, memutuskan untuk mengundurkan diri.

B. Proses Nasionalisasi

Setelah adanya keputusan untuk menasionalisasikan bank DJB milik Hindia Belanda, kemudian pemerintah membentuk panitia nasionalisasi DJB pada tanggal 19 Juni 1951. Hal ini dilaksanakan berdasarkan surat keputusan presiden nomor 118 tanggal 2 Juli 1951. Kepanitiaan ini diketuai oleh Mohamad Sediono yang dibantu oleh empat orang anggota, yaitu Mr. Soetikno Slamet, Dr. R.M. Soemitro Djojohadikoesoemo, T.R.B Sabarudin, serta Drs. Khouw Bian Tie.

Dalam prosesnya, panitia nasionalisasi DJB dengan cara membeli saham-saham DJB kepada para pemiliknya di bursa efek Amsterdam pada tanggal 15 Desember 1951. Nasionalisasi dilaksanakan dengan pembelian 99,4% saham DJB senilai 8,9 juta Gulden. Keberhasilan membeli saham-saham DJB dibantu oleh dua delegasi Indonesia yaitu M. Saubari dan Khouw Bian yang berdiplomasi dengan Vereeniging voor de Effectenhandel (perkumpulan pedagang efek) di Amsterdam.

C. Menjadi Bank Indonesia

Proses Nasionalisasi dari DJB berakhir seiring dengan pergantian nama menjadi Bank Indonesia. Tepatnya tanggal 29 Mei 1953, Presiden Soekarno mengesahkan RUU Pokok Bank Indonesia menjadi Undang-Undang (UU).

Pada 1 Juli 1953, diberlakukannya UU Pokok Bank Indonesia sehingga sejak 1 Juli 1953 bangsa Indonesia memiliki bank sentral dengan nama Bank Indonesia. Pemerintah pun menunjuk Bank Indonesia sebagai bank sentral dan bank sirkulasi di Indonesia.

Masyarakat Indonesia sangat antusias dengan lahirnya Bank Indonesia. Dalam beberapa surat kabar nasional disebutkan bahwa lahirnya Bank Indonesia sebagai pembuka zaman baru di bidang keuangan.

Nah, itulah sejarah nasionalisasi DJB menjadi BI, semoga menambah pengetahuan ya detikers.



Simak Video "Jangan Termakan Gengsi Saat Mudik"
[Gambas:Video 20detik]
(row/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia