5 Tips Aman Berkendara di Jalan Tol dari Dosen Ubaya

5 Tips Aman Berkendara di Jalan Tol dari Dosen Ubaya

Fahri Zulfikar - detikEdu
Senin, 08 Nov 2021 16:20 WIB
Selangkah lagi, Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati bakal bisa ditempuh penuh lewat jalan tol. Jalan akses langsung ke jalan tol ditargetkan selesai bulan September 2021.
Foto: A.Prasetia/detikcom
Jakarta -

Berkendara di jalan bebas hambatan atau tol membutuhkan konsentrasi dan ketertiban yang baik. Pengendara wajib memiliki pemahaman terhadap berbagai aspek seperti rambu lalu lintas dan kondisi jalanan.

Tentu hal tersebut tidak bisa disepelekan mengingat akhir-akhir cukup banyak terjadi kecelakaan di jalan tol seperti yang menimpa Vanessa Angel dan Febri Ardiansyah di Km 672.300 Tol Jombang-Mojokerto dan Dekan Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Prof Ir I Gede Suparta Budisatria di Tol Cipali.

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan saat berada di jalan tol, pengemudi wajib mementingkan keamanan dalam berkendara.

Melansir laman resmi Universitas Surabaya (Ubaya), Senin (8/11/2021), Dosen Teknik Mesin dan Manufaktur Ubaya Yuwono Budi Pratiknyo, S.T., M.T. memberikan tips aman untuk mengurangi potensi kecelakaan di jalan tol. Apa saja tipsnya?


1. Jaga Jarak Aman

Hal pertama yang perlu pengendara adalah jaga jarak aman. Sebab kecelakaan di jalan tol sering melibatkan sejumlah kendaraan.

Yuwono menjelaskan, pengemudi bisa memperkirakan jarak kendaraan dengan kendaraan lain di depannya jeda tiga detik untuk merespon pengereman yang mungkin terjadi secara mendadak. Tentunya hal tersebut dapat disesuaikan dengan kecepatan berkendara.

"Kemampuan mobil dalam proses pengereman hingga menghentikan laju mobil antara 0.5 hingga 1 detik. Jadi waktu tiga detik itu aman proses pengereman," ungkapnya.


2. Jaga Kecepatan Aman

Setelah menjaga jarak, pengemudi wajib memperhatikan kecepatan. Meski melaju di jalan bebas hambatan, bukan berarti pengemudi bisa bebas melajukan kendaraannya.

Poin ini sangat penting karena kebanyakan kecelakaan terjadi disebabkan karena laju kendaraan yang tinggi. Padahal di jalan tol terdapat batas laju kendaraan yang aman.

Batas kendaraan itu diatur agar pengendara roda empat bisa dengan nyaman melaju saat kondisi jalan kering maupun basah.

"Kalau di jalur kiri sekitar 60 meter/ jam, harusnya kalau menyalip ke kanan lalu ke kiri lagi," jelas Yuwono.


3. Melihat dan Dilihat

Tips ini juga penting dilakukan setiap pengemudi baik di jalan tol ataupun di jalan umum. Caranya, pengemudi wajib memelihara penglihatan sejauh mata memandang. Bukan hanya sekedar melaju, pengemudi harus mengerti kondisi lingkungan sekitar.

Menurut Yuwono, pengemudi harus jeli melihat dari sinar lampu pengendara lain tapi juga menyalakan lampu kendaraannya.

Karena dalam beberapa kasus yang terjadi, lampu kendaraan dimodifikasi sangat terang yang justru mengganggu pengendara lain.

"Sering kali, lampu riting dimodifikasi hitam yang dapat mengurangi pengendara untuk melihat," ujar dia.

4. Waspada dan Mencari Potensi Objek Berbahaya

Selalu waspada menjadi poin penting bagi pengendara agar bisa mengantisipasi apa yang akan terjadi di depannya.

Yuwono mencontohkan, pengendara harus bisa menangkap penglihatan dari jauh jika ada tikungan atau belokan. Misalnya di tol yang memiliki tebing, maka harus dilihat potensi bahaya terhadap kelongsoran.


5. Cek Fisik Kendaraan Secara Rutin

Biasanya, seseorang hanya akan mengecek fisik kendaraan hanya saat bepergian jauh. Padahal cek fisik kendaraan harus dilakukan secara rutin agar tahu kondisi detail sebelum berjalan.

Pengecekan fisik kendaraan tersebut misalnya seperti kondisi ban dan tekanan angin ban, kadar oli pada batas kapasitas oli yang dibutuhkan dan radiator kendaraan.

Saat perjalanan jauh, Yuwono memberi pesan agar pengemudi memperhatikan kondisi kendaraan dengan beristirahat tiga sampai empat jam untuk mengurangi risiko kecelakaan.

"Makanya perjalanan jauh kita disarankan untuk beristirahat tiga sampai empat jam perjalanan karena pada kondisi ekstrim melaju terus misal dari Jakarta ke Surabaya bisa mengakibatkan rawan kecelakaan," pungkasnya.



Simak Video "Cerita Korban Soal Detik-detik Kecelakaan Maut Tol Cipali KM 139"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/lus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia