Lisa Blackpink Tersandung Isu Cultural Appropriation, Apa Itu?

Anatasia Anjani - detikEdu
Jumat, 01 Okt 2021 14:02 WIB
Lisa BLACKPINK Kenakan Busana Tradisional Thailand
Foto: dok. YouTube BLACKPINK
Jakarta -

Lalisa Manoban atau dikenal Lisa Blackpink baru-baru ini meminta maaf kepada penggemar dalam fansignnya. Lisa pun memperpanjang durasi fansignnya menjadi enam menit yang awalnya hanya 90 detik.

Lisa menerima kritikan dari penggemarnya mengenai cultural appropriation dalam video perfomancenya di lagu Money.

Lisa jadikan fansignnya untuk mengintrospeksi dirinya tentang cultural appropriation dalam video penampilan "MONEY" dan meminta maaf.

Apakah detikers mengetahui apa itu cultural appropriation? Jika belum simak penjelasan berikut ya!

Pengertian

Cultural appropriation adalah penggunaan objek atau elemen budaya non-dominan, penggunaan elemen budaya tersebut tidak menghormati makna aslinya, tidak memberikan penghargaan kepada sumbernya, atau memperkuat stereotip atau berkontribusi pada penindasan.

Cultural appropriation sendiri merupakan fenomena berlapis dan sulit dipahami oleh banyak orang. Seperti yang dilakukan oleh Lisa Blackpink dalam video Money, ia tidak mengetahui makna kepang box braids masyarakat Afrika.

Cultural appropriation juga dianggap eksploitatif jika budaya tersebut dimanfaatkan oleh kelompok dominan tanpa mengetahui arti dibalik budaya tersebut.

Konteks Cultural Appropriation

Cultural Appropriation penting dipelajari untuk memahami mengapa hal tersebut menjadi masalah. Seperti yang Lisa Blackpink lakukan yaitu mengadopsi gaya rambut budaya lain, ia dianggap tidak peka dan mengetahui nilai sejarah rambut tersebut.

Melansir dari laman Very Well Mind, berikut adalah contoh elemen dari cultural appropriation:

- Kekayaan intelektual

- Artefak

- Tarian

-Pakaian dan mode

- Bahasa

- Musik

- Makanan

- Simbol agama

- Dekorasi

- Obat-obatan

- Riasan

- Gaya rambut

- Tato

- Praktek kesehatan

Cara Menghindari Cultural Appropriation

Sebelum menggunakan budaya milik negara lain dalam suatu karya, berikut adalah hal yang harus dilakukan agar tidak terkena cultural appropriation:

1. Alasan mengapa menggunakan budaya tersebut dalam suatu karya. Meriset budaya dengan baik.

2. Memberikan kredit dari budaya yang dipakai.

3. Luangkan waktu untuk mempelajari dan benar-benar menghargai suatu budaya sebelum meminjam atau mengadopsi unsur-unsur budaya tersebut.

Dalam fanmeetingnya, Lisa mengatakan tulus meminta maaf dan mengatakan dia tidak punya niat untuk menyakiti siapa pun. Dia ingin para penggemarnya tahu bahwa dia benar-benar menyesal atas cultural appropriation yang dilakukannya.

"Aku tidak mengetahuinya, dan tidak punya maksud jelek. Kupikir gaya rambut itu sangat keren. Namun, sekarang aku merasa tidak enak. Aku benar-benar minta maaf bila ada yang tersinggung karenanya,"ujar Lisa Blackpink seperti dikutip Koreaboo.

Lisa Blackpink juga mengaku teredukasi atas kritikan yang diberikan oleh fansnya.



Simak Video "Pecahkan Rekor! Solo Album Lisa Sudah Dipesan 700 Ribu Copy"
[Gambas:Video 20detik]
(atj/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia