Kisah Insiden Ni'ihau, Pilot Jepang yang Salah Mendarat saat Serangan Pearl Harbor

Kristina - detikEdu
Kamis, 21 Okt 2021 14:26 WIB
388685 06: (FILE PHOTO) Ford Island is seen in this aeriel view during the Japanese attack on Pearl harbor December 7, 1941 in Hawaii. The photo was taken from a Japanese plane. December 7, 2001 marks the 60th anniversary of the Japanese attack on Pearl Harbor. (Photo by Getty Images)
Foto: Getty Images/Kisah Insiden Ni'ihau, Pilot Jepang yang Salah Mendarat saat Serangan Pearl Harbor
Jakarta - Pilot pesawat tempur Jepang, Shigenori Nishikaichi, mengalami nasib sial dalam pertempuran Pearl Harbor. Kejadian itu berlangsung pada Minggu pagi 7 Desember 1941.

Pemuda berumur 22 tahun tersebut meluncurkan serangan udara bersama ratusan pesawat tempur lainnya. Tercatat, serangan sengit ini menewaskan 1.000 orang dalam kapal raksasa yang berlabuh di Pearl Harbor, kapal Arizona.

Serangan Pearl Harbor (1941) merupakan serangan udara kejutan di pangkalan angkatan laut Amerika Serikat (AS) di Pearl Harbor, Pulau Oahu, Hawaii oleh Jepang yang mempercepat masuknya Amerika Serikat ke dalam Perang Dunia II. Serangan tersebut juga membuat armada AS lumpuh.

Melansir Ensiklopedia Britannica, Armada Pasifik AS telah ditempatkan di Pearl Harbor sejak April 1940. Selain hampir 100 kapal angkatan laut, termasuk 8 kapal perang, terdapat angkatan udara dan militer yang substansial.

Pada hari Minggu pagi, 7 Desember 1941, Washington mengetahui bahwa para duta besar Jepang telah diperintahkan untuk meminta wawancara dengan menteri luar negeri pada pukul 1:00 siang (07:30 waktu Pearl Harbor). Hal tersebut merupakan pertanda bahwa perang sudah dekat. Namun, ada kekacauan dalam komunikasi yang menyebabkan peringatan tersebut tidak sampai ke Hawaii sampai serangan dimulai.

Pengebom selam Jepang pertama muncul di atas Pearl Harbor pada pukul 07:55 waktu setempat. Serangan tersebut merupakan bagian dari gelombang pertama, hampir 200 pesawat, termasuk pesawat torpedo, pembom, dan pesawat tempur.

Dari 126 pesawat yang ada di darat, 42 hancur total, 41 rusak, dan hanya 43 yang masih layak pakai. Hanya 6 pesawat AS yang terbang ke udara untuk mengusir para penyerang dari serangan pertama ini. Secara total, lebih dari 180 pesawat hancur.

Walaupun armada lumpuh, militer AS tetap meluncurkan serangan kepada Jepang. Pada saat itu beberapa pesawat Jepang tertembak oleh AS, termasuk pesawat yang dikemudikan Shigenori. Pesawatnya mengalami kebocoran tangki bahan bakar.

Berdasarkan rencana darurat yang disiapkan oleh militer Jepang, pesawat yang tertembak harus mendarat di Ni'ihau, wilayah paling barat pulau Hawaii. Jepang mengira bahwa pulau tersebut tidak berpenghuni dan diprediksi aman untuk dilakukan pendaratan darurat. Namun, nyatanya pulau tersebut dihuni oleh 136 orang, dikutip dari National Geographic.

Pada saat itu, Shigenori membawa berkas penting dalam pertempuran Pearl Harbor, yakni peta, kode, dan rencana pertempuran. Semuanya harus tetap berada di tangan militer Jepang dan tidak diperbolehkan sampai jatuh ke tangan musuh.

Shigenori kemudian mendaratkan pesawatnya dengan kasar. Roda pesawatnya tersangkut dan menghantam tanah. Kondisi pendaratan yang buruk tersebut membuatnya pingsan. Shigenori kemudian ditemukan oleh warga setempat, Howard Kaleohano.

Setelah siuman, komunikasi Shigenori dengan warga setempat dibantu oleh Ishimitsu Shintani, dan pasangan bernama Yoshio dan Irene Harada, yang merupakan keturunan asal Jepang-Amerika.

Shigenori meminta tolong untuk mencarikan berkas-berkas penting yang ia bawa. Diceritakan Shigenori turut memberi suap Howard sebesar 200 dolar AS untuk mendapatkan dokumennya. Howard pun mulai curiga dan menolak untuk membantunya.

Dikenal dengan Insiden Ni'ihau

Karena kesal tak mendapatkan dokumen tersebut, Shigenori bersama Yosio melakukan teror terhadap warga setempat. Ia membakar rumah dan menyandera warga, Benehakaka Kanahele.

Melansir Associated Press, pada 13 Desember, Benehakaka Kanahele (51) ditembak tiga kali. Ia kemudian melakukan perlawanan dengan membanting pilot Shigenori ke dinding batu dan menghancurkan Shigenori dengan sadis hingga tewas. Serangan ini dikenal dengan insiden Ni'ihau.

Kanahele, yang pulih, dipuji oleh Presiden Roosevelt dan kemudian dianugerahi Medal for Merit dan Purple Heart oleh Angkatan Darat. Dia meninggal pada tahun 1962. Sedangkan Ishimitsu Shintani ditahan dan ditempatkan di kamp interniran, tetapi kemudian dibebaskan tanpa tuduhan.

Simak Video "Gempa M 6,1 Guncang Tokyo, Listrik Stasiun Padam-Lampu Jalan Goyang"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/pay)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia