Mengenal Lapisan Eksosfer, Lapisan dengan Tekanan Paling Rendah di Atmosfer

Nikita Rosa Damayanti - detikEdu
Rabu, 22 Des 2021 13:15 WIB
atmosfer hijau
Foto: ESA/NASA
Jakarta -

Eksosfer menjadi lapisan terluar dari atmosfer. Ciri-ciri dari lapisan eksosfer adalah berada pada ketinggian antara 500-1000 km, serta suhu mencapai 2200 derajat celcius.

Sebelum membahas eksosfer, siswa perlu tahu dulu apa sih yang dimaksud dengan atmosfer?

Atmosfer merupakan lapisan pelindung bumi yang terbentang hingga 10.000 kilometer di atas permukaan bumi. Walaupun oksigen penting untuk kehidupan bumi, sebagian besar gas di atmosfer tidak terdiri dari oksigen.

Atmosfer tersusun dari 78% Nitrogen (N2), 21% Oksigen (O2), 1% Argon 7 % Air (H2O), 0.01 % Ozon (O), 0,01 hingga 0,1% Karbondioksida (CO2), dan sisanya adalah gas-gas lain yang jumlahnya lebih sedikit.

Atmosfer berfungsi melindungi kehidupan bumi dengan cara menyerap radiasi ultra violet dan mengurangi suhu ekstrem antara siang dan malam. Selain itu, atmosfer juga berfungsi melindungi bumi dari benda luar angkasa yang jatuh seperti meteor, dengan cara menguraikannya.

Struktur atmosfer dipengaruhi oleh suhu dan tekanan udara. Molekul-molekul yang menyusun atmosfer juga berpengaruh dalam tekanan atmosfer. Semakin rendah suatu tempat maka semakin besar tekanannya. Hal ini karena tempat yang lebih rendah menampung molekul dari tempat yang lebih tinggi. Maka dari itu, semakin tinggi suatu tempat maka semakin rendah tekanannya. Lapisan atmosfer yang memiliki tekanan paling rendah adalah lapisan eksosfer.

Lapisan-lapisan atmosfer terdiri dari lima yakni troposfer, statosfer, mesosfer, termosfer (ionosfer) dan esksosfer.

Lapisan eksosfer merupakan lapisan teratas dan terluar dari atmosfer. Dikutip dari Sumber Belajar Kemdikbud, lapisan dengan tekanan paling rendah ini menyelimuti bumi dengan jarak di atas 800 kilometer sampai dengan 3.260 kilometer. Pada lapisan eksosfer, terjadi berbagai interaksi antara gas yang ada di luar angkasa.

Terdapat cahaya redup dalam lapisan eksosfer. Cahaya redup ini adalah akibat dari hasil refleksi cahaya matahari yang dipantulkan oleh partikel debu meteoritik.

Lapisan eksosfer ini juga sering disebut dengan ruang antarplanet dan geostasioner. Lapisan dengan ketebalan antara 500 hingga 700 kilometer ini sangat berbahaya, karena merupakan tempat terjadi kehancuran meteor dari angkasa luar.



Simak Video "Arus Balik Mudik Lebaran 2022, BMKG Analisa Curah Hujan Meningkat"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia