Teks Eksplanasi: Pengertian, Ciri, Struktur, dan Contohnya

Anatasia Anjani - detikEdu
Kamis, 28 Okt 2021 17:30 WIB
Kaca mata kutu buku. dikhy sasra/ilustrasi/detikfoto
Foto: Dikhy Sasra/Teks Eksplanasi: Pengertian, Ciri, Struktur, dan Contohnya
Jakarta - Teks eksplanasi adalah teks yang menjelaskan mengenai proses terjadinya atau terbentuknya suatu fenomena alam maupun peristiwa sosial. Pada teks eksplanasi, sebuah peristiwa terjadi karena ada kejadian yang lain sebelumnya, dan peristiwa tersebut akan mengakibatkan peristiwa lain lagi sesudahnya.

Pengertian Teks Eksplanasi

Jadi, dapat disimpulkan teks eksplanasi merupakan teks yang menguraikan serangkaian peristiwa. Teks eksplanasi juga memiliki fungsi sosial yaitu memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai proses terjadinya sesuatu. Teks ini juga disusun berdasarkan prinsip sebab-akibat.

Berikut adalah penjelasan tentang teks eksplanasi yang dikutip dari buku Teks dalam Kajian Struktur dan Kebahasaan karya Taufiqur Rahman:

  • Ciri Bahasa Teks Eksplanasi

Teks Eksplanasi memiliki ciri bahasa sebagai berikut yaitu:

1. Fokus terhadap hal umum (generik). Teks ini juga menjelaskan mengenai fenomena alam atau peristiwa sosial.

2. Lebih banyak menggunakan kata kerja material dan relasional.

3. menggunakan konjungsi waktu dan kausal misalnya jika, bila, sehingga, sebelum, pertama, dan kemudian.

4. Menggunakan kalimat pasif.

5. Menggunakan istilah ilmiah.

6. Bahasanya ringkas, menarik, dan jelas.

Contoh teks eksplanasi biasanya seperti proses terjadinya gempa bumi, proses terjadinya gerhana bulan, proses terjadinya hujan, proses terbentuknya polusi tanah.

  • Struktur Teks Eksplanasi

1. Pernyataan umum: berisi informasi singkat mengenai apa yang dibicarakan; pernyataan umum tentang suatu topik, yang akan dijelaskan proses keberadaannya, proses terjadinya, proses terbentuknya, dan sebagainya.

Memiliki pembukaan yang bersifat ringkas, menarik, dan jelas, serta mampu membuat pembaca tertarik untuk membaca detailnya.

2. Deretan penjelasan; pada bagian ini merupakan urutan uraian atau penjelasan tentang peristiwa yang terjadi seperti menjelaskan proses keberadaan atau proses terjadinya sesuatu.

Paragraf ini sangat relatif untuk menjawab pertanyaan bagaimana yang jawabannya berupa pernyataan

Teks eksplanasi merupakan teks yang menjelaskan suatu proses oleh karena itu perlu dijelaskan secara bertahap atau berurutan dari pertama hingga terakhir.

3. Interpretasi: pada bagian ini berisikan pendapat singkat penulis sekaligus kesimpulan atau pernyataan tentang topik/ proses yang dijelaskan. Bagian ini juga merupakan penutup dari teks eksplanasi.

  • Contoh Teks Eksplanasi

Setiap orang, hampir semuanya mengenal tentang apa itu banjir. Fenomena alam ini memang seolah sudah menjadi langganan beberapa daerah di Indonesia saat memasuki musim hujan. Pada tinjauan ilmiah, banjir adalah fenomena alam yang merupakan naiknya air ke daratan, sehingga menutup sebagian maupun seluruh wilayah itu. Pada dasarnya, banjir adalah bagian siklus hidrologi yang berlangsung secara ilmiah di bumi.

Pada proses perputaran air di dunia, kapasitas air di permukaan bumi tergantung dengan curah hujan serta kemampuan serap air tanah. Jika salah satu unsur tersebut tidak bisa untuk menjalankan peran secara baik, maka itulah yang lalu memicu terjadinya banjir jika seiring berjalannya waktu volume terus bertambah.

Secara alamiah, banjir dapat diakibatkan karena adanya hujan lokal serta propagasi limpasan di daerah hulu di dalam suatu wilayah atau suatu area tangkapan. Tapi, ada pula banjir yang sebabnya adalah ulah manusia, misalnya karena area serap air yang ada penumpukan sampah, pendangkalan wilayah di sekitar aliran sungai dan lain sebagainya.

Proses dari banjir yang terjadi dengan alamiah diawali hujan turun serta berlangsunglah presipitasi air ke permukaan tanah. Air lazimnya akan tertahan di tanah oleh akar tumbuhan ataupun organisme yang lain, kemudian dialirkan ke jalur di bawah tanah ke tempat yang lebih rendah. Kemudian, akan disampaikan ke laut dan sebagian yang lain akan mengalami penguapan secara langsung.

Hanya pada kasus banjir, air yang telah di dalam tanah tidak bisa untuk diserap dengan sempurna. Hal ini disebabkan karena tidak adanya tumbuhan penghambat, dapat pula karena jenis tanah yang tidak serap air. Akibatnya, di atas tanah air masih menggenang. Jika hujan terus menerus terjadi serta air tidak bisa untuk terserap baik, genangan air akan menjadi semakin tinggi dan menyebabkan banjir.

Demikian penjelasan mengenai teks eksplanasi. Apakah detikers sudah memahaminya?

Simak Video "Apple Bakal Bikin Siri Berbahasa Indonesia "
[Gambas:Video 20detik]
(atj/pay)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia