Benarkah Semua Jalan Menuju Roma? Peneliti Jerman Ungkap Fakta Berikut

Novia Aisyah - detikEdu
Rabu, 20 Okt 2021 21:00 WIB
Rome, Italy - October 3, 2019: a police car in front of the Arch of Constantine near the Colosseum or Coliseum.
Foto: Getty Images/Kurt Pacaud
Jakarta - Detikers pasti pernah mendengar pepatah 'semua jalan menuju Roma' atau 'banyak jalan menuju Roma'. Benarkah pada kenyataannya demikian?

Pada tahun 2015, ada tiga peneliti dari Moovel Lab yang meletakkan grid seragam di 500 ribu titik di penjuru Eropa. Dulunya, mereka adalah tim desain urban di Jerman dan sekarang tak lagi aktif.

Ketika di zaman keemasannya, Kekaisaran Romawi mempunyai jalan yang membentang dari Batu Gibraltar hingga rawa-rawa Mesopotamia. Namun, melansir dari Live Science, jawaban atas pertanyaan di atas lebih kompleks dari sekedar 'iya' atau 'tidak'.

Titik-titik yang mereka letakkan ini adalah titik acak untuk memulai perjalanan ke ibu kota Kekaisaran Roma. Para ilmuwan tersebut kemudian menerapkan algoritma untuk menghitung rute terbaik ke Roma berdasarkan titik-titik yang mereka letakkan itu.

Cukup mengejutkan, hasil penelitian mereka menunjukkan jaringan jalan menuju Roma, yang terhubung dengan kota-kota besar lain seperti London, Konstantinopel (sekarang Istanbul), serta Paris, yang seluruhnya adalah bagian dari kekaisaran kuno.

Studi yang dilakukan itu sebetulnya tidak benar-benar membuktikan bahwa semua jalan menuju Roma. "Proyek kami tidak benar-benar menjawab pertanyaan apakah semua jalan menuju ke Roma," kata Philip Schmitt, seperti dikutip dari Live Science pada Rabu (20/10/2021).

Meski begitu, ada fakta menarik yang didapat dari penelitian mereka. Arkeolog lanskap Institute of Heritage Science Madrid, César Parcero-Oubiña mengatakan bahwa setelah menggunakan pemodelan komputer, rute modern sering kali sama saja ketika seseorang datang atau pergi dari tempat yang dulunya kota-kota Romawi.

Dengan kata lain, banyak jalan raya multijalur di Eropa adalah warisan dari jalan-jalan Romawi. Tetapi, dalam beberapa tahun terakhir hal ini juga telah berubah.

Pakar Institute of Heritage Science Madrid tersebut juga mengungkapkan bahwa logika kerajaan kuno dalam membangun jalanan tidak begitu berbeda dengan negara-negara modern saat ini. Bangsa Romawi hanya berusaha meminimalkan rute untuk menghemat waktu.

Menurutnya, jalan utama menghubungkan tempat-tempat penting, sehingga semuanya berakhir atau dimulai dari Roma. Namun, tidak harus melewati Roma saat pergi ke Paris atau London karena ada jaringan jalan yang memungkinkan hal itu terjadi.

Sehingga, jawaban dari pertanyaan 'apakah semua jalan menuju Roma?' adalah tidak. Kendati demikian, banyak jalur-jalur penting menuju ke sana. Pertanyaan ini juga bisa jadi salah karena banyak orang pergi menuju Roma, tanpa melalui jalan raya.

Itulah fakta di balik pepatah 'semua jalan menuju Roma' seperti yang diungkap para ilmuwan. Bagaimana menurut detikers?

Simak Video "Pengadilan Italia Gelar Sidang 70 Anggota Mafia Ndrangheta"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia