Siapa Sahabat Nabi yang Bergelar Al Faruq? Ini Kisah Lengkapnya

Rahma Indina Harbani - detikEdu
Jumat, 03 Des 2021 07:00 WIB
Ilustrasi Umar bin Khattab
Ilustrasi Umar bin Khattab, sahabat nabi yang memiliki gelar Al Faruq. (Foto: Fauzan Kamil/detikcom)
Jakarta - Sahabat nabi yang memiliki gelar Al Faruq adalah Umar bin Khattab RA. Gelar ini didapatkannya langsung dari Rasulullah SAW dengan makna mampu berlaku tegas dalam membedakan mana yang benar dan mana yang salah.

"Umar bin Khattab RA juga mendapat julukan Al Faruq yang berarti sang pembeda antara yang haq (benar) dan yang batil (salah). Gelar ini diberikan langsung oleh Rasulullah SAW," tulis keterangan dari buku Umar bin Khattab RA yang dibuat oleh Abdul Syukur al-Azizi.

Berdasarkan catatan para ulama dalam buku tersebut, masih ditemukan sejumlah pendapat mengenai latar belakang Rasulullah SAW memberikan gelar tersebut pada Umar bin Khattab. Seperti menurut Prof Dr Ali Muhammad ash Shalabi berpendapat, gelar ini didapatnya karena Umar menunjukkan keislaman di Kota Mekah.

Melalui hal itu, Umar dikatakan mampu untuk membedakan antara orang kafir dan orang yang beriman. Sementara menurut Dr. Musthafa Murad, gelar Al Faruq didapatkan Umar karena dirinya mampu membedakan mana yang benar dan salah.

Namun, latar belakang julukan ini ternyata diriwayatkan dalam salah satu hadits. Kisah latar belakang Umar bin Khattab menjadi sahabat nabi yang memiliki gelar Al Faruq dapat disimak pada tulisan berikut yang dikutip dari buku Manusia-manusia yang Dirindukan Surga karya As'ad Muhammad.

Latar Belakang Umar bin Khattab Memiliki Gelar Al Faruq

Menurut riwayat yang disampaikan oleh Ibnu Abbas tentang latar belakang kenapa sahabat nabi ini memiliki gelar Al Faruq. Kisah ini diceritakan langsung oleh Umar bin Khattab saat dirinya hendak masuk Islam.

"Hamzah telah mendahuluiku tiga hari ketika ia masuk Islam, maka ketika Allah melapangkan dadaku untuk menerima Islam sebagai agamaku, aku mengucapkan, 'Allah, tiada Tuhan selainNya Sang Pemilik nama-nama yang baik, tidak ada jiwa di bumi ini yang lebih aku cintai dari pada jiwa Rasulullah SAW,'

Kemudian aku berkata, 'Di mana Rasulullah?'

Saudaraku menjawab, 'Beliau sedang berada di rumah al-Arqam bin Abi al-Arqam di Shafa,'

Kemudian aku mendatangi rumah yang tempat Rasulullah berada sebagaimana ditunjukkan oleh saudariku. Sesampainya di sana, aku melihat Hamzah sedang duduk-duduk dengan para sahabatnya di emper rumah, sedangkan Rasulullah berada di dalam rumah."

Singkat cerita, Umar bin Khattab yang sampai di rumah Rasulullah SAW pun datang menghampiri beliau dan mengucapkan dua kalimat syahadat di hadapannya. Para saabat yang berada di sana pun sontak meneriakkan kalimat takbir secara serentak hingga terdengar oleh penduduk sekitar Masjidil Haram.

Kemudian pada hari pertama Umar memeluk Islam, ia pun berkata,

"Ya Rasulullah, apakah aku di dalam kebenaran jika aku mati ataupun jika aku hidup?"

Rasulullah SAW menjawab, "Iya Umar, demi Zat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, engkau sungguh dalam kebenaran jika engkau mati ataupun jika engkau hidup."

Umar pun kembali bertanya, "Kalau begitu, kenapa kita masih merahasiakan keislaman kita, demi Zat yang mengutusmu dengan membawa kebenaran, mari kita keluar wahai Rasulullah,"

Mendengar hal tersebut, Rasulullah SAW memerintahkan para sahabat untuk menuju masjid. Sebab, pada hari itu, umat Islam mulai menampakkan identitasnya secara terang-terangan.

Rasulullah kemudian membagi para sahabat ke dalam dua barisan. Hamzah memimpin barisan yang pertama, sedangkan Umar memimpin barisan yang lainnya. Umar berkata,

"Debu-debu beterbangan di sekitar kami, sampai kami tiba di dalam Masjidil Haram. Kemudian aku memandang ke arah orang-orang Quraisy yang sedang memerhatikan kami dan ke arah Hamzah. Aku melihat di wajah mereka sebuah rona kesedihan yang belum pernah menimpa mereka sebelumnya,"

Semenjak peristiwa itulah, Rasulullah SAW memberikan gelar Al Faruq pada Umar bin Khattab. Kisah ini juga yang disampaikan oleh Shahib ash-Shofwah dan disampaikan oleh ar-Razi.

Umar bin Khattab dikenal memiliki ketegasan dan keberanian tinggi hingga disegani oleh banyak pihak, termasuk Quraisy. Sebab itu, kabar bahwa Umar masuk Islam menjadi kabar bahagia bagi umat Islam pada saat itu.

Sebelum masuk Islam, Umar menjadi penentang Islam yang sangat keras. Namun setelah masuk Islam, dia menjadi pembela Islam di barisan terdepan. Itulah kisah sahabat nabi yang memiliki gelar Al Faruq.

Simak Video "Jelang Libur Maulid Nabi, Arus Kendaraan di Tol Cipularang Ramai"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia