2 Ilmuwan AS Raih Nobel Kedokteran 2021, Apa Temuannya?

Rahma Indina Harbani - detikEdu
Selasa, 05 Okt 2021 12:00 WIB
David Julius dan Ardem Patapoutian raih penghargaan Nobel 2021
Foto: Twitter @NobelPrize/2 Ilmuwan AS Raih Nobel Kedokteran 2021, Apa Temuannya?
Jakarta - Dua ilmuwan asal Amerika Serikat David Julius dan Ardem Patapoutian berhasil meraih Penghargaan Nobel 2021 di bidang kedokteran dan fisiologi. Keduanya memecahkan salah satu misteri ilmu sains tentang bagaimana mekanisme tubuh manusia bisa merasakan panas, dingin, dan sentuhan.

Penghargaan Hadiah Nobel Fisiologi dan Kedokteran 2021 ini diberikan oleh Komite Nobel di Karolinska Institutet, Stockholm, Swedia, Senin (4/10/2021). Mereka bahkan berhasil mengantongi hadiah sebesar 10 juta kronor Swedia (£845.000) atau setara dengan Rp 16,3 miliar.

Keduanya merupakan profesor di masing-masing kampus dan institusi penelitian. Mereka berhasil menjelaskan bagaimana tubuh manusia mengubah sensasi fisik menjadi pesan gelombang elektronik di sistem saraf tubuh. Berkat kejeniusan keduanya, temuan ilmiah mereka juga mengarah pada cara baru untuk mengobati rasa sakit pada tubuh manusia.

Mulanya, Profesor University of California, San Fransisco David Julius hendak meneliti respon sakit terbakar setelah mengonsumsi makanan pedas. Julius bereksperimen dengan sumber panas dari cabai yakni capsaicin kimia.

Hasil eksperimennya menemukan bahwa ada reseptor (bagian sel yang mendeteksi stimulus dari luar tubuh) yang merespons capsaicin. Temuan selanjutnya menemukan reseptor yang merespon suhu panas pada tubuh. Hal ini yang menyebabkan kulit manusia terasa 'terbakar' saat bersentuhan dengan panasnya kopi atau teh.

"Gen untuk penginderaan capsaicin telah ditemukan! Eksperimen lebih lanjut mengungkapkan bahwa yang diidentifikasi gen mengkodekan protein saluran ion baru dan reseptor capsaicin yang baru ditemukan ini kemudian diberi nama TRPV1," tulis Komite Nobel dalam keterangan tertulisnya, dikutip Selasa (5/10/2021).

Sementara itu, Julius bersama dengan Profesor dari Institusi Penelitian Scripps, California Patapoutian menemukan reseptor yang dapat merespons suhu dingin. Reseptor ini diidentifikasi dengan TRPM8.

"Baik David Julius dan Ardem Patapoutian menggunakan bahan kimia mentol untuk mengidentifikasi TRPM8, reseptor yang terbukti diaktifkan oleh suhu dingin," tulis Komite Nobel.

Penemuannya ini menjadi pintu gerbang bagi penemuan jenis reseptor lain yang peka terhadap sentuhan. Reseptor tersebut diidentifikasi sebagai Piezo channel. Reseptor inilah yang berperan mengirimkan sinyal ke otak saat telapak kaki manusia berjalan di sepanjang pantai.

Sementara itu, pihak Komite Nobel 2021 mengapresiasi penemuan luar biasa dari kedua ilmuwan ini yang disebut-sebut bisa dikembangkan untuk mengobati penyakit.

"Panas, dingin dan kekuatan mekanik dapat memulai impuls saraf yang memungkinkan kita untuk memahami dan beradaptasi dengan dunia di sekitar kita. Pengetahuan ini digunakan untuk mengembangkan perawatan untuk berbagai kondisi penyakit, termasuk nyeri kronis," kata perwakilan Komite Nobel yang dilansir dari BBC.

Simak Video "Pemenang Nobel Kimia Jelaskan Manfaat dari Temuan Mereka"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia