Catat! Ini Perilaku Ular yang Harus Diketahui Menurut Dosen IPB

Novia Aisyah - detikEdu
Sabtu, 20 Nov 2021 14:56 WIB
IPB University
Foto: IPB University
Jakarta - Dosen IPB University dari Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Dr Mirza Dikari Kusrini, memberikan penjelasan tentang fenomena ular yang menjadi pembicaraan hangat di Kampus IPB Dramaga, Bogor. Menurutnya, IPB dikenal sebagai kampus biodiversitas.

Nah, jenis ular yang ada di IPB tidak berbeda jauh dengan ular yang ada di pemukiman di luar kampus. Bahkan di pemukiman di area perkotaan.

"Memang ada beberapa jenis ular di Kampus IPB Dramaga yang mungkin susah ditemukan di pemukiman. Tetapi kebanyakan dan beberapa ular yang dianggap berbahaya itu, sebenarnya bisa ditemukan di permukiman juga," kata Mirza, dalam rilis dari IPB, Sabtu (20/11/2021).

Mirza mencontohkan, ular piton dan kobra juga bisa ditemukan di pemukiman. Ia menyebut, banyak orang yang belum paham bahwa ular seperti kobra maupun piton, bisa bertahan di perkotaan.

Pasalnya, ular jenis ini bisa berada di pemukiman karena mampu beradaptasi dengan lingkungan pemukiman. Oleh karenanya berpotensi menimbulkan konflik dengan manusia.

"Jadi tidak aneh kalau di kampus IPB Dramaga Bogor ada ular. Di kampus mana pun atau tempat-tempat mana pun yang memiliki kebun maupun taman, pasti akan ditemukan ular," ungkap ahli herpetofauna yang kepakarannya telah diakui dunia internasional ini.

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa sebetulnya tidak mudah untuk menemukan ular, terlebih sampai dipatok ular. Menurutnya, ular bukan tipe hewan yang menyerang, tetapi ular ini cenderung untuk lari menghindar.

"Kalau ada getaran, ular akan kabur. Beberapa jenis ular akan mempertahankan sarangnya jika diganggu," tambah Dr Mirza.

Dosen IPB University dari Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata (KSHE) ini menegaskan, hal yang perlu diperhatikan adalah kita harus memahami bahwa ada satwa liar di sekitar kita, sehingga perlu berhati-hati. Tidak hanya itu, ia menekankan supaya kita tetap memakai pelindung diri ketika pergi ke kebun, hutan, maupun area yang masih banyak terdapat satwa liar.

Terkait kasus mahasiswa IPB University yang meninggal karena diduga digigit ular, ia menyebut, pengalaman ini dapat menjadi pembelajaran bagi masyarakat untuk lebih mengenali gigitan ular serta penanganannya setelah tergigit ular.

Sementara itu, Nathan Rusli dari Herpetofauna Indonesia menambahkan, ular dapat menggigit bila merasa terancam seperti diinjak atau dipukul. Maka, dia menyarankan pentingnya edukasi kepada seluruh mahasiswa soal cara menghadapi ular, baik di dalam atau di luar ruangan.

Sedangkan salah seorang aktivis UKF IPB, Imam mengatakan bahwa organisasinya sudah punya data 29 jenis ular di area kampus IPB University sejak 2016 sampai 2021.

"Dari temuan tersebut, hanya ada tujuh jenis ular yang berpotensi membahayakan manusia apabila tergigit. Jadi sebenarnya tidak perlu takut berlebihan. Tapi waspada memang penting," kata Imam.

Salah satu mahasiswa IPB University diberitakan meninggal di Kebun Percobaan Cikabayan, Kampus IPB Dramaga. Penyebabnya diduga karena digigit ular berbisa.

"Berdasarkan hasil visum, pada kaki korban terdapat bekas satu gigitan ular," ujar Kapolres Bogor AKBP Harun dikutip dari detiknews, Kamis (18/11/2021).

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan IPB University Drajat Martianto juga mengatakan mahasiswa tersebut meninggal saat tengah berolahraga pagi. Menurutnya, suasana area kebun sepi.

Simak Video "Jokowi Sarankan Mahasiswa Kedokteran Juga Belajar Robotik"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia