5 Raja Kerajaan Singasari dan Kisah Tragedi yang Menyertai Jelang Suksesi

Kristina - detikEdu
Kamis, 02 Des 2021 14:45 WIB
Candi Jawi di Pasuruan peninggalan Kerajaan Singasari
Candi peninggalan kerajaan Singasari. Foto: (Muchammad Irfan/d'Traveler)
Jakarta - Kerajaan Singasari adalah kerajaan bercorak Hindu-Budha yang terletak di Jawa Timur. Mayoritas sumber sejarah menyebut ada lima raja kerajaan yang bertahta selama berdirinya kerajaan.

Sejarah mengenai kerajaan Singasari tertulis dalam kitab Pararaton dan Negarakertagama. Kerajaan ini didirikan pada tahun 1222 oleh raja pertamanya yang bernama Ken Arok. Ia bertahta hingga tahun 1227.

Kerajaan Singasari pada mulanya bernama Tumapel dengan Kutaraja sebagai ibu kotanya. Pergantian nama kerajaan hingga suksesi kepemimpinan di Singosari diwarnai dengan pertumpahan darah, antara keturunan Ken Arok dan keturunan Tunggul Ametung, bupati Tumapel.

Dijelaskan dalam buku Mengenal Kerajaan-kerajaan Nusantara oleh Deni Prasetyo, Tumapel merupakan sebuah daerah yang berada di bawah kekuasaan Kerajaan Kediri. Tumapel dipimpin oleh Tunggul Ametung yang saat itu disebut dengan akuwu atau bupati dengan Ken Arok sebagai pengawalnya.

Ken Arok diketahui jatuh hati kepada isteri Tunggul Ametung yang bernama Ken Dedes. Hingga pada suatu ketika Ken Arok membunuh Tunggul Ametung dan memperistri Ken Dedes. Pada saat itu Ken Dedes tengah mengandung tiga bulan anak dari Tunggul Ametung.

Sepeninggalan Tunggul Ametung, Ken Arok menggantikan posisi sebagai akuwu baru di Tumapel. Pada tahun 1222, terjadi perseteruan antara Raja Kediri dan kaum brahmana yang menggabungkan diri dengan Ken Arok.

Dalam pertarungan yang meletus di desa Ganter tersebut, pasukan Tumapel berhasil mengalahkan pasukan Kediri. Kemenangan tersebut membuat Ken Arok mengangkat dirinya sebagai raja pertama kerajaan Tumapel dan bergelar Sri Ranggah Rajasa Sang Amurwabhumi.

Raja-raja Singasari

Dalam perjalanan kerajaan terjadi pergantian nama dari Tumapel menjadi Singasari. Pergantian nama ini terjadi pada masa raja kedua. Berikut raja kerajaan Singasari termasuk yang paling terkenal di antaranya:

1. Ken Arok

Ken Arok adalah pendiri sekaligus raja pertama kerajaan Singasari. Dalam kitab Pararaton disebutkan bahwa dia adalah anak Dewa Brahma yang lahir dari seorang wanita desa Pangkur, selatan Gunung Kawi.

Ken Arok hanya bertahta selama lima tahun, dari tahun 1222 hingga 1227. Dia dibunuh oleh seorang budak atas perintah Anusapati. Anusapati sendiri merupakan anak Tunggul Ametung yang dikandung Ken Dedes.

2. Anusapati

Sepeninggalan Ken Arok, kerajaan diambil alih oleh Anusapati. Ia memerintah sekitar 21 tahun lamanya, dari tahun 1227 hingga 1248. Namun, tidak banyak diketahui apa yang terjadi selama masa pemerintahannya. Pada tahun 1248, Anusapati meninggal di tangan Tohjaya yang tak lain adalah putra Ken Arok.

3. Tohjaya

Setelah mengalahkan Anusapati, Tohjaya menjadi raja kerajaan Singasari. Namun, raja ketiga ini hanya memerintah dalam waktu yang singkat, tidak sampai satu tahun. Tohjaya harus meninggal akibat balas dendam yang dilakukan oleh Rangga Wuni, putra Anusapati.

4. Wisnuwardhana

Rangga Wuni kemudian menjadi raja keempat menggantikan posisi Tohjaya di Singasari. Ia bergelar Sri Jaya Wisnuwardhana. Raja Wisnuwardhana memerintah pada tahun 1248 hingga 1268.

5. Kertanegara

Wisnuwardhana mengangkat putranya yang bernama Kertanegara sebagai raja muda pada tahun 1248. Namun, ia tetap memerintah sampai akhirnya Kertanegara tumbuh dewasa dan sanggup memegang kendali kerajaan.

Wisnuwardhana meninggal pada tahun 1268. Kerajaan Singasari kemudian resmi dipimpin oleh Kertanegara. Dalam kitab Negarakertagama, Kertanegara adalah raja kerajaan Singasari yang paling terkenal dan menjadi raja yang luar biasa. Ia terkenal dalam bidang politik hingga agama.

Simak Video "Tepisan Meghan Markle Usai Dituding Bermain Politik di AS"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia