Ternyata Ini yang Terjadi di Bumi jika Manusia Tidak Pernah Ada

Fahri Zulfikar - detikEdu
Rabu, 08 Des 2021 09:30 WIB
Earth (East view) in male hands isolated on a black background. Space for copy. Earth globe image provided by NASA - https://earthobservatory.nasa.gov/images/84214/blue-marble-eastern-hemisphere
Foto: iStockphoto/Cimmerian
Jakarta -

Jejak umat manusia dapat dilihat di seluruh bumi saat ini. Mulai dari gedung pencakar langit yang mendefinisikan kota metropolitan modern hingga piramida dan monumen kuno lainnya di masa lalu.

Aktivitas manusia juga menandai ladang pertanian terbuka yang luas dan jalan yang menghubungkan semuanya. Lantas apa yang terjadi di bumi jika manusia tidak pernah ada?

Melansir Live Science, beberapa ilmuwan melukiskan gambaran hutan belantara yang masih asli dan berlimpahnya spesies, dari yang familiar hingga yang tidak begitu familiar.

"Saya pikir itu akan menjadi tempat yang jauh lebih bervegetasi dengan kekayaan hewan, berukuran besar yang tersebar di semua benua kecuali Antartika," kata Trevor Worthy, ahli paleontologi dan profesor di Flinders University di Australia, dikutip dari Live Science, Selasa (7/12/2021).

Manusia Penyebab Kepunahan?

Worthy menjelaskan, bahwa bumi tanpa manusia modern mungkin juga berarti bahwa kerabat manusia yang telah punah, seperti Neanderthal, akan tetap ada. Dan mereka, tidak diragukan lagi, juga akan mengubah lanskap.

Menurut laporan yang ditulis Live Science sebelumnya, tingkat kepunahan di Bumi saat ini lebih dari 100 kali lipat dibandingkan dengan tanpa adanya manusia.

Perkiraan ini paling konservatif dan belum pernah lebih tinggi sejak peristiwa kepunahan Cretaceous-Paleogene (K-Pg) yang memusnahkan sekitar 80% spesies hewan, termasuk dinosaurus nonavian, 66 juta tahun yang lalu.

Dengan kata lain, manusia telah memusnahkan planet ini seperti asteroid dan debu masih mengendap saat satwa liar terus menurun.

"Kakek buyut saya bisa mengamati ribuan parkit di pemandangan alam, kakek saya melihat ratusan parkit, ayah saya melihat beberapa dan saya beruntung jika saya bisa melihat dua di hutan," kata Worthy.

Sebagian Besar Bumi Memiliki Ekosistem Seperti Serengeti

Pada tahun 2015, Sören Faurby, dosen senior zoologi di Universitas Gothenburg di Swedia, dalam sebuah penelitian mengatakan bahwa manusia memainkan peran kunci dalam hilangnya banyak mamalia besar sejak ribuan tahun yang lalu.

Dalam penelitiannya yang diterbitkan jurnal Diversity and Distributions, menunjukkan bahwa, tanpa manusia, bumi sebagian besar akan menyerupai Serengeti modern, sebuah ekosistem Afrika yang penuh dengan kehidupan.

Persebaran Mamalia Besar akan Semakin Beragam

Dalam skenario ini, hewan punah yang serupa dengan yang ditemukan di ekosistem Serengeti saat ini termasuk gajah, badak, dan singa akan hidup di seluruh Eropa.

Misalnya, alih-alih Singa Afrika (Panthera leo), masih ada Singa Gua (Panthera spelaea), spesies yang sedikit lebih besar yang hidup di Eropa hingga sekitar 12.000 tahun yang lalu.

Menurut Faurby, Amerika akan menjadi rumah bagi kerabat gajah dan beruang besar, bersama dengan spesies unik, seperti kerabat armadillo seukuran mobil yang disebut Glyptodon dan sloth tanah raksasa.

"Di dunia tanpa manusia, akan ada keragaman mamalia besar yang jauh lebih besar, dan jika Anda melihat keragaman mamalia besar yang lebih besar, Anda cenderung melihat habitat yang jauh lebih terbuka," kata Faurby kepada Live Science.

Tanah yang Lebih Subur

Sementara itu, Christopher Doughty, seorang profesor dan ahli ekologi ekosistem di Northern Arizona University, memodelkan bagaimana hewan besar di masa lalu dan sekarang memindahkan benih dan nutrisi melalui makan dan buang air besar.

Karyanya menunjukkan bahwa transportasi unsur-unsur seperti fosfor, kalsium dan magnesium, yang sangat penting bagi kehidupan, telah menurun lebih dari 90% melalui kepunahan hewan besar.

"Tanpa manusia, elemen akan lebih merata di seluruh lanskap. Ini berarti tanah yang lebih subur, yang akan menyebabkan ekosistem menjadi lebih produktif," kata Doughty.



Simak Video "Suasana Gelaran Sedekah Bumi di Bekasi yang Digelar Sewindu Sekali"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia