Memandu dengan Teks Prosedur

Ivan Lanin - detikEdu
Rabu, 15 Sep 2021 16:35 WIB
Ivan Lanin
Ivan Lanin
Ivan Lanin, S.T., M.T.I. adalah ahli bahasa Indonesia yang mendapat penghargaan “Peneroka Bahasa Indonesia Daring” dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atas keaktifannya dalam menyebarkan pengetahuan bahasa Indonesia melalui media daring (online). Saat ini beliau menjabat sebagai Direktur Utama Narabahasa.
ilustrasi menulis
Foto: iStock
Jakarta - Dalam kehidupan sehari-hari, kita perlu membuat, menggunakan, atau melakukan sesuatu. Agar dapat mengerjakan hal-hal itu dengan benar, kita memerlukan petunjuk, misalnya untuk pelaksanaan ibadah, pembuatan nasi goreng, dan penggunaan komputer. Panduan, pedoman, instruksi, kiat, resep, cara, atau berbagai sebutan lain untuk memberi petunjuk itu secara umum disebut prosedur. Teks yang memberikan penjelasan untuk mengerjakan sesuatu itu disebut teks prosedur.

Teks prosedur yang baik dapat memandu orang lain dalam melakukan sesuatu dengan mudah dan benar. Untuk dapat menyusun teks semacam itu, kita perlu memahami ciri, struktur, dan penyusunan teks prosedur.

Ciri Teks Prosedur


Dua hal utama yang ada dalam teks prosedur ialah pengantar tentang tujuan topik yang akan dijelaskan serta pembahasan detail berupa petunjuk langkah untuk topik tersebut. Apabila diperlukan, aturan dan batasan bahan dan alat dapat pula disertakan pada bagian petunjuk. Sebagai penutup, teks dapat ditambah dengan penegasan ulang tentang harapan atau manfaat jika petunjuk dilakukan dengan baik. Jadi, secara berurutan, tiga bagian dalam teks prosedur adalah pengantar, petunjuk, dan penutup.

Tujuan teks prosedur dapat berupa panduan untuk membuat (kue, artikel, dan lainnya.), menggunakan (gitar, aplikasi, dan lainnya.), melakukan (cuci tangan, reparasi mesin, dan lainnya.), atau mengembangkan (hidup sehat, rajin membaca, dan lainnya.) sesuatu. Petunjuk terhadap tujuan itu selanjutnya dapat dibahas secara berurutan dengan langkah-langkah atau secara tidak berurutan dengan kiat-kiat. Jika diperlukan, penekanan harapan dan manfaat dapat disertakan sebagai penutup.

Karena bertujuan memberikan petunjuk, kalimat perintah atau imperatif banyak diterapkan pada teks prosedur, misalnya Tekan tombol merah. Kalimat berupa saran atau larangan juga dapat dipakai untuk melengkapi instruksi, misalnya Jangan mengaduk adonan terlalu cepat. Struktur kalimat pasif dapat digunakan untuk menekankan pada objek, misalnya Semua gerakan sebaiknya dilakukan dengan berurutan.

Untuk menghubungkan langkah, teks prosedur banyak memakai konjungsi penambahan atau waktu, seperti setelah itu, kemudian, atau sekarang. Ketika membentuk kalimat majemuk, pelesapan dan pengacuan dapat dipakai untuk membuat kalimat lebih efektif. Pelesapan adalah penghilangan bagian yang sama atau sudah disebutkan sebelumnya, sedangkan pengacuan adalah penggantian bagian tertentu dengan kata ganti yang lebih singkat, misalnya itu atau tersebut.

Unsur keterangan dimanfaatkan pada teks prosedur untuk menjelaskan, antara lain, cara, alat, dan tujuan. Keterangan dapat diberikan dengan preposisi, adverbia, atau numeralia, misalnya pada tanpa diaduk (cara), dengan gergaji (alat), dan agar tidak lengket (tujuan). Keterangan lain yang dapat diberikan, antara lain, adalah keterangan kuantitas (misalnya tiga kali), syarat (misalnya jika terlalu banyak) dan akibat (misalnya hingga kecokelatan).

Struktur Teks Prosedur

Teks prosedur dapat dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu pengantar, petunjuk, dan penutup. Pengantar dan petunjuk merupakan bagian yang wajib ada, sedangkan penutup bersifat opsional dan dapat tidak dicantumkan.

Bagian pengantar menjabarkan apa yang akan dibahas serta manfaatnya bagi pembaca. Bagian ini digunakan untuk menarik minat dengan memakai gaya persuasif dan menghindari pernyataan negatif. Kata atau frasa yang dapat dipakai di sini, antara lain, mudah, cepat, dan bermanfaat. Sebaliknya, ungkapan negatif, seperti sulit dilakukan atau memakan waktu lama, sebaiknya dihindari.

Bagian petunjuk merupakan bagian inti yang dapat disajikan dengan tiga cara, yaitu daftar bernomor, paragraf uraian, atau subbagian berjudul. Daftar bernomor, misalnya, dipakai pada petunjuk menghidupkan komputer dari langkah pertama hingga langkah terakhir. Paragraf uraian, misalnya, diterapkan pada teks prosedur tentang kiat mengikuti wawancara kerja yang tiap paragraf menjelaskan berbicara dengan jelas, tampil percaya diri, dan menjawab dengan relevan. Subbagian berjudul, misalnya, diwujudkan pada tulisan tentang cara menata rambut pendek dengan subjudul "Keringkan dengan Handuk", "Gunakan Produk Perawatan Rambut", dst.

Bagian petunjuk dapat diawali dengan penjelasan tentang bahan atau alat yang dipakai. Penjabaran itu dapat diperinci dengan ukuran yang akurat, misalnya 1 kg tepung terigu. Alih-alih dibuat menjadi bagian yang berbeda, keterangan bahan atau alat juga dapat dimasukkan dalam langkah-langkah.

Bagian penutup tidak selalu ada. Bagian ini biasanya berisi penegasan manfaat, pengucapan selamat, pemberian motivasi, atau gabungan ketiga hal itu.

Penyusunan Teks Prosedur

Seperti halnya penyusunan teks lain, penyusunan teks prosedur diawali dengan penentuan tujuan. Tujuan yang ditentukan berupa topik dan audiens. Misalnya, kita menentukan topik investasi dengan audiens orang yang belum pernah berinvestasi. Berdasarkan tujuan itu, selanjutnya kita perlu memilih jenis isi, yaitu apakah berbentuk langkah yang berurutan atau kiat yang tidak berurutan.

Tujuan teks dan jenis isi itu dapat kita sebagai bahan langkah berikutnya, yaitu pembuatan judul, yang juga menentukan fokus. Untuk isi berupa langkah, misalnya, kita dapat menetapkan judul "Lima Langkah Mudah untuk Berinvestasi". Sebaliknya, untuk isi berupa kiat, kita dapat menentukan judul "Kiat Berinvestasi dengan Bijak sejak Dini".

Untuk memulai penulisan, tentu saja selanjutnya kita perlu mengumpulkan bahan tulisan. Bahan termudah didapat dari pengetahuan atau pengalaman kita. Namun, jika itu belum ada atau belum lengkap, kita dapat mencari bahan dengan membaca, baik dari buku, makalah, artikel, maupun tulisan lain yang berbentuk cetak ataupun digital.

Setelah tujuan, judul, dan bahan tersedia, kita perlu menulis bagian pengantar untuk menarik pembaca. Untuk topik investasi yang telah dipilih di atas, kita dapat menjelaskan manfaat investasi dan berbagai jenis instrumen investasi sebagai pengantar. Bagian ini perlu diselaraskan dengan bentuk isi yang akan diuraikan.

Kini, tibalah saatnya untuk menyusun petunjuk berupa langkah atau kiat. Jika ada bahan atau alat yang perlu diuraikan lebih dahulu, kita jabarkan ini sebelum daftar, paragraf, atau subbagian yang mendedahkan langkah atau kiat. Perhatikan ciri kalimat, konjungsi, dan keterangan untuk teks prosedur yang telah diuraikan pada bagian awal.

Terakhir, tuntaskan teks prosedur dengan penutup. Untuk judul "Lima Langkah Mudah untuk Berinvestasi", misalnya, kita dapat menutup dengan paragraf seperti di bawah ini.

"Selamat mencoba lima langkah mudah berinvestasi yang telah diuraikan di atas. Seperti kata pepatah, sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit. Sedikit investasi yang kita lakukan secara rutin, niscaya membawa masa depan yang terjamin."

Penentuan tujuan, pemilihan jenis isi, pembuatan judul, pencarian bahan, penulisan pengantar, penyusunan penunjuk, dan penuntasan penutup merupakan tahapan penyusunan teks prosedur. Penyusunan itu perlu dilakukan dengan memperhatikan ciri dan struktur teks prosedur. Pandulah kerabat, sahabat, atau masyarakat untuk membuat, menggunakan, atau melakukan sesuatu yang kita kuasai dengan teks prosedur.

Simak Video "Progres Signifikan China dalam Konservasi Keanekaragaman Hayati"
[Gambas:Video 20detik]
(erd/erd)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia