Angin Khamsin yang Sering Melanda Mesir Berasal dari Mana? Ini Penjelasannya

Novia Aisyah - detikEdu
Kamis, 09 Sep 2021 14:15 WIB
Gurun Sahara di Maroko
Foto: Getty Images/GavinD
Jakarta - Apakah detikers mengetahui tentang Angin Khamsin yang sering melanda Mesir? Menurut buku Cakrawala Geografi 3 karya Munawir dkk., Angin Khamsin merupakan angin yang panas dan kering serta membawa butir pasir dan debu dari Gurun Sahara.

Kecepatan angin ini mencapai hingga 150 kilometer per jam. Ketika bertiup, warna langit berubah menjadi oranye gelap dan penuh debu. Walau jendela dan pintu ditutup, bagian di dalam rumah akan tetap dimasuki oleh pasir, demikian disebutkan dalam buku Mesir: Mengenal Ragam Budaya dan geografi karya Elaine Jackson.

Angin Khamsin sendiri adalah nama khusus untuk angin gurun yang melanda Mesir. Negara lainnya juga memiliki nama khusus seperti ini.

Dikutip dari buku Badai dan Angin Kencang karangan Josepha Sherman, di Australia Barat, angin yang berputar dari tanah dan menerbangkan benda-benda kecil disebut Cockeyed Bob. Sementara, di Italia, angin panas yang berhembus ke selatan disebut Sirocco.

Sementara, dalam ensiklopedia Britannica disebutkan bahwa Angin Khamsin juga dieja sebagai Khamseen dan Chamsin. Britannica juga menyebutkan bahwa Angin Khamsin ini terdapat di Afrika Utara dan Semenanjung Arab.

Suhu angin ini seringkali mencapai hingga 40 derajat dan bertiup selama tiga hingga empat kali sekalinya terjadi. Hal ini diikuti dengan udara yang jauh lebih sejuk kemudian.

Angin Khamsin diakibatkan oleh pusat bertekanan rendah bertiup ke arah timur melewati Sahara atau selatan Laut Mediterania. Pada bagian awal tiupannya, bagian tengahnya membawa udara hangat dan kering ke utara dari gurun. Bagian inilah yang membawa banyak debu dan pasir.

Sementara, pada bagian akhirnya, angin ini membawa udara sejuk ke selatan dari Mediterania.

Nama Khamsin sebetulnya diserap dari bahasa Arab untuk angka 50 dan merujuk pada periode 50 hari di mana angin terjadi tiap tahun.

Namun, dilansir dari Egypt Today, mantan Kepala Egyptian Meteorological Authority (EMA), Ahmed Abdel-Aal, Angin Khamsin sudah tidak bertiup selama empat tahun belakangan karena perubahan iklim.



Simak Video "Pembatasan Dilonggarkan, Warga Mesir Padati Pantai di Alexsandria"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia