Pakai 'Semen' Beras Ketan, Kenapa Tembok China Dibangun?

Trisna Wulandari - detikEdu
Jumat, 03 Des 2021 11:30 WIB
BEIJING, CHINA - DECEMBER 16:  Snow covers Jiankou Great Wall on December 16, 2019 in Beijing, China. The Jiankou Great Wall is located in the northwestern part of Huairou District, Beijing suburbs, with an altitude of 1141 meters. is the most dangerous and also most beautiful Great Wall in Beijing.  (Photo by Lintao Zhang/Getty Images)
Tembok China di Jiankou, pinggiran Beijing di ketinggian 1.141 mdpl saat musim dingin 2019 yang berbahaya namun juga indah. Kenapa Tembok China dibangun? Foto: Getty Images/Lintao Zhang
Jakarta - Tembok Besar China merupakan rangkaian tembok kota yang menjadi salah satu keajaiban dunia. Tembok yang semula sepanjang 13.171 mil atau sekitar 21.196 km ini kini punya bagian tembok utuh sepanjang 1.700 mil atau sekitar 2.735 km.

Tembok China dikenal di negaranya dengan nama Wanli Changcheng, tanpa embel embel "Tembok Besar" atau "Tembok Raksasa". Wanli Changcheng memiliki arti "10.000-Leagues Long Wall".

Karena cheng bermakna tembok kota, Tembok China tidak hanya sekedar deretan tembok, tetapi juga terdiri dari menara pengintai, gerbang, dan menara suar. Kenapa tembok China dibangun?

Mitos dan Fakta Tembok China

Kenapa Tembok China Dibangun?

Tembok China semula dibangun untuk membentengi wilayah China di perbatasan utara, termasuk dari serangan suku nomaden, seperti dikutip dari History.

Area tembok China merupakan lokasi perang dan pertempuran kecil antara orang China dengan bangsa lain selama ratusan tahun, seperti dengan orang Xiongnu pada masa dinasti Qin, dengan orang Khitan pada masa dinasti Song dan dengan orang Mongol pada masa dinasti Ming, seperti dikutip dari Encyclopedia Britannica.

Meskipun Tembok China kelak tidak benar-benar efektif untuk menghalangi penyerangan ke China, tembok besar ini berfungsi sebagai simbol kekuatan dan ketahanan peradaban China.

Seberapa Tua Tembok China?

Sejarawan mencatat pembangunan Tembok Besar China sudah berlangsung sebagai tembok benteng pada tahun 770-476 SM di Periode Musim Semi dan Musim Gugur dan pada Periode Warring States sekitar tahun 475-221 SM. Dengan demikian, usia Tembok China hampir mencapai 3.000 tahun.

Adonan Beras Ketan dan Jeruk Nipis

Peneliti di Zhejiang University mendapati jeruk nipis serta campuran air dan beras ketan digunakan sebagai mortar atau adonan untuk membangun Tembok China.

Dalam Study of Sticky Rice‚ąíLime Mortar Technology for the Restoration of Historical Masonry Construction, peneliti Fuwei Yang dkk. menemukan, mortar beras ketan dan jeruk nipis punya sifat fisik lebih stabil, penyimpanan mekanis lebih besar, dan lebih cocok untuk bata kuno.

Menurut penelitian, menggunakan ketan sebagai bahan konstruksi adalah salah satu inovasi terbesar dari dinasti Ming untuk membantu makam hingga pagoda tahan gempa dan bencana.

Dibangun Ribuan Tahun

Pembangunan masif Tembok China diperintahkan secara resmi oleh Kaisar Qin Shi Huang, kaisar pertama kesatuan China sekitar tahun 220 SM. Setelah dibangun terpisah-pisah per kelompok masyarakat, tembok-tembok negara bagian hancurkan dan dimodifikasi untuk membentengi China dari kelompok nomaden di utara.

Bagian paling sulit dan paling terkenal dari Tembok China didirikan di masa dinasti Ming, sekitar tahun 1368-1644. Tembok dinasti Ming dibuat di dekat Sungai Yalu yang kini berbatasan dengan Korea Utara kini ke Provinsi Gansu, seperti dikutip dari Smithsonian Magazine.

Menara ikonik dan gerbang di Tembok China yang didirikan masa dinasti Ming ini menarik wisatawan yang berkunjung ke Beijing, Tianjin, dan Hebei.

Kuburan Terpanjang di Bumi

Lebih dari 300.000 anggota wamil, tentara tawanan, dan tahanan dipaksa menyelesaikan proyek tembok besar ini di tengah udara yang dingin, penyediaan makanan yang tidak cukup, dan di lereng pegunungan yang terjal. Kondisi yang tidak berpihak pada pekerja tersebut menyebabkan sekitar 400.000 korban jiwa.

Sebagian Dibangun Ulang

Meskipun merupakan warisan budaya yang penting, sejumlah bagian Tembok China sudah pernah dipotong untuk membuat jalan modern. Sementara itu, sebagian tembok dibiarkan tanpa perawatan.

Pada pemerintahan Mao Zedong, pemerintah juga mendorong warga mengambil batu Tembok China untuk bahan membangun rumah. Hingga kini, bebatuan Tembok China masih diambil warga di pelosok untuk bahan membangun rumah dan kandang hewan.

Kelak beberapa bagian Tembok China dibangun ulang atau direstorasi. Salah satunya yaitu area paling barat tembok di di barat laut Jiayu Pass, lalu di Huangya Pass, dan di Mutianyu, sekitar 90 km di timur laut Beijing.

Bagian Tembok China yang paling populer di Badaling, sekitar 70 km dari Beijing, direstorasi pada tahun 1970. Area Tembok Besar China tersebut kelak menarik ribuan wisatawan lokal dan mancanegara setiap hari.



Simak Video "300 Ribu Hektar Lahan Gambut di RI Sukses Direstorasi Selama 2021"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia