Hukum Mewarnai Rambut dalam Islam, Ini Penjelasan Ustaz Khalid Basalamah

Rahma Indina Harbani - detikEdu
Senin, 18 Okt 2021 07:00 WIB
rear view of woman head dying hair.
Foto: iStock/Hukum Mewarnai Rambut dalam Islam, Ini Penjelasan Ustaz Khalid Basalamah
Jakarta - Hukum mewarnai rambut dalam Islam mungkin belum jelas bagi sebagian muslim. Rasulullah SAW dalam haditsnya mengingatkan umat Islam selalu merawat rambutnya. Salah satunya yang diceritakan Abu Hurairah,

مَنْ كَانَ لَهُ شَعْرٌ فَلْيُكْرِمْهُ

Artinya: "Barangsiapa memiliki rambut, hendaklah ia memuliakannya." (HR Abu Dawud).

Menurut Ustaz Khalid Basalamah dalam siaran YouTube dengan tajuk 'Dosa Besar 121: Mengecat Rambut dengan Warna Hitam', para ulama sepakat bahwa definisi memuliakan rambut dalam hadits tersebut yakni dengan menyisir, merawat, hingga perihal mewarnai rambut.

"Barangsiapa dikasih rambut, maka dia sudah siap merawatnya dan merapikannya dengan niat untuk menjalankan sunnah Nabi SAW. Maknanya menyisir, meminyaki, merawat, dan masuk dalam masalah boleh menghindari warna yang sudah putih (uban)," kata Ustaz Khalid Basalamah, dikutip dari kanal Khalid Basalamah Official, Minggu (17/10/2021).

Mewarnai rambut tak hanya dilakukan untuk menutup uban, tapi juga penampilan. Melalui siaran YouTube yang diunggah pada 10 Mei 2019 tersebut, Ustaz Khalid menjelaskan hukum mewarnai rambut dalam Islam dibolehkan bila dilakukan selain warna hitam.

"Boleh menghindari warna yang sudah putih (uban) sehingga tidak terlihat 100 persen tua. Hanya saja, tidak boleh mewarnai rambut dengan warna hitam. Maka dikhawatirkan ada manipulasi keadaan," papar ustaz kelahiran Makassar tersebut.

Sebab, berdasarkan penuturannya, mewarnai rambut dengan warna hitam masuk dalam kategori dosa besar. Sebagaimana dalam hadits dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah bersabda,

يَكُونُ قَوْمٌ يَخْضِبُونَ فِي آخِرِ الزَّمَانِ بِالسَّوَادِ كَحَوَاصِلِ الْحَمَامِ لَا يَرِيحُونَ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ

Artinya: "Pada akhir zaman nanti akan muncul suatu kaum yang bersemir dengan warna hitam seperti tembolok merpati. Mereka itu tidak akan mencium bau surga." (HR Abu Daud).

"Masalah menyemir rambut dengan warna hitam ini masuk dalam kategori dosa. Bahkan dosa besar karena ada ancaman," imbuh dia.

Sementara itu, soal dibolehkannya mewarnai rambut dengan warna selain hitam ini diungkapkan Ustaz Khalid Basalamah merujuk pada sebuah hadits. Hadits tersebut menyebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah menyemir ubannya dengan daun pacar atau semacamnya.

Daun pacar itu bukan berwarna hitam, melainkan berwarna kekuning-kuningan, kemerah-merahan, atau dekat dengan warna coklat. Bahkan Rasulullah SAW pernah bersabda pada sahabat yang sedang beruban,

غَيِّرُوا هَذَا بِشَيْءٍ وَاجْتَنِبُوا السَّوَادَ

Artinya: "Ubahlah uban ini dengan sesuatu, tetapi hindarilah warna hitam." (HR Muslim).

Hukum mewarnai rambut di atas, kata Ustaz Khalid, juga berlaku bagi wanita. Dilarang mewarnai dengan warna hitam, tetapi dibolehkan bila menggunakan warna lain. Aturan berlaku bagi yang baru mewarnai atau telah beberapa kali melakukannya.

"Ini tidak berlaku hanya pada uban saja, umumnya ulama mengatakan boleh mengganti warna rambut. Warnanya diganti asal bukan hitam. Tetapi tidak boleh kembali ke warna hitam itu sendiri," jelasnya.

Jadi, sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, umat muslim dibolehkan untuk mewarnai rambut. Dengan catatan pewarna yang digunakan harus selain hitam ya. Gimana, detikers? Sudah paham mengenai hukum mewarnai rambut dalam Islam bukan?

Simak Video "Bermodal Rp 200 Ribu, Ustaz Khalid Basalamah Dakwah di Youtube"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia