Serba-serbi Ragam Hias: Fungsi, Jenis, Motif, dan Polanya

Kholida Qothrunnada - detikEdu
Jumat, 19 Nov 2021 12:00 WIB
Batik tidak hanya sekedar motif bergambar tapi juga kerap memiliki filosopi yang mendalam. Seperti halnya Batik Handayani Geulis Bogor yang bermakna kearifan lokal.
Batik merupakan salah satu jenis ragam hias (Foto: Dikhy Sasra)
Jakarta - Ragam hias disebut juga ornamen berasal dari bahasa Yunani yaitu, 'ornare' yang berarti "menghias". Secara umum, ragam hias adalah suatu karya seni rupa berbentuk dasar hiasan, yang dibuat dengan tujuan untuk memperindah suatu benda, agar benda tersebut menjadi bermakna dan menarik.

Ragam hias merupakan salah satu bentuk karya seni rupa yang sudah berkembang sejak zaman prasejarah. Karya seni ini dapat berperan sebagai sarana untuk memperkenalkan kearifan lokal di daerah, yang mengandung nilai-nilai budaya dari masyarakat Indonesia.

Hasil seni karya ragam hias dapat berupa seni tulisan seperti pada kain batik, tenunan, ukiran, bordir, dan pahatan yang mempunyai jenis dan bentuk yang bervariasi.

Berikut merupakan penjelasan jenis, motif, pola dan teknik ragam hias seperti dikutip dari buku modul seni budaya Kemendikbud berjudul "Simbol Kearifan Lokal: Ragam Hias pada Media Kertas" yang ditulis oleh Sri Rahyuningsih dan Suci Paresti:

Motif Ragam Hias

  • Ragam Hias Flora (vegetal)

Sesuai dengan namanya, objek dari ragam hias flora adalah tumbuh-tumbuhan, yang bentuk motifnya bisa berupa kelopak bunga, tangkai, pohon ataupun daun-daunan.

  • Ragam Hias Fauna (animal)

Ragam hias fauna adalah hasil karya objek dan karya seninya didasarkan dari bentuk-bentuk binatang. Dalam pembuatannya, ragam hias jenis fauna juga suka dikombinasikan dengan jenis fauna tanpa mengurangi bentuk aslinya.

Atau dengan kata lain, penggambaran fauna dalam ornamen sebagian besar merupakan hasil gubahan atau stilasi. Stilasi adalah teknik mengubah bentuk asli dari sumber menjadi bermacam-macam bentuk baru yang bersifat dekoratif, tapi ciri khas bentuk aslinya masih terlihat.

Sehingga pada ragam hias fauna, jarang kita temukan binatang sesuai bentuk aslinya. Hanya saja, hasil gubahan tersebut masih mudah dikenali bentuk dan jenis binatangnya.

Dalam visualisasi ragam hias fauna, bentuk binatang terkadang hanya diambil pada bagian tertentu saja (tidak sepenuhnya) serta acapkali dikombinasikan dengan motif lain.

Contohnya: motif burung cenderawasih yang berasal dari Papua pada kain batik.

  • Ragam Hias Geometris

Ragam hias geometris adalah ragam hias yang dikembangkan dari bentuk-bentuk geometris seperti: bentuk bidang (lingkaran, segitiga, kotak, trapesium dan lain-lain), dengan unsur-unsur garis, volume/ruang, dan sudut, yang bisa dikombinasikan menjadi bentuk yang indah.

  • Ragam Hias Figuratif

Ragam hias figuratif, yaitu ragam hias yang bentuk objeknya didapatkan dari manusia. Ragam hias jenis ini biasanya terdapat pada bahan tekstil, maupun bahan kayu yang bermotif bagian tubuh atau bagian wajah manusia.

Pola Ragam Hias

Beberapa bentuk pola ragam hias terdiri dari pola ragam hias tepi, memojok, memusat, bidang beraturan, komposisi, dan pengulangan, hal ini tentu disesuaikan dari tujuan pembuatannya.

Adapun pola-pola ragam hias menurut penempatannya terdiri dari:

  • Pola simetris

Komposisi yang berpola simetris meletakkan fokusnya di tengah, dan meletakkan unsur-unsurnya di bagian kiri sama dengan bagian kanan, ibarat pinang dibelah dua. Jika ada dua fokus dalam komposisi simetris, maka penempatannya bisa satu di kiri, satu di kanan.

Penempatan demikian memberikan kesan bagian kiri dan bagian kanan seimbang atau sama kuat. Komposisi berpola simetris memberikan kesan formal, beraturan dan statis.

  • Pola asimetris

Motifnya terbentuk akibat dari komposisi yang tidak berimbang, namun tetap memiliki kesatuan.

  • Pola tepi

Motifnya terbentuk dari pengulangan bentuk sebelumnya, yang digunakan untuk menghias bagian tepi.

  • Pola menyudut

Motifnya membentuk pola segi tiga, atau disesuaikan dengan bentuk ragam hias yang sudah ada.

  • Pola gabungan

Pola yang dapat membentuk ragam hias baru, dari corak yang memusat dan berdiri sendiri.

  • Pola beraturan

Pola yang dihasilkan dari bentuk corak dan bidang susunan yang sama dan berulang.

  • Pola tidak beraturan

Ragam hias yang dihasilkan dari pola ini akan bervariasi, karena terdiri dari beberapa motif berbeda tanpa mengikuti proporsi dan komposisinya.



Simak Video "Inspiratif! Difabel di Kudus Ini Bikin Patung-Ukiran Wajah dari Kayu Bekas"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia