Saat Sangkakala Kedua Ditiup oleh Malaikat Israfil, Apa yang Terjadi?

Rahma Indina Harbani - detikEdu
Jumat, 10 Des 2021 18:00 WIB
kiamat
Ilustrasi kiamat. Peristiwa yang terjadi ketika Malaikat Israfil membunyikan sangkakala kedua adalah hari kebangkitan. (Foto: NASA)
Jakarta -

Sebelum hari kiamat tiba, sejumlah ulama berpendapat bahwa Malaikat Israfil akan meniup sangkakala sebanyak dua kali. Sebagaimana dikutip dari buku Dahsyatnya Hari Kiamat karya Ibnu Katsir, tiupan pertama (nafkhatush sha'aqi) menyebabkan guncangan yang hebat sebagai tanda kehidupan di dunia berakhir.

Apa yang terjadi saat sangkakala kedua ditiup Malaikat Israfil?

Peristiwa yang terjadi ketika Malaikat Israfil membunyikan sangkakala yang kedua adalah kebangkitan manusia dari alam kubur untuk dihisab. Sekaligus dimintai pertanggungjawaban amalnya selama di dunia.

Menurut Ibnu Katsir, tiupan kedua ini terjadi sebelum api mulai menggiring manusia ke Padang Masyhar. Setelah Malaikat Israfil meniupkannya, Allah SWT memanggil seluruh ruh makhluk yang bernyawa. Bahkan, di antaranya ada yang bercahaya atau ruh dari orang-orang yang beriman.

Setiap ruh tersebut pun kembali ke jasad masing-masing dan memasuki jasadnya melalui lubang hidung. Hal ini pun yang membuat tanah-tanah kubur membuka dan seluruh manusia pertama hingga terakhir dibangkitkan dari kubur masing-masing.

Peristiwa inilah yang disebut dengan hari kebangkitan atau Yaumul Ba'ats, sebagaimana diterangkan dalam surat Yasin ayat 51-52,

(51) وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَإِذَا هُمْ مِنَ الْأَجْدَاثِ إِلَىٰ رَبِّهِمْ يَنْسِلُونَ
(52) وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَإِذَا هُمْ مِنَ الْأَجْدَاثِ إِلَىٰ رَبِّهِمْ يَنْسِلُونَ

Artinya: "Lalu ditiuplah sangkakala, maka seketika itu mereka keluar dari kuburnya (dalam keadaan hidup), menuju kepada Tuhannya. Mereka berkata, "Celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?" Inilah yang dijanjikan (Allah) Yang Maha Pengasih dan benarlah rasul-rasul(-Nya)."

Selain itu, disebutkan dalam surat An Naml ayat 87 bahwa tiap makhluk yang mendengar sangkakala dari Malaikat Israfil akan merasa terkejut pada saat itu,

وَيَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ فَفَزِعَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَنْ شَاءَ اللَّهُ ۚ وَكُلٌّ أَتَوْهُ دَاخِرِينَ

Artinya: "Dan (ingatlah) pada hari (ketika) sangkakala ditiup, maka terkejutlah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri."

Pada saat hari kebangkitan itu, waktu di alam kubur hanya terasa sekejap saja bagi umat manusia. Hal ini menjadi bukti kedahsyatan hari kebangkitan itu setelah sangkakala kedua dibunyikan oleh Malaikat Israfil. Seluruh ruh yang dibangkitkan itu pun berlarian ke semua arah tanpa tujuan.

Berkenaan dengan bagaimana Allah SWT menghidupkan kembali orang yang telah terbujur dalam kubur, pernah dijelaskan dalam salah satu hadits Rasulullah SAW. Saat itu, jasad manusia hanya tersisa tulang kecil yakni berupa tulang pangkal ekor.

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda,

"Semua anak (keturunan) Adam pasti dimakan oleh tanah, kecuali tulang punggung bagian bawah. Dari tulang itulah ia diciptakan, dan melalui tulang itu juga tubuhnya disusun kembali," (HR Muslim dan Abu Dawud).

Namun, dalam hadits shahih dijelaskan bahwa jasad para nabi tidak hancur dan musnah seperti jasad manusia pada umumnya. Diriwayatkan dari Abu Dawud bahwa Allah SWT sudah mengharamkan bumi untuk menghancurkan jasad para nabi.

Sebelumnya perlu diketahui, wujud sangkakala seperti yang dijelaskan dalam Ajaran Makrifat Syekh Siti Jenar karya Abu Fajar Alqalami. Sangkakala memiliki bentuk menyerupai tanduk atau terompet tanduk yang besar. Diameter lingkaran kepala tanduk (moncongnya) selebar langit dan bumi.

Sangkakala ini sudah siap dalam posisi mengarah ke Arsyi dan hanya menunggu waktunya kapan Malaikat Israfil mendapat perintah dari Allah SWT. Bahkan, disebut dalam salah satu hadits bahwa Malaikat Israfil tidak pernah berkedip sejak diberikan tugas ini kepadanya.

Rasulullah SAW bersabda,

إن طرْف صاحب الصور مذ وُكل به مستعد ينظر نحو العرش، مخافة أن يؤمر قبل أن يرتد إليه طرفه، كأن عينيه كوكبان دريان

Artinya: "Pembawa sangkakala tidak pernah berkedip sejak diberi tugas. Ia memandang terus ke arah Arsy karena khawatir diperintahkan sebelum matanya kembali berkedip. Kedua matanya laksana bintang bersinar," (HR Hakim).

Untuk itu, setelah memahami gambaran peristiwa yang terjadi ketika Malaikat Israfil membunyikan sangkakala yang kedua ini, diharapkan umat muslim dapat menyiapkan bekal akhirat sebaik-baiknya. Semoga kita semua menjadi golongan terbaik di sisiNya ya, detikers. Aamiin.



Simak Video "Jelang Libur Maulid Nabi, Arus Kendaraan di Tol Cipularang Ramai"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/row)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia