Bicara Kecerdasan Hewan, Anjing dan Kucing Pintar Mana Ya?

Kristina - detikEdu
Minggu, 10 Okt 2021 10:03 WIB
Potret Lucu Kehidupan Anjing dan Kucing Selama Lockdown
Foto: Juliette Bercovici
Jakarta - Tidak hanya manusia, hewan pun juga disebut memiliki kecerdasan. Hewan yang dianggap paling cerdas oleh pemiliknya adalah anjing dan kucing. Sebenarnya, antara anjing dan kucing pintar mana ya?

Seorang peneliti senior spesialis kognisi anjing di Barnard College New York, Alexandra Horowitz mengatakan, para peneliti kognisi anjing tidak mempelajari kecerdasan dari satu aspek, melainkan dari berbagai aspek kognisi.

Dalam bentuk paling sederhana, kata Horowitz, kucing pintar dalam hal-hal yang perlu dilakukan oleh kucing dan anjing dalam hal-hal yang dilakukan anjing. "Saya rasa sama sekali tidak masuk akal untuk berbicara tentang spesies yang relatif 'pintar'," katanya kepada LiveScience seperti dilansir, Sabtu (8/10/2021).

Brian Hare, seorang profesor antropologi evolusioner di Duke University, setuju dengan pendapat itu. Hare mengibaratkannya seperti menanyakan lebih baik mana antara palu dan obeng.

Kristyn Vitale, asisten profesor kesehatan dan perilaku hewan di Unity College di Maine, mengatakan kecerdasan hewan biasanya terbagi menjadi tiga komponen, yakni kemampuan memecahkan masalah, kemampuan membentuk konsep umum dari pengalaman spesifik, dan kecerdasan sosial.

Vitale yang saat ini fokus mempelajari kehidupan batin kucing yang berkaitan dengan kecerdasan sosial mengungkapkan, tak sedikit kucing distereotipkan sebagai penyendiri dan tidak tertarik pada manusia. Padahal menurutnya, kucing sebenarnya memiliki tingkat kecerdasan sosial yang tinggi, bahkan sama dengan anjing.

Menurut hasil penelitian, kucing dapat membedakan antara nama mereka dan kata-kata yang terdengar mirip. Mereka juga lebih suka berinteraksi dengan manusia daripada makanan, mainan, dan aroma. Sebuah studi tahun 2019 yang diterbitkan dalam jurnal Behavioral Processes menemukan bahwa ketika seseorang memperhatikan kucing, kucing merespons dengan menghabiskan lebih banyak waktu dengan orang itu.

Dalam sebuah studi langka yang secara langsung membandingkan kucing dan anjing, para peneliti tidak menemukan perbedaan yang signifikan antara kemampuan spesies untuk menemukan makanan tersembunyi menggunakan isyarat dari manusia.

Namun, para peneliti mencatat bahwa kucing tidak memiliki beberapa komponen perilaku untuk mendapatkan perhatian dibandingkan dengan anjing. Hal ini diungkapkan oleh pemilik hewan peliharaan yang pernah melihat anjing mengemis di mangkuk makannya, sementara kucing pergi karena tahu persis apa yang diamati para peneliti.

Selain perilaku, kecerdasan hewan juga bisa diamati dengan ukuran otak. Gagasan umum yang diyakini hingga kini menyebutkan bahwa ukuran otak menentukan kecerdasan relatif, dan jika itu selalu benar, anjing akan tampak menang.

Hare mengatakan, dia dan antropolog Universitas Arizona Evan MacLean merekrut lebih dari 50 peneliti di seluruh dunia untuk menerapkan tes yang mereka kembangkan di 550 spesies hewan, termasuk burung, kera, monyet, anjing, lemur, dan gajah.

Penelitian tersebut bertujuan untuk menguji satu sifat kognitif, pengendalian diri, atau apa yang mereka sebut dengan "pengendalian penghambatan" (inhibitory control) dari seluruh spesies dengan uji marshmallow. Percobaan mereka dilaporkan dalam makalah tahun 2014 yang diterbitkan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.

Studi lintas spesies menunjukkan bahwa semakin besar otak seekor hewan, semakin banyak kontrol diri yang mereka tunjukkan dalam uji marshmallow tersebut. Menurutnya, kemampuan untuk melatih pengendalian diri merupakan salah satu indikasi fungsi kognitif yang lebih tinggi.

Namun, para peneliti tersebut tidak mengikutsertakan kucing dalam percobaan ini. Jadi, kita tidak bisa berspekulasi tentang kecerdasan kucing berdasarkan ukuran otaknya. Hal lain yang perlu diingat ketika melakukan penilaian kecerdasan semacam ini adalah bahwa setiap orang dapat memperlakukan anjing dan kucing secara berbeda.

"Misalnya, anjing sering bersosialisasi dengan baik dan menghadiri kelas anak anjing, naik mobil, dan pergi ke taman anjing. Pemilik kucing kurang memberikan kesempatan sosialisasi dan pelatihan seperti ini kepada kucing mereka," ujar Vitale.

Nah, kesimpulannya, tidak ada yang lebih pintar antara kucing dan anjing karena keduanya memiliki kecerdasan masing-masing ya detikers!

Simak Video "Puluhan Hewan Peliharaan di Lumajang Jalani Vaksinasi Rabies"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia