Iklim Negara Mesir dan Letak Geografisnya, Siswa Perlu Tahu nih

Kristina - detikEdu
Selasa, 03 Agu 2021 13:10 WIB
Karavan onta di depan piramida Mesir
Foto: Getty Images/ugurhan
Jakarta -

Kondisi iklim di suatu wilayah dipengaruhi oleh letak geografis dan topografi. Bagaimana dengan iklim negara Mesir?

Mesir adalah negara yang berbentuk republik dengan nama resminya Republik Arab Mesir atau Arab Republic of Egypt (Arab: Jumhuriyat Misr al-Arabiyah). Negara ini dipimpin oleh kepala negara yakni presiden dan kepala pemerintahan, yakni perdana menteri. Ibukota Mesir adalah Kairo, lokasinya di delta Sungai Nil.

Mesir terletak di Afrika utara. Negara ini berbatasan dengan Laut Mediterania antara Libya dan Jalur Gaza, dengan jalur pantai membentang sekitar 3.500 kilometer, menghadap ke Laut Mediterania di utara dan Laut Merah di timur. Sebagian kecil wilayahnya terletak di Benua Asia.

Secara astronomis, Mesir terletak di antara 22° LU-32° BT dan 25° BT-36° BT. Menurut data Kementerian Luar Negeri, luas wilayahnya 1.002.450 km². Secara gasis besar, wilayah Mesir terbagi menjadi lima kawasan, di antaranya kawasan Semenanjung Sinai, gurun barat, gurun timur, lembah Sungai Nil, dan delta Sungai Nil.

Dikutip dari buku IPS Terpadu Jilid 3B oleh Sri Pujiastuti dkk, Semenanjung Sinai merupakan dataran tinggi yang memanjang dari timur Terusan Suez hingga perbatasan Arab, Yordania, dan Israel. Di tempat ini terdapat Gunung Karherina, yakni gunung tertinggi di Mesir dengan ketinggian 2.637 meter.

Gurun barat atau gurun Libya terletak di sebelah timur Libya. Luasnya sekitar 674.000 km². Wilayah ini mencakup hampir 3/4 luas negara Mesir. Sedangkan, gurun timur membujur dari lembah Sungai Nil hingga Laut Tengah.

Lembah Sungai Nil menjadi pusat pemukiman penduduk. Kawasan ini memanjang dari perbatasan Sudan hingga Laut Tengah. Terdapat Bendungan Aswan di wilayah ini. Sedangkan delta Sungai Nil sendiri merupakan daerah pertanian penduduk Mesir.

Iklim yang terdapat di negara Mesir adalah subtropis dan gurun atau beberapa menyebutnya semi-gurun. Iklim tersebut membuat Mesir memiliki dua musim, yakni musim panas dan dingin. Musim panas akan terjadi di bulan Mei hingga September. Sedangkan musim dingin terjadi pada bulan November hingga Maret.

Dilansir dari Climate Change Adaption, kondisi iklim ini ditandai dengan musim panas yang kering dan panas, musim dingin yang sedang, dan curah hujan yang sangat sedikit. Sumber pasokan air utama di Mesir berasal dari Sungai Nil. Setidaknya, sungai ini memasok lebih dari 95% kebutuhan air negara.

Masyarakat Mesir menjalankan perekonomian di sektor pertanian, tambang, dan industri. Hasil pertanian utama berupa gandum, kapas, kurma, dan minyak zaitun. Sedangkan pada sektor tambang, Mesir menyimpan minyak bumi yang terdapat di Semenanjung Sinai, wilayah pesisir Laut Merah, dan El' Alamein di Laut Tengah. Selain minyak bumi, hasil tambang yang dihasilkan meliputi fosfat, besi, dan mangan.

Masyarakat Mesir umumnya menjalankan industri tekstil, besi baja, semen, dan pupuk. Pusat perindustrian berada di Kairo dan Alexandria.



Simak Video "Pembatasan Dilonggarkan, Warga Mesir Padati Pantai di Alexsandria"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia