Ekstrak Daun Selasih Bisa Jadi Obat Anti Hipertensi, Ini Penjelasannya

Lusiana Mustinda - detikEdu
Senin, 30 Agu 2021 07:00 WIB
daun basil
Foto: Istimewa
Jakarta - Daun selasih atau yang dikenal juga dengan daun basil tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap makanan. Daun selasih juga memiliki kandungan zat aktif yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi obat anti hipertensi.

Kenaikan tekanan darah sering dikaitkan dengan sakit kepala hebat, gangguan kesadaran dan disertai mual hingga muntah. Gejala tersebut juga diduga sebagai tanda-tanda dari penyakit hipertensi ensefalopati yang merupakan bentuk komplikasi hipertensi otak.

Penyakit hipertensi banyak diderita oleh 3 persen penduduk Indonesia pada tahun 2015. Beberapa obat hipertensi telah diedarkan seperti ACE inhibitor ataupun obat vasodilator guna menurunkan tekanan darah. Namun obat-obat tersebut tidak mampu memberikan efek neuroprotektif yang bisa mengurangi kerusakan saraf pada sistem saraf pusat.

Lima mahasiswa UGM yang tergabung dalam Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) UGM Riset Ekstrakta (RE) yang terdiri dari Zahrandika Putra (Kedokteran 2019), Cici Yulian (Kedokteran 2019), Martinus Yayan (Kedokteran 2020), Talitha Tara (Kimia 2018) dan Afif Akmal (Kimia 2018) melakukan penelitian selama 3 bulan untuk mengembangkan dan meneliti anti hipertensi yang terdapat pada daun selasih.

Menurut Zahrandika dalam laman UGM menjelaskan hipertensi adalah penyakit yang banyak diderita di Indonesia, penyakit ini apabila tidak segera ditangani maka dapat menyebabkan stroke, gagal ginjal dan hipertensi ensefalopati.

Berdasarkan hal ini kami tergerak untuk meneliti kandungan dan menguji potensi dari daun selasih yang diekstrak dan digunakan sebagai obat anti hipertensi dan agen neuroprotektif.

Kandungan zat aktif yang ada pada daun selasih seperti linalool bermanfaat sebagai agen neuroprotektif dan anti hipertensi dengan menghambat pergerakan kalsium pada kanal kalsium yang dapat menurunkan tekanan darah. Selain linalool, eugenol juga terkandung dalam daun selasih yang menyebabkan pelebaran pembuluh darah aorta sehingga dapat juga menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.

"Daun selasih yang kami peroleh, kami olah menjadi ekstrak kental melalui perendaman menggunakan pelarut etanol selama 3 hari. Selanjutnya, hasil rendaman diuapkan untuk mendapatkan ekstrak kentalnya," jelas Talitha.

Ekstrak daun selasih yang diperoleh diuji kandungannya menggunakan instrumen GC-MS dan diujikan pada model hewan tikus.

"Terdapat 5 kelompok tikus, kelompok model tikus hipertensi 3,4, dan 5 diberi perlakuan ekstrak daun selasih dengan dosis yang berbeda-beda. Hasilnya terjadi penurunan tekanan darah yang signifikan dibandingkan kelompok model tikus yang tidak diberikan ekstrak" tambah Cici.

Ke depannya penelitian ekstrak daun selasih ini diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut dan digunakan sebagai alternatif obat hipertensi ensefalopati.





Simak Video "Ini Bahayanya Jika Hipertensi Tak Dikontrol"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/erd)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia