Rasulullah SAW Melarang Sholat pada Waktu dan Tempat Ini, Apa Saja?

Rahma Indina Harbani - detikEdu
Jumat, 24 Sep 2021 16:00 WIB
Muslim mature men prayer in mosque
Foto: Getty Images/iStockphoto/mustafagull/Rasulullah SAW Melarang Sholat pada Waktu dan Tempat Ini, Apa Saja?
Jakarta - Dalam haditsnya, Rasulullah SAW melarang mendirikan sholat pada waktu dan tempat tertentu. Waktu terlarang untuk mendirikan sholat disebut auqatul karahah. Namun aturan ini tidak berlaku untuk semua sholat.

Dikutip dari buku Fikih Ibadah: Panduan Lengkap Beribadah Sesuai Sunnah Rasul karya Hasan Ayyub, larangan hanya berlaku untuh sholat sunnah mutlak. Yaitu sholat yang didirikan tanpa maksud tertentu, kecuali lebih dekat pada Allah SWT.

Pelarangan juga berlaku untuk sholat rawatib setelah subuh dan ashar. Berikut penjelasan lengkap waktu dan tempat yang dilarang untuk sholat,

A. Waktu dilarang sholat

Aturan ini tercantum dalam hadits berikut,

ثَلَاثُ سَاعَاتٍ كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْهَانَا أَنْ نُصَلِّيَ فِيهِنَّ، أَوْ أَنْ نَقْبُرَ فِيهِنَّ مَوْتَانَا: «حِينَ تَطْلُعُ الشَّمْسُ بَازِغَةً حَتَّى تَرْتَفِعَ، وَحِينَ يَقُومُ قَائِمُ الظَّهِيرَةِ حَتَّى تَمِيلَ الشَّمْسُ، وَحِينَ تَضَيَّفُ الشَّمْسُ لِلْغُرُوبِ حَتَّى تَغْرُبَ

Artinya: "Ada 3 waktu shalat yang Rasulullah SAW melarang kami untuk melakukan shalat dan menguburkan orang yang meninggal. (1) Ketika matahari terbit hingga meninggi, (2) ketika matahari tepat berada di tengah-tengah cakrawala hingga bergeser sedikit ke barat dan (3) ketika matahari berwarna kekuningan saat menjelang terbenam. (HR. Muslim).

Hadits lainnya datang dari Abi Said Al-Khudri RA, dia berkata,

لاَ صَلاَةَ بَعْدَ الصُّبْحِ حَتَّى تَرْتَفِعَ الشَّمْسُ، وَلاَ صَلاَةَ بَعْدَ العَصْرِ حَتَّى تَغِيبَ الشَّمْسُ

Artinya: "Tidak ada sholat setelah sholat subuh hingga matahari terbit. Dan tidak ada sholat sesudah sholat ashar hingga matahari terbenam," (HR Bukhari Muslim).

Berdasarkan hadits tersebut, waktu yang dilarang untuk mendirikan sholat adalah:

1. Matahari terbit hingga meninggi

Melansir dari buku Panduan Shalat an-Nisaa Menurut Empat Mazhab karya Dr. Abdul Qadir Muhammad Manshur, menurut mazhab Hanafiyah, Syafi'iyah, dan Hanabilah berpendapat bahwa Rasulullah SAW melarang sholat ketika matahari terbit sampai setinggi tombak atau dua tombak dalam pandangan mata.

2. Matahari berada di tengah langit cakrawala hingga bergeser ke barat

Waktu inilah yang disebut dengan waktu istiwa' yakni matahari tepat berada di atas kepala. Waktu ini terjadi sebelum matahari bergeser ke arah barat. Ketika matahari sudah sedikit bergeser, maka sudah masuk waktu dzuhur dan diperbolehkan untuk sholat.

3. Matahari telah menguning pada waktu sore

Ketika matahari telah menguning pada waktu sore sekira mata tidak merasa lelah untuk melihatnya sampai waktu terbenam. Waktu ini terjadi saat langit di ufuk barat mulai berwarna kekuningan yang menandakan matahari akan segera terbenam.

Apabila matahari sudah terbenam, maka sudah masuk waktu magrib. Artinya, wajib bagi umat Islam untuk melaksanakan sholat magrib.

Alasan dari larangan mendirikan sholat pada ketiga waktu yang telah disebutkan karena ketiga waktu tersebut dianggap menyerupai ibadah orang-orang yang menyembah matahari.

B. Lokasi dilarang sholat

Tempat yang tidak boleh digunakan untuk melaksanakan sholat adalah:

1. Kuburan

Rasulullah melarang untuk mendirikan sholat di atas kuburan, menghadap ke arah kuburan, atau menjadikan kuburan sebagai masjid. Artinya, menguburkan mayat di dalam masjid atau mendirikan sebuah masjid di atas kuburan.

Hal ini berpedoman pada hadits yang dinukil dari sabda Rasulullah. Berikut bunyi haditsnya,

اجعلوا في بيوتِكم من صلاتِكم، ولا تتَّخِذوها قبورًا

"Kerjakanlah sebagian sholat kalian di rumah kalian (sunnah) dan janganlah kalian menjadikan rumah sebagai kuburan," (HR Bukhari dan Muslim).

2. Tempat yang digunakan sebagai kamar mandi atau WC

Para ulama mengatajan bahawa sholat di dalam WC hukumnya makruh. Sebab itu umat muslim dilarang untuk berdzikir kepada Allah SWT di tempat seperti itu.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda,

الْأَرْضُ كُلُّهَا مَسْجِدٌ إِلَّا الْمَقْبَرَةَ وَالْحَمَّامَ

"Hamparan bumi itu semuanya masjid, kecuali kuburan dan kamar mandi," (HR Tirmidzi dan Abu Dawud).

3. Tempat yang digunakan sebagai kandang unta

Jumhur ulama menyebut makruh sebagaimana dari sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda,

لاَ تُصَلُّوا فِى مَبَارِكِ الإِبِلِ فَإِنَّهَا مِنَ الشَّيَاطِينِ ». وَسُئِلَ عَنِ الصَّلاَةِ فِى مَرَابِضِ الْغَنَمِ

"Kalian boleh sholat di kandang kambing, tetapi jangan sholat di kandang unta," (HR Tirmidzi).

Demikian penjelasan tentang Rasulullah SAW melarang sholat pada waktu dan tempat-tempat di atas. Semoga bermanfaat ya!

Simak Video "Melihat Madrasah di Afghanistan di Bawah Kepemimpinan Taliban"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia