Hari Antikorupsi Sedunia 9 Desember 2021, Seperti Apa Sih Sejarahnya?

Lusiana Mustinda - detikEdu
Kamis, 09 Des 2021 17:30 WIB
Sejumlah aktivis ICW dan Gerakan #BersihkanIndonesia melakukan aksi unjuk rasa di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (8/12/2021).
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Hari Anti Korupsi Sedunia diperingati secara global pada tanggal 9 Desember untuk meningkatkan kesadaran tentang korupsi dan cara-cara memerangi penyakit global ini. Peringatan ini berusaha untuk menyoroti peran setiap bagian masyarakat, organisasi non pemerintah, pemerintah, perwakilan media, sektor swasta, masyarakat sipil, akademisi hingga penegak hukum.

Berangkat dari fenomena sosial, politik, dan ekonomi yang mempengaruhi banyak negara di dunia, korupsi juga memperlambat pembangunan ekonomi dan menjadikan pemerintah tidak stabil.

Menurut PBB, korupsi telah menjadi fenomena global. Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia ini telah melewati proses yang cukup panjang.

Sejarahnya dimulai dari PBB yang menyadari akibat dari kerugian korupsi sehingga hal ini dipandang perlu dirumuskan instrumen hukum internasional terkait pemberantasan anti korupsi yang lebih efektif di tingkat global.

Dilansir dalam First Post, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA) mengadopsi United Nations Convention Against Corruption pada 31 Oktober 2003. Konvensi ini mulai berlaku pada tahun 2005 dan merupakan satu-satunya instrumen anti korupsi universal yang mengikat secara hukum, dengan mayoritas negara menjadi pihak dalam konvensi.

Setelah 40 hari setelahnya, PBB menyetujui Perjanjian Anti Korupsi yang ditandatangani di Merida, Meksiko pada 9 Desember 2003. Nah, dari penandatanganan perjanjian tersebut kemudian ditetapkanlah sebagai Hari Antikorupsi pada 9 Desember setiap tahunnya.

Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang korupsi dan peran konvensi dalam memerangi dan mencegahnya.

Hari Anti Korupsi Sedunia 2021

Tahun ini tema yang diangkat pada Hari Anti Korupsi Sedunia 2021 adalah "Hak Anda, Peran Anda: Katakan Tidak Pada Korupsi". Dalam enam minggu, kampanye tahun ini memfokuskan pada beberapa topik yakni:

1. Pendidikan dan pemuda
2. Olahraga
3. Gender
4. Sektor Swasta
5. COVID-19
6. Kerja sama internasional

Kampanye ini memiliki tujuan untuk berbagi praktik dan memberikan contoh bagaimana mencegah dan memberantas korupsi, tidak hanya di Asia tetapi juga seluruh dunia. Selamat Hari Antikorupsi Sedunia!



Simak Video "Komunitas Masyarakat Tolak Pemindahan Ibu Kota, Sebut Akan Rusak Ekologi Kaltim! "
[Gambas:Video 20detik]
(lus/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia