20 Negara Penghasil Karet Terbesar di Dunia, Siapa Peringkat Teratas?

Trisna Wulandari - detikEdu
Kamis, 12 Agu 2021 17:00 WIB
Latex sap (rubber) being collected in a plantation forest in Thailand.
20 negara penghasil karet terbesar di dunia. Foto: Getty Images/georgeclerk
Jakarta - Sejarah penggunaan karet pertama tercatat di Amerika. Perjalanan penggunaan karet kemudian berjalan ke Asia dan ke Indonesia. Dari situ, sejumlah negara di Asia Tenggara dan India menjadi penghasil karet alam terbesar di dunia. Siapa saja negara penghasil karet terbesar di dunia?

Karet alam berasal dari berbagai sumber tumbuhan. Umumnya, karet alam berasal dari pohon karet Pará (Hevea brasiliensis).

Budaya asli Mesoamerika tercatat sebagai yang pertama menggunakan karet dari pohon karet Pará. Saat itu, lateks dari pohon karet Pará diekstraksi untuk menghasilkan karet untuk membuat bola permainan. Budaya Aztec dan Maya kemudian mulai menggunakan karet untuk berbagai keperluan, seperti membuat tekstil dan wadah tahan air.

Pohon karet dapat tumbuh baik dengan budidaya dan menghasilkan lateks selama beberapa tahun, seperti dikutip dari World Atlas.

Sementara itu, tanaman merambat genus Landolphia juga menghasilkan menghasilkan karet Kongo. Tetapi, karena tidak dapat ditanam dalam budidaya, tanaman liar di Kongo ini mengalami eksploitasi besar-besaran.

Lateks juga terdapat dalam cairan dandelion yang dapat digunakan untuk memproduksi karet. Beberapa pohon dan tanaman lain juga telah digunakan untuk produksi karet.

Produk karet komersial dihasilkan dengan mengolah lateks yang dikumpulkan dari pohon karet. Lateks dari pohon karet dikenal dengan ketahanannya yang tinggi, sifat tahan air, dan rasio peregangan yang besar.

Pada 1736, penjelajah Prancis, Charles Marie de La Condamine, memperkenalkan karet ke Académie Royale des Sciences Prancis. Hal ini menyebabkan publikasi makalah ilmiah pertama tentang karet.

Pada tahun 1770, Joseph Priestley menemukan bahwa karet dapat digunakan untuk menghilangkan bekas pensil di atas kertas. Secara bertahap, penggunaan karet lainnya ditemukan, dan penggunaannya menjadi populer di seluruh Eropa.

Perdagangan segera dimulai antara Dunia Baru dan Eropa. Sebanyak 70.000 benih pohon karet Pará diselundupkan ke Kew Gardens Inggris pada tahun 1876.

Benih pohon karet tersebut kemudian diangkut ke negara-negara Asia Selatan dan Asia Tenggara dan dibudidayakan hingga hari ini. Pada tahun 2013, hampir 28 juta ton karet diproduksi di dunia. Sekitar 44% produksi karet berasal dari karet alam, sementara karet sistetis berasal dari minyak bumi.

Thailand, Indonesia, dan Malaysia bersama-sama menyumbang 72% dari produksi karet alam di dunia pada tahun 2013. Meskipun pohon karet berasal dari Amerika Selatan, budidaya di sana terbatas karena tingginya prevalensi penyakit hawar daun (leaf blight) dan predator alami lainnya. Berikut negara penghasil karet terbesar di dunia berdasarkan nilai produksi 2013.

Negara penghasil karet terbesar di dunia adalah:

1. Thailand, produksi karet 4.305.069 ton

2. Indonesia, 3.107.544 ton

3. Vietnam, 946.865 ton

4. India, 900.000 ton

5. China (mainland), 864.806 ton

6. Malaysia, 826.421 ton

7. Filipina, 444.818 ton

8. Guatemala, 356.392 ton

9. Côte d'Ivoire, 289.563 ton

10. Brazil, 185.725 ton

11. Myanmar, 174.100 ton

12. Nigeria, 149.052 ton

13. Sri Lanka, 130.421 ton

14. Liberia, 74.750 ton

15. Kamerun, 55.605 ton

16. Mexico, 51.397 ton

17. Gabon, 22.691 ton

18. Ghana, 21.440 ton

19. Kamboja, 20.099 ton

20. Ekuador, 18.249 ton

Nah, itu dia negara penghasil karet terbesar di dunia. Apa produk dari bahan karet yang kamu tahu?



Simak Video "Bikin Laper: Nyobain Mie Karet dan Mie Keriting yang Viral"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia