6 Cara Bantu Teman yang Alami Depresi, Mahasiswa Perlu Tahu!

Trisna Wulandari - detikEdu
Selasa, 26 Okt 2021 09:30 WIB
A young woman sits on a couch with her unrecognizable therapist.  She puts her head in her hand as she looks out the window with a sad expression.  Her therapist puts a hand on her shoulder.
Ilustrasi membantu teman yang mengalami depresi. Foto: iStock/6 Cara Bantu Teman yang Alami Depresi, Mahasiswa Perlu Tahu!
Jakarta - Depresi merupakan gangguan mental yang umum dialami manusia di dunia. WHO mencatat, 5 persen orang dewasa di dunia mengalami depresi.

Kendati umum, detikers perlu membantu teman yang sedang depresi. Sebab, dikutip dari WHO, depresi merupakan salah satu faktor risiko terjadinya bunuh diri.

Senada dengan data WHO, Riset Kesehatan Dasar atau Riskedas 2018 juga mendapati prevalensi angka depresi di Indonesia mencapai 6,1 persen. Data ini menunjukkan bahwa depresi menjadi salah satu masalah yang perlu ditangani.

Psikolog dan Dosen Universitas Airlangga (Unair) Dr. Hamidah, M.Si., Psikolog mengatakan, gejala utama depresi yang nampak di antaranya tidak bersemangat, waktu tidur dan nafsu makan kacau, tidak ada minat dalam interaksi sosial, serta rasa sedih mendalam yang berkepanjangan dan tidak jelas sebabnya.

Ia menjelaskan, jika sudah mencapai puncaknya, depresi dapat menyebabkan seseorang terpikir untuk bunuh diri maupun membunuh orang lain.

"Gejala depresi ada banyak sekali dan memang harus kita perhatikan. Seseorang baru bisa dikatakan depresi jika gejala-gejala tersebut muncul selama kurang lebih enam minggu lamanya," tegas Hamidah.

Dosen Departemen Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental Unair ini menjelaskan, faktor internal penyebab depresi meliputi karakter individu dan kesiapan menghadapi permasalahan. Sementara itu, faktor eksternal penyebab depresi di antaranya yaitu adanya kejadian yang tidak diharapkan, masalah ekonomi, dan kondisi tidak menyenangkan yang berkepanjangan.

Dalam mengatasi depresi, sambungnya seseorang membutuhkan dukungan dan bantuan dari orang lain. Bentuk-bentuk dukungan yang bisa dilakukan, kata Hamidah, meliputi dukungan moral, dukungan sosial, dukungan informasi, hingga materi.

Hamidah mengatakan, salah satu sosok berpengaruh dalam mengatasi depresi adalah teman. Sebab, seorang individu, khususnya remaja, umumnya menghabiskan sebagian besar waktu bersama temannya. Nah, bagaimana cara membantu teman yang sedang depresi?

Cara Membantu Teman yang Depresi

1. Mendengar Hingga Tidak Mengucilkan

Hamidah menjelaskan, dukungan pada teman bisa berbentuk sikap dan perbuatan sederhana sehari-hari. Kendati tidak sederhana, sikap dan perbuatanmu yang dipikir baik-baik dapat berpengaruh besar pada kondisi teman dengan gangguan depresi.


"Dukungan itu tidak harus yang berlebih-lebih, cukup dengan tidak mencemooh, tidak mengucilkan, tidak menggosipkan, dan mau mendengarkan. Hal itu sudah membantu untuk meyakinkan penderita depresi bahwa mereka juga punya kelebihan dan bisa melawan depresi," jelas Hamidah.

Dikutip dari Psychology Today, mendengarkan teman yang mengalami gangguan depresi adalah salah satu hal penting yang bisa kamu lakukan. Tanyakan apa yang ia rasakan, tetapi jangan paksa ia bicara jika tidak ingin membuka diri.

Untuk menjadi pendengar yang baik, kamu bisa mendengar dengan saksama alih-alih memberi tahu bagaimana caranya agar merasa lebih baik. Setelah mendengar, kamu bisa menanyakan apa yang bisa kamu lakukan untuk membantunya ketika mereka merasa depresi.

2. Bantu Teman Cari Informasi

Hamidah menjelaskan, stigma terkait depresi berisiko membuat orang sulit untuk terbuka dengan kondisinya dan malu untuk mencari bantuan. Kondisi mental orang dengan gangguan depresi ini diperburuk dengan banyaknya orang yang menjadikan depresi dan bunuh diri sebagai bahan candaan.

Sebagai seorang teman, kata Hamidah, detikers bisa membantu mencari informasi tentang gejala yang dirasakan oleh penderita depresi dari sumber-sumber terkait. Kamu juga dapat mengarahkan teman untuk menghubungi profesional seperti psikolog dan psikiater.


"Kita juga harus membantu untuk membuktikan bahwa tidak semua pikiran buruk yang dimiliki oleh penderita depresi itu benar. Bahwa mereka juga punya banyak hal-hal positif yang bisa dikembangkan," sambungnya.

3. Memahami Depresi

Memahami depresi membantu kamu mengerti orang yang sedang mengalami gangguan depresi, apakah ia sudah membaik, membutuhkan perawatan lain, atau bantuan tambahan. Dikutip dari Psychology Today, kamu bisa belajar mengenal apa itu gangguan depresi, gejala, hingga penanganannya.

4. Mendukung Perawatannya

Salah satu hal penting yang dapat kamu lakukan sebagai teman adalah membantu mereka mengatur dan mengingatkan perencanaan dan pelaksanaan penanganan gangguan depresinya. Penanganan depresi mencakup minum obat, konsultasi kesehatan dengan praktisi sesuai rekomendasi, dan mencari dukungan tambahan yang diperlukan.

Contohnya, kamu bisa mengingatkan teman untuk minum obat setiap hari, mengantarkan mereka konsultasi ke psikolog atau psikiater, dan membuatkan janji konsultasi.

5. Membantu Kegiatan Sehari-hari

Orang dengan gangguan depresi seringkali punya kesulitan untuk mengerjakan tugas sehari-hari. Jika sudah tahap berat, orang dengan depresi jadi tidak mampu dan tidak termotivasi untuk melakukan hal sederhana sehari-hari.

Untuk itu, kamu bisa membantu memotivasi dan membuat teman yang mengalami depresi untuk mandi, makan, dan keluar ruangan. Kamu juga bisa mendorong dan menemani mereka berbelanja sehari-hari, membersihkan rumah, dan membayar tagihan bulanan.

Di samping itu, kamu juga bisa mencoba mendorong teman tersebut untuk melakukan hal-hal yang rutin mereka lakukan sebelum depresi, seperti bekerja, kuliah, sekolah, hangout dengan teman, jalan-jalan, dan bersosialisasi. Bantu mereka untuk tetap terlibat secara sosial, tetapi jangan dipaksa jika mereka tidak siap.

6. Mengenali Tanda Peringatan Bunuh Diri

Perlu diingat, orang dengan gangguan depresi lebih rentan akan percobaan bunuh diri atau meninggal karena bunuh diri. Perhatikan segera apabila temanmu mengatakan jika mereka "tidak ingin bangun," "ingin mati saja," "tidak ingin merasakan sakit lagi," atau "kamu lebih baik jika saya tidak ada."

Orang dengan tanda peringatan bunuh diri juga seketika memberikan banyak barang-barang miliknya pada orang lain, seketika merasa lebih baik, dan lain-lain. Hamidah menekankan, depresi bisa disembuhkan.

Koordinasi yang baik antara penderita dengan pihak profesional, kata Hamidah, merupakan salah satu kunci penting penyembuhan orang dengan gangguan depresi. Dukungan dari lingkungan, lanjutnya, juga bisa mempercepat perbaikan kondisi mental pengidap depresi.

"Intinya sebagai seorang teman, kita harus memberi dukungan, sekecil apapun. Bahkan hanya dengan sekedar mendengarkan pun, sudah menjadi sebuah bantuan yang besar untuk penderita depresi," pungkas Hamidah.

Nah, itu dia cara membantu teman yang sedang depresi. Yuk, bantu teman kita agar bisa merasa lebih baik ya detikers.

Simak Video "Pengakuan Mahasiswa yang 'Di-SmackDown' Polisi: Agak Sedikit Pegal-pegal"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/pay)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia