17 Desember 118 Tahun Silam Pesawat Pertama Kali Diterbangkan, Ini Sejarahnya

Kristina - detikEdu
Jumat, 17 Des 2021 18:30 WIB
Pesawat Wright 1903, pesawat pertama yang berhasil diterbangkan pada 17 Desember di dekat Kitty Hawk, sebuah desa di Outer Banks, Carolina Utara.
Foto: Library of Congress, Washington, D.C
Jakarta -

Tepat pada hari ini, Jumat (17/12) menjadi momen bersejarah dalam dunia penerbangan. Pasalnya, sekitar 118 tahun yang lalu, dua bersaudara, Wilbur dan Orville Wright, mencatat penerbangan pertama dengan ketinggian tidak lebih dari 852 kaki atau sekitar 260 meter.

Pesawat Wright, begitu sebutannya, menjadi pesawat bertenaga pertama yang mendemonstrasikan penerbangan berkelanjutan di bawah kendali pilot. Dilansir dari Ensiklopedia Britannica, pesawat ini dirakit pada musim gugur tahun 1903 di sebuah kamp di dasar Kill Devil Hills, dekat Kitty Hawk, sebuah desa di Outer Banks, Carolina Utara.

Wright bersaudara tahu bahwa akan sulit mengoperasikan pesawat beroda dari permukaan kasar dan berpasir di landasan tersebut. Kondisi itulah yang membuatnya memutuskan untuk meluncurkan mesin ke udara dengan mulus di jalur monorel sepanjang 60 kaki.

Mesin rancangan tersebut diterbangkan empat kali pada 17 Desember 1903 setelah upaya pertama gagal pada 14 Desember di tahun yang sama. Jarak penerbangan masing-masing 120, 175, 200, dan 852 kaki atau 36,6, 53,3, 61, dan 260 meter.

Pada awal setiap penerbangan, pesawat diposisikan di kepala rel. Garis penahan membentang dari klip di dekat posisi pilot di ujung depan sayap bawah ke tiang yang didorong ke tanah di belakang mesin.

Untuk menghidupkan mesin, sebuah kotak coil dihubungkan ke busi, dan dua orang menarik baling-baling agar mesin dapat hidup. Ketika pilot sudah siap, tali penahan akan dilepaskan dengan klip tangan dan mesin bergerak ke bawah rel.

Tentang Pesawat Wright 1903

Pesawat Wright 1903 merupakan struktur biplan yang sangat kuat namun fleksibel. Di bagian depan sayap terdapat elevator horizontal dua permukaan dan di belakang terdapat kemudi vertikal dua permukaan. Spar sayap dan bagian panjang lainnya dari pesawat dibuat dari kayu cemara, sedangkan rib atau rusuk sayap dan potongan bengkok atau berbentuk lainnya terbuat dari abu.

Sementara itu, permukaan aerodinamis ditutupi dengan kain muslin yang ditenun halus. Mesin dihubungkan melalui transmisi penggerak rantai ke baling-baling pendorong kembar yang berlawanan, yang berputar pada kecepatan rata-rata 348 putaran per menit.

Dalam mengemudikan pesawat, pilot akan berbaring di sayap bawah biplan dengan posisi pinggul berada di dudukan kayu empuk. Gerakan pinggul ke kanan atau kiri akan mengoperasikan sistem 'wing-warping', yang meningkatkan sudut serang sayap di satu sisi pesawat dan menurunkannya di sisi lain. Hal tersebut memungkinkan pilot menaikkan atau menurunkan ujung sayap (wing tips) di kedua sisi untuk menjaga keseimbangan atau untuk membelokkan arah.

Mesin pesawat 1903 tidak pernah diterbangkan setelah penerbangan pertamanya pada 17 Desember. Saat berada di tanah setelah penerbangan keempat, mesin itu terbalik akibat embusan angin dan mengalami kerusakan parah.

Pesawat tersebut sempat dikirim kembali ke Dayton, Ohio untuk dipasang kembali dan diperbaiki untuk kebutuhan pameran. Sekarang pesawat tersebut dipajang di National Air and Space Museum of the Smithsonian Institution, Washington, D.C.



Simak Video "Pesawat Twin Otter Berisi 22 Orang Hilang Kontak di Nepal"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia