3 Mukjizat Nabi Daud, Pemilik Suara Merdu-Melunakkan Besi

Rahma Indina Harbani - detikEdu
Kamis, 30 Des 2021 15:30 WIB
Kisah nabi
Ilustrasi Nabi Daud AS dan mukjizatnya. (Foto: Mindra Purnomo)
Jakarta -

Setiap nabi utusan Allah SWT mendapat karunia berupa mukjizat sebagai bukti kenabian, sekaligus memudahkan jalan dakwah yang dilakukan mereka. Tidak terkecuali bagi Nabi Daud AS, sosok nabi yang terlahir dari kalangan Bani Israil setelah masa kenabian Musa AS dan Harun AS.

Mukjizat sendiri adalah suatu kejadian luar biasa yang sekaligus menjadi bukti keabsahan risalah yang mereka sampaikan kepada umat. Setidaknya ada tiga mukjizat yang dikaruniakan kepada nabi yang masih memiliki garis keturunan dengan Nabi Ibrahim AS ini.

"Nabi Daud memiliki beberapa mukjizat, di antaranya suara yang merdu, mengalahkan Jalut, serta diberi kemampuan untuk melunakkan besi sehingga bisa membuat baju besi untuk berperang," tulis Iip Syarifah dalam buku Cerita Teladan 25 Nabi dan Rasul.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini pemaparan mengenai mukjizat Nabi Daud yang berhasil dirangkum dari berbagai sumber.

3 Mukjizat Nabi Daud AS dalam Ajaran Islam

1. Memiliki suara merdu

Allah SWT menganugerahkan suara merdu kepada Nabi Daud. Selama ini, belum pernah ada orang yang suaranya semerdu beliau. Nabi Daud mempergunakan suaranya untuk membaca Kitab Zabur hingga bertasbih kepadaNya.

"Ketika Nabi Daud membaca Kitab Zabur, burung-burung di angkasa menukik turun ke bawah untuk mendengarkan suara merdu Nabi Daud," tulis Ibnu Katsir dalam buku Kisah Para Nabi: Sejarah Lengkap Kehidupan Para Nabi sejak Nabi Adam Alaihissalam hingga Nabi Isa Alaihissalam.

Bukti merdunya suara Nabi Daud ini bahkan membuat burung-burung ikut bertasbih dengannya. Begitu pula gunung-gunung bertasbih dengan Nabi Daud di waktu pagi dan sore hari.

Hal ini dikisahkan dalam firmanNya surat Shad ayat 18-19 yang berbunyi,

إِنَّا سَخَّرْنَا ٱلْجِبَالَ مَعَهُۥ يُسَبِّحْنَ بِٱلْعَشِىِّ وَٱلْإِشْرَاقِ (18)
وَٱلطَّيْرَ مَحْشُورَةً ۖ كُلٌّ لَّهُۥٓ أَوَّابٌ (19)

Artinya: "Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Daud) di waktu petang dan pagi, dan (Kami tundukkan pula) burung-burung dalam keadaan terkumpul. Masing-masingnya amat taat kepada Allah."

Selain itu, diceritakan pula dalam surat Saba ayat 10,

وَلَقَدْ آتَيْنَا دَاوُودَ مِنَّا فَضْلًا ۖ يَا جِبَالُ أَوِّبِي مَعَهُ وَالطَّيْرَ ۖ وَأَلَنَّا لَهُ الْحَدِيدَ

Artinya: "Dan sungguh, Telah Kami berikan kepada Dawud karunia dari Kami. (Kami berfirman), "Wahai gunung-gunung dan burung-burung! Bertasbihlah berulang-ulang bersama Dawud," dan Kami telah melunakkan besi untuknya,"

2. Melunakkan besi

Mukjizat Nabi Daud lainnya adalah melunakkan besi seperti lilin. Beliau dapat mengubah-ubah bentuk besi itu tanpa memerlukan api atau peralatan apapun, seperti dikutip dari buku Dua Puluh Lima Nabi Banyak Bermukjizat karya Usman bin Affan bin Abul As bin Umayyah bin Abdu Syams.

Dari besi yang dilunakkannya, Nabi Daud dapat membuat baju besi yang dikokohkan dengan tenunan dari bulatan-bulatan rantai yang saling menjalin secara berkesinambungan.

Baju besi tersebut berfungsi sebagai pakaian yang dikenakan untuk memelihara manusia dari serangan yang mematikan saat perang Thalut sedang terjadi antara satu pasukan perang dengan lainnya.

Bukti bahwa Nabi Daud melunakkan besi untuk disulap menjadi baju besi sebagai perlengkapan berperang, dikisahkan pula dalam firman Allah QS. Al Anbiya ayat 80,

وَعَلَّمْنَاهُ صَنْعَةَ لَبُوسٍ لَكُمْ لِتُحْصِنَكُمْ مِنْ بَأْسِكُمْ ۖ فَهَلْ أَنْتُمْ شَاكِرُونَ

Artinya: "Dan telah Kami ajarkan kepada Daud membuat baju besi untuk kamu, guna memelihara kamu dalam peperanganmu; Maka hendaklah kamu bersyukur (kepada Allah)."

3. Mengalahkan Raja Jalut

Dikisahkan dalam buku Hikmah Kisah Nabi dan Rasul karya Ridwan Abdullah Sani, Muhammad Kadri, saat Nabi Daud masih muda, ada seorang raja kafir yang bernama Jalut yang menjadi musuh Raja Thalut, pemimpin Bani Israil.

Melalui mukjizat yang diberikan Allah SWT, Nabi Daud denan fisik yang lebih lemah dapat mengalahkan Jalut. Ia dikenal sebagai seseorang yang besar dan perkasa. Nabi Daud tersebut bahkan berhasil mengalahkannya hanya dengan bersenjatakan batu.

Kisah ini diceritakan dalam firmanNya yakni surat Al Baqarah ayat 251,

فَهَزَمُوهُمْ بِإِذْنِ اللَّهِ وَقَتَلَ دَاوُودُ جَالُوتَ وَآتَاهُ اللَّهُ الْمُلْكَ وَالْحِكْمَةَ وَعَلَّمَهُ مِمَّا يَشَاءُ ۗ وَلَوْلَا دَفْعُ اللَّهِ النَّاسَ بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لَفَسَدَتِ الْأَرْضُ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ ذُو فَضْلٍ عَلَى الْعَالَمِينَ

Artinya: "Maka mereka mengalahkannya dengan izin Allah, dan Dawud membunuh Jalut. Kemudian Allah memberinya (Dawud) kerajaan, dan hikmah, dan mengajarinya apa yang Dia kehendaki. Dan kalau Allah tidak melindungi sebagian manusia dengan sebagian yang lain, niscaya rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dilimpahkan-Nya) atas seluruh alam."

Meski dikaruniai oleh sejumlah mukjizat Nabi Daud di atas, hal itu tidak menjadikannya menjadi sosok yang sombong dan takabur. Bahkan sebaliknya, beliau senantiasa bersikap rendah hati dan lemah lembut terhadap orang-orang sekitarnya.



Simak Video "Ikhtiar dan Tawakal, Paket Lengkap untuk Dapat Pertolongan Allah"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia