Hari Batik Nasional 2 Oktober, Begini Sejarah Lengkapnya

Kristina - detikEdu
Jumat, 01 Okt 2021 09:30 WIB
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mendukung Yayasan Batik Indonesia menyelenggarakan Karnaval Pesta Batik Indonesia 2017. BNI memperkenalkan Batik Maos Rajasa Mas pada generasi muda dengan mengikuti karnaval yang digelar bersamaan dengan car free day pada hari Minggu, 1 Oktober 2017. Para peserta karnaval menempuh jarak hampir empat kilometer mulai dari Jalan Jenderal Sudirman dekat Hotel Grand Sahid Jaya menuju Sarinah, Jalan Thamrin.
Foto: Rengga Sancaya/Hari Batik Nasional 2 Oktober, Begini Sejarah Lengkapnya
Jakarta -

Setiap tanggal 2 Oktober, Indonesia memperingati Hari Batik Nasional. Tahukah kamu, sejarah penetapan tanggal tersebut?

Batik merupakan salah satu jenis karya seni rupa yang berkembang di Indonesia. Batik sendiri dipercaya sudah ada sejak zaman Majapahit dan populer pada akhir abad XVIII atau permulaan abad XIX.

Dikutip dari buku Mengenal Aneka Batik oleh Suerna Dwi Lestari, kata 'batik' berasal dari bahasa Jawa. G.P Rouffaer, seorang peneliti dan pustakawan asal Belanda, berpendapat bahwa teknik batik kemungkinan diperkenalkan dari India atau Srilanka pada abad ke-6 atau 7.

Pada awal perkembangannya, batik yang dibuat merupakan batik tulis atau dikenal dengan batik tradisional. Batik ini dibuat secara manual dengan teknik tulisan tangan menggunakan canting dan malam. Teknik cap baru dikenal setelah Perang Dunia I atau sekitar tahun 1920-an.

Sejarah Penetapan Hari Batik Nasional

Penetapan tanggal 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional ternyata berkenaan dengan ditetapkannya batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009 lalu.

Dilansir dari situs Rupbasan Jakarta Utara Kemenkumham, batik pertama kali dikenalkan dalam forum Internasional oleh Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto. Pada saat itu, Soeharto tengah menghadiri konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Selain dalam konferensi, Soeharto juga kerap kali memberikan batik sebagai cinderamata untuk tamu negara. Seiring berjalannya waktu, batik kemudian didaftarkan untuk memperoleh Intangible Cultural Heritage di UNESCO pada 4 September 2008, tepatnya di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Setahun kemudian, batik diterima secara resmi oleh UNESCO. Batik kemudian dikukuhkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) oleh UNESCO. Pengukuhan dilakukan usai sidang ke-4 UNESCO di Abu Dhabi pada 2 Oktober 2009.

Menyambut hal tersebut, Presiden SBY kemudian menerbitkan Keppres No 33 Tahun 2009 tentang penetapan Hari Batik Nasional. Keputusan tersebut juga dilakukan dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap upaya perlindungan dan pengembangan batik Indonesia.

Keppres yang ditandatangani pada 17 November 2009 tersebut menyebutkan bahwa tanggal 2 Oktober ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional dan Hari Batik Nasional bukan merupakan waktu libur.

Pada tanggal 1 Oktober 2019, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menerbitkan Surat Edaran Nomor 003.2/10132/SJ tentang Pemakaian Baju Batik dalam Rangka Hari Batik Nasional 2 Oktober 2019. Surat yang ditandatangani Sekretaris Jenderal Kemendagri, Hadi Prabowo tersebut menghimbau para pegawai di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi, Kabupaten/Kota untuk mengenakan baju batik pada peringatan Hari Batik Nasional.

Bagaimana detikers, sekarang sudah paham mengapa Hari Batik Nasional jatuh pada tanggal 2 Oktober? Selamat menyambut peringatan Hari Batik Nasional!



Simak Video "Keseruan Pelajar di Majalengka Belajar Beragam Motif Batik"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/erd)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia