Sejarah dan Daftar Anggota G7 serta Perannya di Dunia, Nggak Ada China?

Rahma Indina Harbani - detikEdu
Selasa, 04 Jan 2022 11:00 WIB
G7 foreign ministers are socially distanced as they meet in London, with clockwise from left, Canadian Minister of Foreign Affairs Marc Garneau, Britains Foreign Secretary Dominic Raab, Japanese Minister of Foreign Affairs Motegi Toshimitsu, European High Representative of the Union for Foreign Affairs Josep Borrell, Italian Minister of Foreign Affairs Luigi Di Maio, U.S. Secretary of State Antony Blinken, German Federal Minister for Foreign Affairs Heiko Maas and French Minister of Europe and Foreign Affairs Jean-Yves Le Drian, during talks at the G7 Foreign and Development Ministers meeting Tuesday May 4, 2021. (Stefan Rousseau/Pool via AP)
Pertemuan para menteri luar negeri anggota G7 di London, (4/5/2021) lalu. (Foto: Stefan Rousseau/Pool via AP)
Jakarta -

detikers, apa kamu pernah mendengar soal G7? G7 merupakan kependekan dari Group of Seven. Sesuai namanya, G7 merupakan lembaga skala dunia yang mencakup tujuh negara.

Tepatnya, melansir dari BBC, G7 adalah organisasi tujuh negara maju dengan ekonomi terbesar di dunia. Kegiatan G7 ini umumnya, melakukan kolaborasi dalam rangka memecahkan masalah ekonomi dunia.

Sepanjang tahun para menteri dan pejabat dari negara-negara anggota mengadakan pertemuan. Dalam pertemuan tersebut, mereka membentuk kesepakatan dan mempublikasikan pernyataan bersama tentang peristiwa-peristiwa global.

Untuk lebih memahami soal G7, yuk simak pemaparan terkait sejarah, daftar anggota, dan peran G7 bagi dunia berikut ini,

A. Sejarah G7

G7 pertama kali eksis pada tahun 1975. Latar belakang terbentuknya, secara umum ada hubungannya dengan kepentingan politik. Melansir dari CNBC, setelah krisis minyak pertama yang menimpa sejumlah negara tahun 1970, membuat kondisi ekonomi dunia berada di ambang kritis.

Hal ini membuat sejumlah pemimpin dunia memutar otak untuk menanggulangi masalah ini. Kemudian, mereka pun memutuskan untuk mengadakan sebuah pertemuan. Pertemuan inilah yang kemudian disebut dengan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT).

Pertemuan tersebut digagas oleh Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) kala itu, George Shultz. Kemudian mengundang para Menteri Keuangan dari Prancis, Jerman, dan Inggris. Presiden Dewan Eropa dan Komisi Eropa yang hadir mewakili EU (Europe Union) di KTT G7. Pertemuan pun berlanjut pada tahun 1975.

Bedanya, kali ini diinisiasi oleh Presiden Prancis Valéry Giscard d'Estaing. Ia mengundang Kepala Negara dan Pemerintah Republik Federal Jerman, Inggris, Italia, Amerika Serikat, dan Jepang untuk membahas krisis ekonomi dan keuangan yang dipicu oleh krisis minyak tersebut.

Format pembicaraan dalam KTT di Rambouillet, Prancis ini masih terus digunakan hingga saat sekarang. Para sherpa (asisten pemimpin tepercaya) menyusun teks dan deklarasi yang dihasilkan bersama. Kemudian mengabadikannya menjadi janji politik tingkat tinggi yang ditandatangani oleh kepala negara dan pemerintahan yang berpartisipasi.

Kemudian, pertemuan masih berlanjut pada 1976. Hal ini pula yang menjadi titik awal bergabungnya Kanada dalam G7. Sebab itulah, lembaga internasional ini dinamakan dengan G7.

Hingga dua puluh satu tahun setelah KTT London, tepatnya pada 1968, Rusia pun ikut berpartisipasi. Hingga nama kelompok dunia G7 ini berkembang menjadi G8 (Group of Eight), seperti yang dilansir dari laman resmi G7.

B. Daftar Anggota G7

Sebelum G7 berkembang menjadi G8, berikut ini daftar lengkap negara-negara yang tergabung dalam G7. Jepang kemudian menjadi satu-satunya negara Asia yang berpartisipasi.

  • Kanada
  • Prancis
  • Jerman
  • Italia
  • Jepang
  • Inggris
  • Amerika Serikat

Lantas, kenapa Cina tidak termasuk dalam daftar 7 negara maju dengan ekonomi terbesar di atas?

Meskipun tingkat ekonominya besar dan memiliki populasi terbesar di dunia, Cina tidak pernah menjadi anggota. Pasalnya, tingkat kekayaan per orangnya masih relatif rendah. Artinya, tidak dilihat sebagai negara dengan ekonomi maju seperti anggota G7 lainnya.

C. Peran G7 bagi Dunia

Sebagai organisasi berskala internasional, G7 tentunya memiliki peran bagi dunia. Meskipun, hasil pertemuan mereka tidak akan dapat mengesahkan sebuah undang-undang karena terdiri dari negara-negara yang terpisah dengan proses demokrasi masing-masing.

Namun, ada sejumlah keputusan yang dibuat atas kesepakatan G7 memiliki efek global. Salah satunya, G7 pernah memainkan peran penting dalam menyiapkan dana global untuk memerangi malaria dan AIDS pada tahun 2002.



Simak Video "Momen Jokowi dan Iriana Tiba di Washington DC"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia