Deddy Corbuzier Duta Komcad, Rekrutmen Dibuka untuk Mahasiswa?

Trisna Wulandari - detikEdu
Kamis, 14 Okt 2021 15:02 WIB
Upacara penetapan pasukan Komcad (Dok. Tim Dokumentasi Menhan Prabowo Subianto).
Presiden Jokowi dan Menhan Prabowo Subianto dalam ipacara penetapan pasukan Komcad (Foto : Tim Dokumentasi Menhan Prabowo)
Jakarta - Presiden Joko Widodo menetapkan 3.103 anggota Komponen Cadangan atau Komcad untuk mendukung TNI sebagai Komponen Utama pertahanan Republik Indonesia (RI), Kamis (7/10/2021).

Dalam pos akun Instagram @belanegara_org di bawah naungan Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan (Ditjen Pothan Kemhan), disebutkan bahwa para anggota Komcad berasal dari berbagai latar, mulai dari profesi wartawan, dosen, wiraswasta, dan mahasiswa.

Para anggota Komcad angkatan pertama tersebut sebelumnya mendaftarkan diri secara sukarela dan diseleksi pada 1-17 Juni 2021. Mereka disebut telah menjalani pelatihan dasar kemiliteran pada 21 Juni-18 September 2021.

Deddy Corbuzier mengepos foto diri berbaju loreng bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Rabu (13/10/2021). Ajudan Prabowo, Rizky Irmansyah memberi pujian pada Deddy sebagai Duta Komcad.

Apa Itu Komcad?

Komponen Cadangan atau Komcad adalah salah satu program sukarela atau tidak wajib yang diamanatkan oleh UU No. 23 Tahun 2019 Tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional (PSDN) untuk Pertahanan Negara.

Komponen Cadangan adalah sumber daya nasional yang disiapkan untuk dikerahkan melalui mobilisasi dalam memperbesar dan memperkuat kekuatan TNI sebagai Komponen Utama.

Komcad merupakan bagian dari komponen pertahanan negara bersama TNI sebagai Komponen Utama dan Komponen Pendukung, berdasarkan UU RI Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara, UU RI Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, dan UU RI Nomor 23 Tahun 2019 tentang PSDN.

Tugas dan Pembagian Komcad

Komcad terdiri dari empat pembagian sebagai berikut:
- Komcad sumber daya manusia (SDM)
- Komcad sumber daya alam
- Komcad sumber daya buatan
- Komcad sarana dan prasarana

Semua jenis pembagian Komponen Cadangan atau Komcad dipersiapkan untuk bisa dimanfaatkan ketika negara dalam kondisi darurat militer atau bencana alam. Mobilisasi Komcad hanya bisa dilakukan oleh Presiden atas persetujuan DPR RI untuk kepentingan pertahanan negara.

Mobilisasi dan Penggunaan Komcad

Berdasarkan UU No. 23 Tahun 2019, pengerahan Komcad dimanfaatkan sesuai strategi Panglima TNI untuk memperbesar dan memperkuat komponen utama dalam keadaan perang, keadaan darurat perang, dan ancaman militer yang membahayakan wilayah dan kedaulatan NKRI. Pengerahan Komcad dapat dilaksanakan setelah Presiden menyatakan mobilisasi dan disetujui oleh DPR RI.

Ketentuan mobilisasi Komponen Cadangan diatur pada Pasal 29 yang berisi bahwa pengerahan atau mobilisasi hanya untuk memperkuat komponen utama menghadapi ancaman militer dan hibrida yang membutuhkan kehadiran militer di garis depan. Jika ancaman militer yang membahayakan wilayah dan kedaulatan NKRI sudah dapat diatasi, Presiden dapat menyatakan demobilisasi.

Demobilisasi adalah tindakan penghentian pengerahan dan penghentian penggunaan Sumber Daya Nasional yang berlaku termasuk Komcad sesuai pernyataan presiden dengan persetujuan DPR. Demobilisasi Komcad dilaksanakan di seluruh wilayah negara secara bertahap guna memulihkan fungsi dan tugas setiap unsur seperti sebelum berlakunya mobilisasi.

Rekrutmen Komcad dan Mahasiswa

Dikutip dari laman Kemenhan, target rekrutmen Komcad mencapai 25.000 anggota. Pada 2022, Komcad rencananya akan membuka rekrutmen untuk matra darat, matra laut dan matra udara sesuai kebutuhan matra dan kemampuan keuangan negara.

Rekrutmen Komcad dibuka untuk warga negara Indonesia usia 18-35 tahun. Pendaftar yang lulus seleksi akan menjalani 3 bulan pelatihan di pusat pelatihan militer milik TNI AD, AL dan AU.

Rekrutmen Komcad juga dibuka untuk mahasiswa. Selama pelatihan, mahasiswa anggota Komcad disebut tetap memperoleh hak sebagai mahasiswa. Adapun, calon anggota Komcad dari ASN atau karyawan swasta disebut tetap mendapatkan hak dari instansi masing-masing. Sementara itu, negara juga memberikan uang saku jaminan asuransi, dan kebutuhan selama pelatihan.

Anggota Komcad mendapat tunjangan operasi saat mobilisasi, rawatan kesehatan, pelindungan jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian, dan penghargaan.

Syarat menjadi anggota Komcad atau Komponen Cadangan :

  1. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
  2. Setia pada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
  3. Usia 18 tahun - 35 tahun;
  4. Sehat jasmani dan rohani; dan
  5. Tidak memiliki catatan kriminalitas yang dikeluarkan secara tertulis oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Cara mendaftar anggota Komcad:

  1. Mendaftar melalui website/aplikasi mobile pendaftaran Komponen Cadangan
  2. Setelah mendaftar sebagai Komponen Cadangan melalui website https://komcad.kemhan.go.id/komcad/ atau aplikasi mobile, selanjutnya akan diarahkan untuk mengikuti seleksi penerimaan Komponen Cadangan. Seleksi ini menggunakan sistem gugur.
  3. Pengumuman lolos seleksi calon Komponen Cadangan
  4. Lastsarmil (Latihan Dasar Militer) selama 3 bulan
  5. Pengumuman kelulusan latsarmil
  6. Penetapan menjadi Komponen Cadangan pertahanan negara.

Hanya saja untuk saat ini, Kementerian Pertahanan belum membuka kembali pendaftaran.


Pelatihan Komcad

Pelatihan Komcad sesuai Permenhan nomor 4 tahun 2021 tentang Kurikulum Pelatihan Dasar Kemiliteran Komcad menyasar bidang sikap dan perilaku, serta pengetahuan dan keterampilan. Di antaranya yaitu terkait mental rohani, ideologi, sejarah, kepemimpinan, hukum, administrasi, teknik militer, taktik militer, dan jasmani.

Peserta yang dinyatakan lulus pelatihan 3 bulan atau 600 jam dinyatakan sebagai anggota Komcad dan dapat kembali ke profesi awal sebagai warga negara sipil. TNI akan memanggil untuk melakukan penyegaran atau pelatihan kembali minimal selama 12 hari dalam setahun.

Perbedaan Komcad dan Wajib Militer

Tidak seperti wajib militer, Komcad bersifat sukarela. Komcad dipanggil saat mobilisasi. Sementara itu, warga negara yang dipanggil dalam program wajib militer setelah dididik dan dilatih akan mendapat penugasan sebagai anggota militer dalam kurun waktu tertentu, misalnya setahun atau dua tahun.

Anggota wajib militer berstatus sebagai anggota militer aktif selama masa dinas wajib militer. Setelah itu, mereka bisa memilih untuk kembali kepada profesi awal sebagai warga sipil atau melanjutkan berdinas di militer.

Simak Video "Deddy Corbuzier Ditunjuk Jadi Duta Komcad oleh Prabowo"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia