Sosok Ratu Pertama Majapahit Ini Pernah Muncul di Game Civilization VI, Siapa Dia?

Novia Aisyah - detikEdu
Senin, 06 Des 2021 06:30 WIB
Relief di Pendapa Agung Trowulan yang menceritakan momen Gajah Mada mengikrarkan Sumlah Palapa di hadapan Ratu Tribhuwana Tunggadewi dan para menteri Majapahit tahun 1331 masehi. Saat itu, Gajah Mada baru diangkat menjadi Mahapatih Majapahit
Foto: Enggran Eko Budianto
Jakarta -

Ratu pertama Kerajaan Majapahit sempat menjadi salah satu tokoh dalam game Civilization VI milik Sid Meier yang dirilis pada 2017 lalu. Mengutip dari CNN US, seri game Civilization ada sejak 1991. Permainan ini mengajak para pemainnya menjadi raja yang memainkan strategi dalam kota-kota simulasi mereka.

Dalam permainan strategi tersebut, ratu pertama Majapahit ini dideskripsikan sebagai ratu yang memimpin tentaranya sendiri dan memimpin kerajaannya ke era keemasan. Siapakah dia?

Ratu Pertama Kerajaan Majapahit

Ratu pertama Kerajaan Majapahit adalah Dyah Gitarja yang memiliki gelar Tribhuwana Tunggadewi. Dyah Gitarja naik takhta menggantikan Jayanagara. Demikian dikutip dari buku Sejarah Raja-raja Majapahit karya Sri Wintala Achmad.

Dyah Gitarja adalah anak dari Dyah Wijaya dan Gayatri. Dia juga mempunyai adik kandung Dyah Wiyat dan kakak tiri Jayanagara. Saat Jayanagara menjadi raja, Dyah Gitarja menduduki posisi Bhre Kahuripan.

Apabila dirunut dari garis keturunan ayah, maka Dyah Gitarja adalah cucu Rakaryan Jayadarma dari Kerajaan Galuh dan Dyah lembu Tal dari Singhasari. Sedangkan dari garis keturunan ibu, dia masih termasuk cucu Raja Singhasari, Kertanegara.

Dalam Serat Pararaton, Dyah Gitarja menikah dengan Cakradhara. Dia menikah setelah Jayanagara meninggal, karena semasa Jayanagara masih menjabat, Dyah Gitarja dilarang menikah.

Dari pernikahan itulah lahir raja keempat Kerajaan majapahit, yakni Hayam Wuruk. Dia dan Cakradhara juga memiliki seorang anak lain bernama Dyah Nertaja yang kelak menjadi Bhre Pajang.

Dalam Serat Pararaton disebutkan, Tribhuwana Tunggadewi didampingi seorang patih bernama Arya Tadah. Namun, dia menjabat Patih Amangkubumi tidak lama karena sakit pada tahun 1251 saka.

Pengunduran Arya Tadah awalnya ditolak, namun akhirnya dikabulkan saat Arya Tadah mengatakan bahwa Bekel Gajah Mada berjasa besar dalam menyelamatkan Jayanagara dan keluarga Majapahit dari ancaman Ra Kuti serta dalam penobatan Tribhuwana sendiri sebagai Raja Majapahit.

Tribhuwana Tunggadewi dan Patih Gajah Mada

Bekel Gajah Mada pun dinobatkan sebagai Mahapatih Amangkubumi pada 1334 dan cita-cita menyatukan Nusantara melalui Sumpah Palapa pun terwujud.

Falsafah kepemimpinan Tribhuwana Tunggadewi adalah 'smara bhumi adi manggala', yang artinya ingin mempersatukan kerajaan-kerajaan di seluruh Nusantara. Pada akhirnya, Dyah Gitarja bersama dengan Patih Gajah Mada, Kertawerdhana (suaminya), dan Adityawarman (raja bawahan Majapahit di Pagaruyung, Sumatra) menaklukkan sisa-sisa Kerajaan Sriwijaya dan Malaya serta Bali.

Ratu pertama Kerajaan Majapahit ini juga memiliki falsafah kepemimpinan mulat laku jantraning dahana. Dalam pemberontakan Sadeng dan Keta, Dyah Gitarja mampu menumpasnya bersama Kertawerdhana.



Simak Video "Kekuasaan Kerajaan Majapahit, Kejayaan Nusantara"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/erd)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia