7 Fakta Menarik Bendera Merah Putih: Makna Warna-Pengibaran

Kristina - detikEdu
Jumat, 03 Sep 2021 16:30 WIB
Ribuan bendera Merah Putih dipasang di kawasan objek wisata Poetoek Suko, Trawas, Mojokerto. Pengibaran ribuan bendera itu dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-75
Foto: ANTARA FOTO/Zabur Karuru
Jakarta -

Bendera Merah Putih adalah bendera resmi negara Republik Indonesia (RI). Bendera ini pertama kali dikibarkan pada Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 lalu. Ternyata, bendera ini memiliki fakta menarik lho, detikers sudah tahu?

Terciptanya Sang Saka Merah Putih dilatarbelakangi oleh janji kemerdekaan dari Jepang yang saat itu masih berkuasa di Indonesia, tepatnya pada 7 September 1944. Dilansir dari laman Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek, menindaklanjuti janji Jepang tersebut, Chuoo Sangi In mengadakan sidang tidak resmi pada 12 September 1944. Sidang dipimpin oleh Soekarno.

Chuoo Sangi In adalah badan yang bertugas membantu pemerintah pendudukan Jepang. Badan ini terdiri dari orang Jepang dan Indonesia.

Sidang tidak resmi tersebut membahas tentang pengaturan pemakaian bendera dan lagu kebangsaan yang sama di seluruh Indonesia. Sidang tersebut kemudian menghasilkan keputusan untuk membentuk panitia bendera kebangsaan Merah Putih dan panitia lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Fakta Menarik Bendera Merah Putih

1. Warna Merah Putih sebagai Simbol Jati Diri Bangsa

Warna bendera Merah Putih ternyata memiliki makna tersendiri. Panitia bendera kebangsaan Merah Putih menggunakan dua warna tersebut sebagai simbol yang kemudian menjadi jati diri bangsa Indonesia.

Warna merah berarti berani dan putih berarti suci. Selain itu, kombinasi warna merah dan putih juga telah digunakan dalam sejarah kebudayaan dan tradisi di Indonesia pada masa lalu. Kombinasi tersebut digunakan pada desain sembilan garis bendera Majapahit.

2. Dijahit oleh Fatmawati, Istri Presiden Pertama RI

Bendera Merah Putih dijahit oleh Fatmawati. Dia adalah istri dari presiden pertama RI, Soekarno. Menurut catatan sejarah, Fatmawati menjahit bendera merah putih setelah dirinya dan keluarga kembali ke Jakarta dari pengasingannya di Bengkulu.

Atas permintaan Soekarno kepada Shimizu, kepala barisan propaganda Jepang (Sendenbu), Chaerul Basri diperintahkan mengambil kain dari gudang di Jalan Pintu Air. Kain tersebut kemudian diantarkan ke Jalan Pegangsaan Nomor 56 Jakarta. Lalu, kain tersebut dijahit Fatmawati.

3. Bendera Pertama Menggunakan Kain Katun Jepang

Bendera Merah Putih yang dijahit Fatmawati terbuat dari bahan katun Jepang. Bahan tersebut setara dengan jenis primissima untuk pembuatan batik tulis halus. Kain tersebut berukuran 3x2 meter.

Menurut penjelasan Direktorat Kebudayaan Kemendikbudristek, pada tanggal 13 November 2014 lalu bendera tersebut diukur ulang. Ukuran panjangnya adalah 276 cm dan lebarnya 199 cm. Beberapa sumber lain menyebutnya 276 cm x 200 cm.

4. Sempat Dipisahkan Jadi Dua Bagian

Dalam masa pemindahan kekuasaan dari Jakarta ke Yogyakarta, bendera Merah Putih sempat dipisahkan menjadi dua bagian. Tepat pada tanggal 4 Januari 1946, Presiden, Wakil Presiden, dan para Menteri berpindah ke Jakarta untuk alasan keamanan. Bersamaan dengan itu, bendera Merah Putih turut dibawa dan dikibarkan di Gedung Agung.

Lalu, pada tanggal 19 Desember 1948 ketika Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda, bendera Merah Putih sempat diselamatkan oleh Soekarno dan dipercayakan kepada ajudannya, Husein Mutahar.

Husein lalu mengungsi dan membawa bendera tersebut agar tidak disita oleh pihak Belanda. Ia pun melepaskan benang jahitan bendera, sehingga bagian merah dan putih terpisah. Husein membawanya dalam dua tas terpisah.

Bendera tersebut kemudian disatukan lagi oleh Soekarno saat dalam pengasingannya di Bangka pada Juni 1949.

5. Dari Dikibarkan di Tiang Tertinggi Kemudian Disimpan dalam Vitrin

Bendera Merah Putih yang pertama kali dijahit tersebut terakhir dikibarkan di depan Istana Merdeka pada 17 Agustus 1968. Sejak saat itu, bendera pusaka tidak lagi dikibarkan karena kondisi bendera sudah sangat rapuh.

Bendera Merah putih lalu diganti dengan duplikatnya yang terbuat dari bahan sutra. Bendera jahitan Fatmawati kemudian disimpan dalam vitrin yang terbuat dari flexi glass yang berbentuk trapesium. Bendera tersebut disimpan di Ruang Bendera Pusaka, Istana Merdeka.

6. Dikibarkan pada Waktu Antara Matahari Terbit hingga Terbenam

Penggunaan bendera Merah Putih telah diatur dalam Undang-undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. Dalam Pasal 6 dijelaskan bahwa penggunaan bendera negara dapat berupa pengibaran dan atau pemasangan.

Pengibaran dan atau pemasangan tersebut dilakukan pada waktu antara matahari terbit hingga terbenam.

7. Wajib Dikibarkan Setiap Peringatan Hari Kemerdekaan RI

Bendera Merah Putih wajib dikibarkan setiap peringatan Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia, pada tanggal 17 Agustus. Adapun yang berhak mengibarkan bendera tersebut adalah warga negara, di rumah, gedung atau kantor, satuan pendidikan, transportasi umum, dan transportasi pribadi di seluruh wilayah Indonesia dan kantor perwakilan RI di luar negeri.

Selain itu, bendera Merah Putih juga dapat dikibarkan pada waktu peringatan hari-hari besar nasional atau peristiwa lain. Ketentuan ini dijelaskan dalam Pasal 7 UU Nomor 24 Tahun 2009.



Simak Video "Wajah Pertokoan di ITC Fatmawati Usai Kembali Dibuka"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia