Siapakah Keturunan Majapahit yang Disebut Masih Hidup? Ini Sosok Mereka

Novia Aisyah - detikEdu
Rabu, 17 Nov 2021 15:00 WIB
Warga menunggu sesaji yang dilempar di kawah untuk diambil saat ritual adat Yadnya Kasada di Tengger, Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, Senin (6/7/2020). Upacara lelabuh pada rangkaian ritual Yadnya Kasada itu, sebagai sesembahan suku Tengger kepada Sang Hyang Widhi. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/hp.
Gambar Suku Tengger keturunan Majapahit yang masih hidup. Foto: Antara Foto
Jakarta - Di Indonesia, ada suku yang disebut sebagai keturunan Majapahit. Suku ini pun masih hidup hingga zaman modern kini. Siapakah mereka?

Majapahit adalah salah satu kerajaan terbesar di Nusantara yang berdiri pada 1293 sampai sekitar 1527, demikian menurut buku Hikayat Majapahit: Kebangkitan dan Keruntuhan Kerajaan Terbesar di Nusantara oleh Nino Oktorino.

Kerajaan ini dulunya berpusat di Jawa Timur. Masa kejayaan Majapahit adalah ketika dipimpin oleh Prabu Hayam Wuruk. Dia memperluas kekuasaan sampai Asia Tenggara.

Di samping Hayam Wuruk ada mahapatih terkenal Gadjah Mada. Dalam Kitab Negarakertagama yang ditulis Mpu Prapanca 1365, Kerajaan Majapahit dulunya punya 80 kerajaan bawahan dari Sumatera bagian barat sampai Papua bagian timur. Namun, hal ini juga masih jadi perdebatan sejarawan modern.

Keturunan Majapahit yang Masih Hidup

Meski sudah sangat lama runtuh, sisa-sisa kejayaan era Majapahit masih dapat disaksikan berdasarkan fakta sejarah. Demikian juga mengenai keturunannya, menurut beberapa sumber yang didapat detikEdu, ada salah satu suku di Indonesia yang disebut sebagai keturunan Majapahit.

Suku yang disebut sebagai keturunan Kerajaan Majapahit adalah suku Tengger. Dicatat dalam buku Filsafat dan Kearifan dalam Agama dan Budaya Lokal karya Syarif Hidayatullah dkk., suku Tengger turut meyakini mereka adalah keturunan langsung Majapahit.

Sejak awal Kerajaan Majapahit, Tengger sudah diakui sebagai tanah hila-hila, artinya tanah suci. Penghuni di dalamnya diklaim sebagai abdi bidang kerohanian Sang Hyang Widi Wasa.

Suku ini dikenal taat dalam agama. Mereka masih memegang kepercayaan atas roh dan alam gaib. Apapun yang mempunyai tenaga atau kekuatan, mereka meyakini dapat menentukan keberhasilan atau kegagalan suatu usaha manusia.

Sejarah Suku Tengger

Pegunungan Tengger dikutip dari Majalah Adiluhung Edisi 11, termasuk dalam wilayah Kabupaten Probolinggo, Lumajang, Pasuruan, dan Malang.

Kembali pada buku Filsafat dan Kearifan dalam Agama dan Budaya Lokal, sejarah suku Tengger dapat ditelusuri dari keruntuhan Majapahit, penyebaran agama Islam, dan berdirinya Kerajaan Demak. Sejumlah sejarawan berpendapat, penduduk Majapahit yang dahulu merasa terdesak dengan kedatangan Islam kemudian melarikan diri ke Bali dan pedalaman di sekitar Gunung Bromo dan Semeru.

Dalam sejarahnya juga ada legenda di mana suku Tengger merupakan keturunan dari pimpinan mereka, yakni putri dari Raja Brawijaya, Roro Anteng yang menikah dengan brahmana bernama Joko Seger.

Nama Tengger diambil dari suku kata keduanya, 'teng' dari Roro Anteng dan 'ger' dari Joko Seger. Upacara Kasodo suku tengger yang populer itu juga berawal dari legenda Roro Anteng dan Joko Seger yang menyerahkan putra bungsu mereka, Raden Kusuma pada dewa.

Itulah sosok masyarakat yang dianggap sebagai keturunan Kerajaan Majapahit. Detikers sudah pernah mengunjungi Bromo?

Simak Video "Dua Jenazah Korban Erupsi Semeru Kembali Ditemukan"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia