Dear Mahasiswa, Ini 7 Hal yang Tidak Boleh Dibagikan di Media Sosial

Anatasia Anjani - detikEdu
Sabtu, 04 Des 2021 17:15 WIB
Stiker Add Yours Instagram Disalahgunakan untuk Penipuan
Foto: (Instagram)
Jakarta -

Menggunakan media sosial harus dilakukan dengan hati-hati, pasalnya jika menggunakannya secara ceroboh dapat menjadi celah terjadinya kejahatan seperti bocornya data pribadi.

Akhir-akhir ini kebocoran data pribadi sering terjadi dan tidak sedikit masyarakat yang telah menjadi korban. Fenomena yang baru-baru terjadi yaitu Add Yours di media sosial Instagram yang booming belakangan ini.

Secara tidak sadar, banyak pengguna Instagram yang justru membagikan data pribadi yang seharusnya tidak diumbar di media sosial. Data pribadi ini dapat digunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab untuk mencari keuntungan pribadi.

Menurut Dosen Prodi Informatika Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Chanifah Indah Ratnasari, ada beberapa jenis data yang harus dijaga kerahasiaannya.

Chanifah menjelaskan, ada dua jenis data yang harus dijaga kerahasiaannya dan jangan sampai orang-orang mengetahuinya.

Data yang Harus Dijaga Kerahasiannya

1. Data privat/ data pribadi yang secara langsung dapat mengidentifikasi individu. Misalnya, nama panggilan, nama keluarga, nomor telepon/ ponsel, nomor KTP, nomor SIM, atau informasi pribadi lainnya.

2. Data sensitif (sensitive data) berisi informasi rahasia yang harus dijaga keamanannya dan jauh dari jangkauan publik. Misalnya data kesehatan, opini politik, informasi keuangan (nomor rekening bank dan kartu kredit), data biometrik, rasa tau etnis, agama, dan informasi rahasia lainnya.

7 Data yang Tidak Boleh Dibagikan

Berikut adalah 7 data yang tidak boleh dibagikan di media sosial:

1. Nomor identitas pribadi seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), SIM, Nomor KK, NPWP, nomor paspor, nomor plat kendaraan, nomor rekening bank, nomor kartu kredit, nomor keanggotaan (rumah sakit, gimnasium) dan lain-lain. Sebisa mungkin menghindari selfie dengan dokumen tersebut.

2. Foto dokumen pribadi, seperti foto KTP, SIM, paspor, akta kelahiran, ijazah, tiket perjalanan, buku rekening, slip gaji, boarding pass, sertifikat tanah dan dokumen pribadi yang bersifat rahasia lainnya.

3. Nama panggilan alias atau pun nama masa kecil yang berpotensi disalahgunakan. Termasuk nama ibu kandung yang biasanya digunakan untuk konfirmasi data oleh pihak bank.

4. Tanda tangan.

5. Alamat dan nomor kontak. Termasuk juga alamat rumah, alamat sekolah anak, alamat email personal (bukan ditujukan untuk bisnis), nomor ponsel pribadi, dan nomor telepon rumah.

6. Informasi medis seperti riwayat penyakit, alergi hingga foto rontgen.

7. Geolocation atau lokasi kamu saat ini.

"Karena sharing informasi pribadi tanpa dipilah karena latah mengikuti tren dapat menjadi celah penyalahgunaan yang mengarah kepada tindak kejahatan," tandas Chanifah.

Tetap jaga keamanan data pribadi kalian ya, detikers!



Simak Video "Viral! Ada yang Ngaku Tertipu Gegara 'Add Yours' Instagram"
[Gambas:Video 20detik]
(atj/atj)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia