Pengertian Konveksi dan Contoh Peristiwanya, Siswa Perlu Pahami

Kholida Qothrunnada - detikEdu
Jumat, 22 Okt 2021 08:00 WIB
Blackboard full of equations (quantum, relativty....)
Foto: Getty Images/virtualphoto
Jakarta - Konveksi merupakan perpindahan kalor melalui zat perantara (medium) dengan gerak partikel-partikelnya.

Kalor adalah energi panas yang berpindah dari benda bersuhu tinggi ke benda bersuhu lebih rendah, seperti dikutip dari e-Modul IPA Paket B Setara SMP/MTs terbitan Kemdikbud yang ditulis oleh Udik Pujianto, ST.

Terjadinya perubahan suhu pada kalor, tergantung dari jenis benda dan zat massanya. Semakin tinggi suhu, maka akan menghasilkan energi panas yang lebih tinggi atau besar pula. Kalor memiliki satuan dalam standar internasional (SI), yaitu joule (J).

Kalor mempunyai sifat berpindah, merambat/mengalir, dan dapat berubah bentuk. Perpindahan kalor terbagi menjadi tiga, yaitu konduksi, konveksi, dan radiasi.

Konduksi adalah perpindahan kalor yang terjadi tanpa disertai perpindahan partikel-partikelnya. Sedangkan radiasi adalah perpindahan kalor yang terjadi tanpa memerlukan medium atau perantara.

Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih dalam mengenai perpindahan panas secara konveksi. Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini ya detikers!

Peristiwa Perpindahan Kalor Secara Konveksi

Peristiwa konveksi merupakan proses mengalirnya kalor pada benda yang ikut bergerak bersama aliran kalor. Salah satu faktor yang mempengaruhi bergeraknya aliran kalor secara konveksi adalah adanya perubahan suhu.

Dikutip dari e-Modul Fisika Paket C Setara SMA/MA Kelas XI yang ditulis oleh Marga Surya Mudhari, Drs, MT, perpindahan kalor secara konveksi biasanya terjadi pada zat cair dan gas. Zat tersebut nantinya akan memuai, kemudian berubah menjadi lebih ringan, sehingga dapat bergerak.

Air dan udara selalu mengalir sambil membawa kalor disebut juga sebagai arus air dan angin. Akibat adanya air yang mengalir, maka terjadilah perbedaan ketinggian, misalnya dari gunung ke pantai. Begitu juga dengan udara yang merambat atau berpindah tempat, mengakibatkan adanya perbedaan tekanan.

Timbulnya arus air dan angin tersebut terjadi karena adanya perbedaan suhu, antara tempat satu dengan tempat yang lainnya, sehingga menimbulkan kalor yang ada ikut mengalir.

Untuk lebih jelasnya, peristiwa perpindahan kalor secara konveksi bisa kita lihat dalam kehidupan sehari-hari adalah pada saat memasak atau merebus air.

Detikers, coba bayangkan ketika kalian ingin membuat air itu matang, tentu memerlukan energi panas untuk menaikkan suhu airnya. Bagian bawah yang dipanaskan, ternyata mampu membuat air pada bagian atas juga ikut panas. Nah, peristiwa perpindahan panas pada air tersebut, disebut dengan konveksi.

Contoh lain dari adanya peristiwa perpindahan kalor secara konveksi, adalah sebagai berikut:


Perpindahan aliran pada sistem sirkulasi udara pada kipas angin, dan AC (air conditioner) dalam ruangan.

- Penggunaan pengering rambut (hair dryer)
- Sistem pada mesin kendaraan mobil
- Pergerakan balon udara yang mampu bergerak naik dan turun
- Sistem perpindahan suhu yang ada pada kulkas
- Terjadinya air darat dan angin laut
- Naiknya asap pada cerobong pabrik
- Nyalanya radiator pada kendaraan
- Adanya pergerakan mantel bumi

Nah, itu tadi penjelasan mengenai pengertian dan peristiwa perpindahan panas secara konveksi. Detikers, jadi lebih paham kan?



Simak Video "Jokowi: Kalau Produk Tidak Energi Hijau, Bagaimana Kita Bisa Ekspor?"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia