Bilangan Bulat: Pengertian, Contoh, dan Cara Menghitungnya

Olivia Sabat - detikEdu
Selasa, 14 Sep 2021 06:30 WIB
Anak dan soal-soal matematika
Bilangan Bulat: Pengertian, Contoh, dan Cara Menghitungnya Foto: Thikstock
Jakarta -

Detikers, sudah tahu apa yang dimaksud dengan bilangan bulat? Bilangan bulat adalah bilangan bukan pecahan atau disebut juga sebagai bilangan penuh.

Bilangan bulat terbagi menjadi dua bentuk, yaitu bilangan bulat positif dan negatif. Untuk menentukan bentuk bilangan bulat, detikers bisa melihat pada garis bilangan bulat, nih.

Bilangan bulat positif adalah bilangan bernilai positif yang berada di sebelah kanan dari nol pada garis bilangan.

Contoh bilangan positif dimulai dari 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, dan seterusnya.

Sementara itu, bilangan bulat negatif adalah bilangan bernilai negatif yang berada di sebelah kiri dari nol pada garis bilangan.

Contoh bilangan negatif dimulai dari -1, -2, -3, -4, -5, -6, -7, -8, -9, -10, dan seterusnya.

Semakin ke kanan posisinya dalam garis bilangan, semakin besar nilai bilangannya. Begitu pun sebaliknya, semakin ke kiri posisinya dalam garis bilangan, semakin kecil juga nilai angkanya.

Contoh dan Cara Menghitung Bilangan Bulat

Untuk menghitung bilangan bulat, detikers membutuhkan operasi hitung, nih. Operasi hitung dalam matematika adalah perlakuan terhadap sebuah bilangan. Operasi hitung dapat berupa penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, dan lainnya.

Untuk lebih memahaminya, coba lihat contoh di bawah ini, yuk!

1. Penjumlahan

Penjumlahan dengan jenis bilangan bulat yang sama akan menghasilkan jenis bilangan yang sama. Jika operasi penjumlahan dilakukan dengan bilangan bulat positif, hasilnya adalah bilangan bulat positif.

Hal yang sama juga berlaku untuk penjumlahan bilangan bulat negatif.

Contoh:

3 + 2 = 5
(-4) + (-5) = -9

Sementara itu, jika penjumlahan dilakukan pada bilangan bulat positif dan negatif, hasilnya adalah hasil pengurangan kedua bilangan dan jenisnya ditentukan dengan jenis bilangan bulat yang memiliki nilai paling besar.

Contoh:

(-4) + 1 = -3
6 + (-5) = 1

2. Pengurangan

Dalam operasi pengurangan, jika simbol pengurangan "-" bertemu dengan simbol minus "-", hasil perhitungannya akan dijumlahkan. Untuk lebih memahaminya, detikers bisa melihat contoh pengurangan dua jenis bilangan yang sama di bawah ini.

Contoh:
7 - 2 = 5
(-3) - (-4) = (-3) + 4 = 1

Berikut ini adalah contoh pengurangan yang menggabungkan bilangan bulat positif dan negatif.

Contoh:
6 - (-2) = 6 + 2 = 8
(-1) - 4 = 3

3. Perkalian

Perkalian dua bilangan bulat positif akan menghasilkan bilangan bulat positif. Sementara, perkalian dua bilangan bulat negatif akan menghasilkan bilangan bulat positif.

Kemudian, jika mengalikan bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negatif, hasilnya adalah bilangan bulat negatif.

Contoh:
3 x 3 = 9
2 x (-4) = -8
(-5) x 1 = -5
(-5) x (-2) = 10

4. Pembagian

Pembagian dua bilangan bulat positif akan menghasilkan bilangan bulat positif. Sementara, pembagian dua bilangan bulat negatif akan menghasilkan bilangan bulat positif.

Kemudian, jika membagi bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negatif, hasilnya adalah bilangan bulat negatif.

Pada dasarnya, konsep operasi hitung pembagian bilangan bulat sama dengan operasi hitung perkalian.

Contoh:
6 : 2 = 3
(-4) : (-2) = 2
8 : (-4) = -2
(-10) : 2 = 5

Bagaimana detikers, sudah lebih paham tentang bilangan bulat dan cara menghitungnya?



Simak Video "Sosok Stanve, Jago Matematika Tingkat Dunia Asal Tangerang"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia