Tempat Ini Menjadi Lokasi Pertama Kali Bahasa Manusia Menyebar, Mau Tahu?

Novia Aisyah - detikEdu
Senin, 27 Des 2021 19:00 WIB
Benua Afrika
Foto: Getty Images/iStockphoto/mantaphoto
Jakarta -

Bahasa adalah alat yang membuat manusia dapat berinteraksi dan memahami satu sama lain. Namun pernahkah detikers berpikir, kapan bahasa pertama kali ditemukan dan menyebar?

Disebutkan dalam Linguistic Society of America, kesulitan mendasar dalam mempelajari evolusi bahasa adalah bukti peninggalan yang sangat jarang. Sebab, bahasa lisan tidak meninggalkan fosil.

Satu-satunya bukti definitif adalah bentuk saluran suara, yaitu mulut, lidah, dan tenggorokan. Tetapi, hingga manusia modern secara anatomi sekitar 100 ribu tahun lalu, bentuk saluran suara hoominid sudah tidak kompatibel dengan jangkauan suara bahasa modern. Ini bukan berarti juga bahasa dimulai di saat tersebut.

Jadi, di mana bahasa manusia mulai diciptakan dan menyebar?

Lokasi Pertama Penciptaan & Persebaran Bahasa

Seperti dikutip dari American Association for the Advancement of Science, bahasa dari segala penjuru dunia pertama kali muncul di Afrika Tengah dan Selatan. Bentuk komunikasi verbal tersebut kemudian kemungkinan menyebar dan berevolusi bersamaan dengan imigrasi umat manusia.

Dalam sebuah penelitian komprehensif mengenai fonem yang digunakan dalam 504 bahasa manusia saat ini, terungkap bahwa dialek yang mengandung fonem terbanyak digunakan di Afrika. Sedangkan fonem paling sedikit terdapat di Amerika Selatan dan pulau-pulau tropis Samudra Pasifik.

Analisis yang disebutkan dalam jurnal Science itu juga menyebutkan, pola penggunaan fonem di seluruh dunia ini mencerminkan keragaman genetik manusia yang beragam. Namun, memperlihatkan pula keragaman yang menurun seiring dengan ekspansi manusia dari Afrika ke wilayah lain.

"Sebagaimana ahli genetika melihat penurunan keragaman genetik dengan penurunan keragaman saat manusia menjauh dari Afrika, keragaman bahasa juga memperlihatkan penurunan yang sama," jelas Quentin Atkinson dari University of Auckland, New Zealand. Menurutnya, manusia membawa bahasa bersama dengan gen mereka saat melakukan ekspansi ke luar Afrika.

Umumnya, wilayah yang mengalami kolonisasi belakangan mempunyai lebih sedikit fonem. Sementara, wilayah yang di dalamnya terdapat kehidupan selama ribuan tahun, khususnya sub-Sahara, punya fonem lebih banyak.

Di luar Afrika, adanya keragaman fonem tertinggi ditemukan di rumpun bahasa yang berkaitan dengan penduduk asli Asia Tenggara. Fakta tersebut sejalan dengan catatan sejarah yang menerangkan, migrasi besar-besaran penduduk Asia Tenggara dari Afrika terjadi 50-70 ribu tahun lalu.



Simak Video "Malaysia-Indonesia Sepakat Perkuat Bahasa Melayu"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia