5 Penyebab Manusia Bisa Tersambar Petir, Bagaimana kalau di dalam Ruangan?

Novia Aisyah - detikEdu
Selasa, 28 Des 2021 14:45 WIB
Detik-detik satpam di Cilincing tersambar petir.
Foto: dok. istimwa
Jakarta -

Peristiwa seorang satpam tersambar petir di Cilincing, Jakarta Utara, terekam CCTV, pada Senin (20/12/2021) pukul 18.05 WIB. Satpam tersebut mengalaminya ketika berjalan saat hujan dan memakai payung.

Melihat kejadian ini, bagaimana manusia bisa sampai tersambar petir?

5 Penyebab Manusia Bisa Tersambar Petir

Dikutip dari National Weather Service US, kita tidak selalu bisa mengetahui penyebab seseorang bisa tersambar petir. Akan tetapi, secara umum ada beberapa proses atau cara manusia tersambar petir, di bawah ini pemaparannya:

1. Sambaran Langsung

Sambaran petir secara langsung paling sering terjadi saat korban berada di area terbuka. Sambaran langsung memang bukan penyebab yang paling kerap terjadi, tapi yang paling mematikan.

Pada kebanyakan sambaran secara langsung, sebagian arus bergerak tepat di atas dan sepanjang permukaan kulit. Sementara, sebagian arus lain bergerak melewati sistem kardiovaskular dan atau sistem saraf.

2. Kilatan Samping

Kilatan samping terjadi ketika petir menyambar benda yang lebih tinggi dan ada di dekat korban. Sebagian arus melompat dari benda yang lebih tinggi itu ke arah korban. Sehingga, dapat dikatakan bahwa korban tersebut menjadi sirkuit pendek energi saat ada pelepasan petir.

Kilatan samping ini umumnya terjadi ketika korban ada dalam jarak satu atau dua kaku dari objek yang terkena kilat. Kebanyakan hal ini terjadi saat korban berteduh di bawah pohon.

3. Arus Tanah

Ketika petir menyambar pohon atau objek lainnya, sebagian besar energi mengalir ke luar dari kilatan itu, di dalam dan di sepanjang permukaan tanah. Seseorang yang ada di dekat kilatan berpotensi menjadi korban petir arus tanah.

Di samping itu, kilatan jenis ini dapat mengalir di permukaan lantai yang memiliki material konduktif. Sambaran petir jenis ini juga berdampak pada area lebih luas daripada jenis petir lain. Jadi, kilatan jenis ini pun menyebabkan korban paling banyak.

Dalam kasus semacam ini, arus energi memasuki tubuh melalui titik kontak yang paling dekat dengan sambaran petir, lalu bergerak ke sistem kardiovaskular dan/atau saraf. Selanjutnya, arus akan keluar dari tubuh pada titik kontak yang terjauh dari kilatan.

Semakin jauh jarak antara titik-titik kontak, maka potensi kematian maupun luka serius juga semakin besar.

4. Konduksi

Petir bisa melewati kabel atau permukaan logam yang panjang. Logam tidak menarik petir, namun material tersebut menyediakan jalan untuk petir.

Kebanyakan korban sambaran petir di dalam ruang dan sebagian korban di luar ruang disebabkan oleh konduksi. Baik itu di dalam maupun di luar ruangan, seseorang yang melakukan kontak dengan kabel logam terjulur akan mendapatkan risiko. Misalnya, benda-benda yang dicolokkan ke stopkontak, telepon kabel, keran air, shower, dan sebagainya.

5. Kilatan 'Streamer'

Sambaran petir jenis ini tidak seumum yang lainnya, namun orang tetap bisa mendapat risikonya. Dalam rangkaian petir jenis streamer, seseorang bisa terluka oleh salah satu sambaran. Dikutip dari Popular Science, seseorang dapat terkena sambaran jenis ini jika menjadi jembatan konduktif.

Dalam laman tersebut juga disebutkan, untuk menghindari sambaran petir, usahakan jangan berteduh di bawah pohon dan berbaring di atas tanah. Kita perlu menghindari petir dengan masuk ke dalam ruang. Namun, usahakan tidak menyentuh kabel, logam, air, maupun perlengkapan listrik.

Itulah beberapa penjelasan mengapa manusia bisa tersambar petir dan cara menghindarinya. Hati-hati ya, detikers!



Simak Video "20 Spesies Anggrek Baru Ditemukan di Kosta Rika"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia