Mengenal Tari Kecak, Tarian Unik Asal Bali yang Dibawakan Massal

Kholida Qothrunnada - detikEdu
Kamis, 14 Okt 2021 14:15 WIB
Bali, Indonesia - June 5, 2013: Traditional Ritual Balinese Kecak dance with elements of trance performed by men artists in traditional costumes  at Uluwatu Temple in the evening.
Tari Kecak berasal dari Bali ternyata berakar dari tarian sakral (Foto: Getty Images/dislentev)
Jakarta - Tari Kecak merupakan salah satu seni tari nusantara terkenal yang berasal dari Bali. Seni tari ini biasanya dipertunjukkan secara massal oleh puluhan bahkan ratusan penari laki-laki yang duduk dengan pola melingkar.

Dinamakan tari Kecak, karena pada saat irama musik dimainkan, para penari akan mengangkat dan menggerakkan kedua lenganya sambil menyerukan kata "cak ke cak ke cak". Para penari akan mengenakan kostum bermotif kotak-kotak putih hitam, mirip dengan pola papan catur.

Sejarah Tari Kecak

Fotografer Jerman Walter Spies dan antropolog Belanda yang meneliti soal budaya Bali de dalam bukunya "Overzicht van Dans en Toneel in Bali" menyebut sejarah tari Kecak ini pada mulanya adalah koor laki-laki tari Sanghyang atau tarian suci untuk ritual upacara di Bali.

Tari ini dipentaskan hanya pada saat-saat tertentu untuk mengusir wabah penyakit. Kesakralan tari itu membuat masyarakat tidak bisa mementaskannya setiap saat. Diyakini apabila dipentaskan setiap saat nilai kesakralan akan menjadi lemah serta aura magisnya akan hilang.

Ni Made Pira Erawati dalam artikelnya Pariwisata Dan Budaya Kreatif : Sebuah Studi Tentang Tari Kecak Di Bali (2019) menuliskan Walter Spies dan penari sekaligus peneliti tari dari Inggris, Baryl de Zoete menyadari orang asing yang berkunjung sangat berminat untuk menyaksikan seni sakral sebagai ciri khas atau identitas etnis Bali.

Akhirnya mereka bekerja sama dengan penari Bali, Wayan Limbak dari Banjar Bedulu, Gianyar, untuk mengemas koor laki-laki pada tari Sanghyang. Kemasan koor laki-laki tari Sanghyang itu dimodifikasi menjadi tari Kecak yang akhirnya dapat di saksikan oleh wisatawan.

Tari Kecak awalnya menyisipkan cerita yang biasanya diambil dari epos Ramayana, tatkala Subali bertempur dengan adiknya Sugriwa atau Rahwana menculik Dewi Sinta.

Dalam perkembangannya, tari Kecak yang berasal dari Bali ini ditawarkan dengan berbagai pilihan antara lain, tari Kecak dengan cerita Mahabarata, Ramayana, Babad, dan termasuk juga Cak dengan kapasitas seratus orang, lima ratus orang bahkan bisa mencapai seribu orang.

Pola Tari Kecak

Pertunjukan seni ini menyajikan sebuah tarian sebagai pengantar cerita, didukung dengan musik untuk mengiringi gerakan-gerakan para penarinya.

Dalam pementasan tari Kecak, suara musik dibuat secara akapela yang dihasilkan dari adanya gabungan suara penari "cak" biasanya sekitar 50-70 orang, seperti dikutip dari buku Keanekaragaman Seni Tari Nusantara karya Resi Septiana Dewi, S.Pd.

Satu orang penari akan memimpin dengan cara memberikan nada awal, kemudian dilanjutkan dengan seorang yang bertugas sebagai penyanyi solo dengan tekanan nada tinggi atau rendah, dan ada seorang lagi yang bertugas menjadi dalang untuk mengantarkan alur ceritanya. Tari kecak lebih mengutamakan alur cerita dan perpaduan suaranya.

Tidak hanya itu karena termasuk seni tari, maka tarian ini juga dilengkapi dengan pertunjukan drama yang memerankan tokoh-tokoh Ramayana. Mengutip dari buku bertajuk "The Traveler Note: Bersenang-senang di Bali, Bertualang di Lombok" karya Rijal Fahmi Mohamadi, pertunjukan tari Kecak sendiri terbagi dalam empat adegan utama.

Adegan yang dimainkan dalam tari kecak diantaranya:
-Adegan Rama, Sita (bisa juga dieja dengan Sinta), dan Kijang Emas,
-Adegan Sita, Rahwana, dan Garuda,
-Adegan Twalen, Rama, Laksamana, dan Hanoman,
-Adegan Sita, Trijata dan Hanoman.

Dikutip dari jurnal seni berjudul Pariwisata dan Budaya Kreatif: Sebuah Studi Tentang Tari Kecak di Bali (2019) oleh Ni Made Pira Erawati, tari Kecak yang berasal dari Bali sebagai hasil budaya kreatif merupakan ciptaan kolektif yang melibatkan teknik kemasan baru, lembaga sosial, dan faktor-faktor ekonomi.

Teknik baru yang dimaksudkan adalah bagaimana tari Kecak digarap menjadi sebuah kesenian dengan nilai lokal, yang penggarapannya dilakukan melalui pembentukan jaringan sosial secara sukarela (volunteer), dalam mempertahankan budaya, adat istiadat, serta tradisi yang dapat mewakili identitas kesenian Bali itu sendiri.

Pemerintah, dan sekolah seni yang ada di sana, bahkan sering mengadakan kegiatan-kegiatan festival khusus tari kecak. Adapun desa-desa yang menggarap tari Kecak sebagai sajian wisata diantaranya desa Bona, Blangsinga, Kemenuh, Bedulu, Singapadu, Batubulan di Gianyar, Kedaton, Sanur, Sumerta, Bualu di Denpasar, dan desa-desa lainnya.

Kini, tarian unik dan menghibur ini bisa ditemui hampir seluruh tempat di Bali. Tari Kecak yang berasal dari Bali ini juga sekaligus menjadi salah satu daya tarik global bagi para wisatawan yang berkunjung ke Bali, baik wisatawan lokal maupun mancanegara.



Simak Video "Menuju Tempat Pertunjukan Tari Kecak, Bali"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia