5 Penyebab Kehancuran Kerajaan Ottoman, Apa Saja?

Trisna Wulandari - detikEdu
Sabtu, 13 Nov 2021 12:00 WIB
ISTANBUL, TURKEY - JULY 24: Curtains cover a Christian fresco inside the Hagia Sophia Grand Mosque after the first official Friday prayers were held on July 24, 2020 in Istanbul, Turkey. Turkeys President Recep Tayyip Erdogan attended the first Friday prayer inside the Hagia Sophia Mosque after it was officially reconverted into a mosque from a museum. The controversial decision to change the iconic buildings status came after Turkeys highest administrative court voted on July, 10 to revoke the structures status as a museum allowing it to be converted back to a mosque. Throughout its history the UNESCO World Heritage site has served as a Byzantine Cathedral, a mosque under Ottoman rule, and most recently a museum. Thousands of worshippers from all over Turkey flocked to the site for the chance to pray inside the historic building for the first Friday prayers.   (Photo by Chris McGrath/Getty Images)
Masjid Hagia Sophia, Turki, peninggalan Kerajaan Ottoman. Foto: Getty Images/Chris McGrath
Jakarta - Kerajaan Ottoman sempat menjadi salah satu pemerintahan dengan kekuatan ekonomi dan militer terbesar pada tahun 1500-an. Saat itu, wilayah kekuasaan Ottoman mencakup hingga tenggara Eropa, Timur Tengah, dan Afrika Utara. Apakah detikers tahu, kenapa Kerajaan Ottoman runtuh dari kejayaannya?

Kejayaan Kerajaan Ottoman tidak hanya soal perdagangan, militer, dan perekonomian. Dikutip dari History, Kerajaan Ottoman juga unggul di bidang arsitektur hingga astronomi. Tetapi, selama 600 tahun berdiri, kerajaan ini rupanya mengalami kemunduran perlahan hingga resmi berakhir pada 1922.

Kenapa Kerajaan Ottoman Runtuh

1. Perpecahan Politik

Kendati membawa Kerajaan Ottoman ke puncak kejayaan, sultan Suleyman I the Magnificent pelan-pelan menarik diri dari tugas-tugas administratif dan lebih banyak bersenang-senang.

Dikutip dari Encyclopaedia Britannica, Wazir Agung atau menteri tertinggi di kerajaan sukses mengambil alih dan mengerjakan tugas-tugas sultan. Tetapi, sejumlah dukungan jadi terbelah antara keduanya.

2. Tidak Ikut Revolusi Industri

Kerajaan Ottoman tidak mengikuti langkah di Eropa untuk menjalankan revolusi industri pada tahun 1700-1800-an. Keputusan ini membuat pertumbuhan ekonomi Kerajaan Ottoman lebih lemah dari Britania Raya, Prancis, dan Rusia.

Saat Perang Dunia I, kerajaan ini tidak punya kemampuan industrial untuk memproduksi senjata berat, amunisi, besi, dan baja yang dibutuhkan dalam pembangunan jalur kereta agar dapat mendukung jalannya perang.

3. Beragam Namun Kurang Persatuan

Di masa kejayaan, kekuasaan Kerajaan Ottoman mencapai wilayah Bulgaria, Mesir, Yunani, Hungaria, Yordania, Libanon, Israel, Palestina, Makedonia, Roma, Siria, sebagian Arab Saudi, dan wilayah teluk utara Afrika.

Menurut Michael A. Reynolds, Associate Professor di Near Eastern Studies, Princeton University, keberagaman ini tidak cukup membuat Kerajaan Ottoman bersatu untuk menjadi sebuah bangsa demokratis yang modern. Setelah beberapa pemberontakan, kemerdekaan Bulgarian dan beberapa negara lain, Ottoman kalah pada Perang Balkan (1912-1913). Kekalahan ini memaksa Kerajaan Ottoman melepaskan sisa wilayahnya di Eropa.

4. Penduduk Kurang Pendidikan

Kerajaan Ottoman tercatat sempat mengupayakan meningkatnya pendidikan warganya pada 1800-an. tetapi, pada 1914, hanya 5-10 persen penduduknya yang bisa membaca. Hal ini menyebabkan Kerajaan Ottoman kekurangan pelatih militer, insinyur, administrator, dokter, dan tenaga ahli mumpuni lainnya.

5. Memihak Jerman di Perang Dunia I

Berada di kubu Jerman pada Perang Dunia I, hampir 500.000 tentara Kerajaan Ottoman wafat di peperangan karena penyakit. Sementara itu, sekitar 2,8 juta warga terluka dan sakit.

Pada Oktober 1918, Kerajaan Ottoman menyerah pada Britania Raya dan mundur dari peperangan. Pihak yang menang di Perang Dunia II kelak membagi-bagi wilayah Kerajaan Ottoman yang tersisa.

Nah, itu dia 5 alasan kenapa Kerajaan Ottoman runtuh. Selamat belajar, detikers!


Tonton juga video tentang hidden gem pantai di Parung, Bogor, berikut ini:

[Gambas:Video 20detik]



(twu/pay)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia