Waspadai La Nina, Ini Dampaknya bagi Global dan Indonesia

Anatasia Anjani - detikEdu
Sabtu, 30 Okt 2021 16:45 WIB
Fenomena La Nina memajukan musim hujan di wilayah Indonesia jadi lebih awal yakni mulai Oktober 2021. Kondisi ini akan berdampak pada peningkatan curah hujan bulanan.
Foto: Andhika Prasetia
Jakarta -

La Nina berasal dari bahasa Spanyol yang berarti anak perempuan. Dalam klimatologi, La Nina adalah fenomena alam di mana suhu muka laut di Samudera Pasifik bagian tengah turun hingga menjadi lebih dingin daripada biasanya.

La Nina terjadi apabila angin mengembus air hangat permukaan laut dari Amerika Selatan ke arah barat menuju Indonesia, sehingga air dingin naik ke permukaan.

Proses penghangatan perairan Indonesia mendorong pembentukan awan yang berlebih sehingga meningkatkan curah hujan yang cukup signifikan.

La Nina terjadi secara berpola. La Nina sebelumnya berlangsung dari tahun 1998-2001, 2005-2006, 2007-2008, 2008-2009, 2010-2012, 2016, 2017-2018, serta 2020.

Dampak La Nina bagi Iklim Global

La Nina akan mengakibatkan peningkatan curah hujan di Pasifik barat tepatnya di Indonesia, sebagian besar Asia Tenggara, dan bagian utara Australia.

Selain itu, La Nina akan menyebabkan curah hujan yang lebih rendah di sebagian pantai Timur Asia, Amerika bagian Tengah, dan dapat menyebabkan iklim yang lebih dingin di sebagian wilayah Barat dan Timur Afrika, Jepang, sebagian besar pantai Barat Amerika Serikat, dan Brazil bagian Selatan.

Dampak La Nina bagi Indonesia

Mengutip laman Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Kulonprogo, dampak dari La Nina bergantung pada musim dan bulan, wilayah, dan intensitas.

La Nina juga meningkatkan curah hujan bulanan di Indonesia. Curah hujan meningkat seiring masuknya awal musim hujan.

Akumulasi curah hujan lebih dari 300 mm/bulan umumnya terjadi di Pesisir Barat Samudera, tepatnya di wilayah sekitar Pegunungan Bukit Barisan, Kalimantan bagian barat dan utara, serta sebagian Papua.

La Nina juga menambah curah hujan secara signifikan pada Oktober-November di awal musim hujan.

La Nina menguatkan curah hujan bulanan. Berikut penjelasannya:

Oktober: Sebagian besar wilayah Indonesia kecuali sebagian Sumatera dan Kalimantan.

November: Sebagian wilayah terutama Indonesia bagian Tengah, Timur, dan Selatan.

Desember: Sebagian wilayah terutama wilayah Indonesia Timur dan Selatan.

Januari: Sebagian besar wilayah Indonesia tidak mengalami peningkatan curah hujan signifikan.

Februari: Peningkatan curah hujan di Sebagian wilayah Indonesia bagian utara, penguarangan curah hujan di bagian barat.

Maret: Sebagian wilayah terutama wilayah Indonesia timur dan selatan.

Itulah penjelasan mengenai La Nina dan dampaknya secara global dan Indonesia. Harap selalu berhati-hati ya detikers!



Simak Video "Fenomena La Nina Picu Musim Hujan Tiba Lebih Awal di Oktober 2021 "
[Gambas:Video 20detik]
(atj/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia