Empat Kebebasan dalam Negara Demokrasi, Salah Satunya Terkait Agama

Nikita Rosa - detikEdu
Rabu, 22 Des 2021 12:30 WIB
Ratusan umat Hindu merayakan Galungan di Pura Aditya Jaya, Rawamangun, Jakarta, Rabu (19/2/2020). Begini momennya.
Kebebasan menjalankan agama dijamin dalam sebuah negara demokrasi. Tampak umat Hindu merayakan Galungan di Pura Aditya Jaya, Rawamangun, Jakarta, Rabu (19/2/2020). (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Demokrasi dan kebebasan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Lantaran demokrasi merupakan paham di mana rakyat berada dalam kekuasaan tertinggi dan dalam batasan tertentu, bebas dalam menjalankan aktivitasnya. Terdapat empat kebebasan yang penting dalam negara demokrasi. Namun sebelumnya, perlu dipahami dulu apa itu demokrasi.

Kata demokrasi berasal dari bahasa Yunani, yaitu demos yang berarti rakyat atau penduduk suatu tempat, dan cretein/cratos yang berarti kekuasaan atau kedaulatan.
Jadi secara bahasa, demokrasi dapat diartikan sebagai rakyat adalah pemegang kedaulatan tertinggi dalam sistem pemerintahan.

Abraham Lincoln, Presiden Amerika Serikat ke-16, mengartikan demokrasi sebagai suatu sistem pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Artinya rakyat mempunyai kebebasan untuk melakukan semua aktivitas kehidupan termasuk berpolitik untuk untuk kepentingan bersama.

Empat Kebebasan dalam Negara Demokrasi

Dikenal empat kebebasan dalam negara demokrasi yaitu, kebebasan mengemukakan pendapat, kebebasan berkumpul, kebebasan pers, dan kebebasan beragama. Berikut penjelasannya.

1. Kebebasan Mengemukakan Pendapat

Kebebasan mengemukakan pendapat adalah kebebasan mengungkapkan hasil pemikiran dan menyampaikan pemikiran itu kepada orang lain, baik secara lisan
maupun tulisan.

Kebebasan mengemukakan pendapat merupakan hak yang bersifat universal dan harus disertai tanggung jawab dalam pelaksanaannya sehingga dapat berlangsung aman, tertib, dan damai.

2. Kebebasan Berkumpul

Kebebasan berkumpul merupakan kebebasan untuk berkumpul secara publik atau privat dan bersama-sama dalam rangka mengekspresikan, mempromosikan, dan
membela kepentingan bersama.

Jeremy McBride dalam The Essentials of Human Rights (2005) menyatakan bahwa kebebasan berkumpul tidak khusus pada kelompok tertentu saja, melainkan berlangsung secara inklusif termasuk kelompok minoritas dan orang yang memiliki pendapat berbeda atau bekerja pada isu-isu sensitif.

3. Kebebasan Pers

Kebebasan pers merupakan kebebasan yang menjamin pers untuk mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi. Kebebasan pers menjamin setiap surat kabar, majalah, buku, atau produk media lainnya untuk terbit tanpa penyensoran, pembredelan, atau pelarangan penyiaran.

4. Kebebasan Beragama

Kebebasan beragama yang masuk dalam empat kebebasan dalam negara demokrasi, merupakan jaminan bagi kebebasan individu untuk menerapkan ajaran agamanya di ruang publik atau pribadi.

Profesor Riset bidang Lektur Keagamaan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (kini Badan Riset dan Inovasi Nasional) Siti Musdah Mulia dalam Koleksi Pusat Dokumentasi Elsam menyatakan kebebasan beragama merupakan hak yang secara spesifik dinyatakan di dalam perjanjian hak asasi manusia sebagai hak yang tidak bisa ditangguhkan pemenuhannya oleh negara selama dalam keadaan bahaya, seperti perang sipil atau invasi militer.



Simak Video "Jurnalis AS Dijatuhi Hukuman 11 Tahun oleh Pengadilan Myanmar"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia