Rukun Tayamum Ada 5, Siswa Sudah Tahu Belum?

Rahma Indina Harbani - detikEdu
Rabu, 10 Nov 2021 17:30 WIB
Muslim boy praying
Foto: Getty Images/iStockphoto/wichianduangsri/Rukun Tayamum Ada 5, Siswa Sudah Tahu Belum?
Jakarta - Rukun tayamum ada 5 sesuai dengan gabungan pendapat dari imam besar mazhab. Keseluruhan rukun ini harus dipenuhi oleh seseorang sebagai syarat sahnya tayamum yang dilakukan. Seperti halnya rukun sholat yang tidak boleh ditinggalkan satu rukun pun.

"Apabila kurang satu rukun, maka tayamum tersebut tidak sah dan tidak dianggap sesuai syar'i," tulis Syaikh Abdul Qadir Ar-Rahbawi dan H. Ahmad Yaman, Lc dalam buku Panduan Lengkap Shalat menurut Empat Imam Madzhab.

Lalu, apa saja rukun tayamum tersebut?

5 Rukun Tayamum Sesuai dengan Pendapat Imam Besar Mazhab

1. Niat

Membaca niat merupakan salah satu dari rukun tayamum sesuai dengan mazhab Maliki dan Syafi'i. Namun, menurut mazhab Hanafi dan Hambali, niat dianggap sebagai syarat.

Syarat adalah kegiatan didahulukan atas suatu pekerjaan dengan tenggang waktu yang singkat, sedangkan rukun tidak sah untuk dilakukan sebelum amal tertentu, namun termasuk dalam amal itu sendiri.

Adapun bacaan niat tayamum berikut dengan artinya adalah sebagai berikut,

نَوَيْتُ التَّيَمُّمَ لِاسْتِبَاحَةِ الصَّلَاةِ للهِ تَعَالَى

Bacaan latin: Nawaytu tayammuma li istibaakhati sholati lillahi ta'ala

Artinya: "Aku berniat tayamum agar diperbolehkan sholat karena Allah."

Menurut mazhab Syafi'i, tayamum harus diniatkan untuk melakukan sholat dan tidak boleh diniatkan untuk mengangkat hadats. Sebab, tayamum hanyalah thaharah (bersuci) untuk keadaan darurat, sehingga tidak dapat menjadi ibadah yang sempurna.

Niat tayamum juga hanya berlaku untuk satu kali sholat wajib. Namun, masih bisa digunakan untuk melaksanakan sholat sunnah atau ketika hendak memegang Al Quran.

2. Sha'id (tanah berdebu) yang suci

Sha'id yang suci adalah tanah berdebu yang tidak terkena najis. Tidak sah menggunakan tanah yang pernah terkena najis meskipun bekasnya sudah hilang. Penjelasan ini dapat disimak dalam buku Fikih Empat Madzhab Jilid 1 karya Syaikh Abdurrahman Al-Juzairi.

"Jika debu sudah bersentuhan dengan najis, maka debu itu tidak sah lagi untuk digunakan bertayamum, meskipun unsur najisnya atau bekasnya sudah tidak ada lagi," tulis Syaikh Abdurrahman Al-Juzairi.

Sementara itu, sha'id dapat berupa apapun yang sejenis dengan tanah sebagaimana tertuang dalam suatu hadits,

"Dan bumi dijadikan untukku dan umatku sebagai masjid dan alat bersuci," (HR Ahmad dan yang lainnya).

Mazhab Syafi'i berpendapat bahwa pasir atau tumpukan batu-batu kecil dapat digunakan untuk bertayamum. Dengan catatan, kedua benda tersebut harus berdebu. Debu lumpur juga boleh digunakan selama terlihat berdebu ketika dihentakkan.

Mazhab ini juga mensyaratkan agar debu yang digunakan berbeda dengan debu yang pernah digunakan untuk bertayamum sebelumnya.

3. Mengusap seluruh wajah

Salah satu rukun tayamum yang berjumlah ada 5 adalah mengusap seluruh wajah. Walaupun hanya dengan satu tangan atau pun satu jari sekali pun. Termasuk jenggot, sekeliling kelopak mata, antara jenggot dan tulang yang mengarah ke telinga, hingga pembatas antara dua lubang hidung.

Menurut mazhab Hanafi, mengusapkan debu ke wajah dilakukan sebanyak dua tepukan. Bila wajah sudah terkena debu lalu diusapkan dengan tangan, maka usapan itu sudah terhitung satu tepukan. Hal ini didasarkan pada sabda Rasulullah,

التَّيَمُّمُ ضَرْبَتَانِ ضَرْبَةٌ لِلْوَجْهِ, وَضَرْبَةٌ لِلْيَدَيْنِ إِلَى اَلْمِرْفَقَيْنِ

Artinya: "Tayamum itu dua kali tepukan, satu tepukan untuk wajah dan satu tepukan untuk kedua telapak tangan sampai siku." (HR Ad Daruquthni)

4. Mengusap kedua tangan sampai siku

Untuk mengusap kedua tangan hingga siku, diwajibkan untuk melepas apa pun yang menghalangi seperti, cincin, gelang, dan jam tangan. Berbeda dengan wudhu, bagian yang tertutupi benda-benda tersebut harus diusap dengan sempurna saat bertayamum.

Untuk mazhab Maliki dan Hambali, hukum mengusap dua tangan sampai pergelangan adalah wajib. Sementara mengusapnya sampai siku hukumnya sunnah.

5. Kontinyu (muwalat)

Artinya, ada kesinambungan dalam mengusap wajah dan kedua tangan. Tidak ada jeda yang lama di antara keduanya. Perkara ini masuk dalam rukun tayamum sesuai dengan pendapat mazhab Maliki dan Hambali. Namun, mazhab Hanafi dan Syafi'i berpendapat bahwa kesinambungan tersebut adalah sunnah.

Demikianlah penjelasan mengenai rukun tayamum yang berjumlah ada 5 sesuai mazhab imam besar. Bersuci merupakan salah satu tuntunan yang dianjurkan dalam Islam. Jadi, sudah sepatutnya umat muslim memahami rukun ini.

Simak Video "Badai Debu Selimuti Sebagian Wilayah Karachi"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/erd)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia