Kematian Setiap Makhluk Bernyawa dari Kehidupan Dunia Fana dan Hikmahnya

Rahma Indina Harbani - detikEdu
Sabtu, 18 Sep 2021 06:00 WIB
Warga memadati Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak untuk melakukan Ziarah Kubur, Jakarta Pusat, Rabu (06/06/2016). Ziarah Kubur merupakan tradisi yang dilakukan umat muslim di Indonesia sebelum bulan puasa dan saat hari raya Idul Fitri. Grandyos Zafna/detikcom
Foto: Grandyos Zafna/Kematian Setiap Makhluk Bernyawa dari Kehidupan Dunia Fana dan Hikmahnya.
Jakarta - Kematian setiap makhluk bernyawa dari kehidupan dunia fana sejatinya adalah bagian dari rukun iman. Beriman pada hari kiamat merupakan rukun iman kelima.

Kejadian ini kerap disebut kiamat sugra atau kiamat kecil. Dikutip dari buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kemenag, kiamat Sugra merupakan peristiwa berakhirnya kehidupan sebagian makhluk di dunia ini.

"Semua makhluk hidup yang bernyawa di dunia ini akan mengalami kematian. Bagi orang yang masih hidup, kiamat sugra menjadi pelajaran teramat berharga," tulis buku yang diperuntukkan bagi siswa IX SMP ini.

Dalil kematian setiap makhluk yang bernyawa dari kehidupan dunia yang fana telah disebutkan dalam QS Ali Imran ayat 185,

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Artinya: "Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya."

Rasulullah SAW juga telah mengingatkan tiap umat tentang kematian dalam haditsnya,

مَنْ مَاتَ فَقَدْ قَامَتْ قِيَامَتُهُ (رواه ابن ابي الدنيا)

Artinya: "Orang yang telah mati, telah datanglah kiamatnya sendiri," (HR. Ibnu Abid-Dun-ya dari hadis Anas).

Kematian setiap makhluk bernyawa dari kehidupan dunia fana adalah rahasia mutlak Allah SWT. Tidak ada makhluk yang bisa mengetahui waktunya meninggalkan dunia menuju akhirat.

Karena itu, tiap manusia wajib menyiapkan diri menghadapi kematian dengan berbagai amal sholeh. Hal ini adalah hikmah dari meyakini kematian setiap makhluk bernyawa dari kehidupan dunia fana.

Dikutip dari buku Pasti Bisa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti karya Tim Ganesha Operation, ada hikmah lain yang bisa dipetik dari peristiwa kematian. Berikut penjelasannya:

  • Menambah keyakinan dan ketakwaan terhadap kebesaran dan kekuasaan kepada Allah SWT
  • Dapat menjadi pengontrol diri ketika hendak berbuat sesuatu
  • Menjadikan setiap amal perbuatan yang dilakukan ikhlas semata-mata karena Allah
  • Menjadikan hidup penuh semangat
  • Mendapatkan pahala yang berlipat
  • Menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan disiplin
  • Menjadikan kehidupan dunia sebagai sarana untuk menggapai kehidupan akhirat
  • Menyadari bahwa semua perbuatan akan dibalas sesuai dengan apa yang dilakukan
  • Mendorong dirinya untuk mencari bekal sebanyak-banyaknya untuk kehidupan akhirat.

Selain peristiwa kematian, ada beberapa contoh kiamat sugra lainnya. Peristiwa tersebut adalah bencana alam antara lain wabah penyakit, banjir, erupsi gunung api, gempa, dan tsunami.

Semoga tulisan kematian setiap makhluk bernyawa dari kehidupan dunia fana ini bisa meningkatkan keimanan dan ketakwaan muslim pada Allah SWT. Selamat membaca detikers.

Simak Video "Silaturahmi Senior Golkar Usai Peresmian Mesjid Baru di Markas Partai"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia